Menkes Budi Gunadi: Varian Delta Covid-19 Sudah Beranak Cucu

Chandra Iswinarno, Stephanus Aranditio

Senin, 15 November 2021 | 16:12 WIB
Menkes Budi Gunadi: Varian Delta Covid-19 Sudah Beranak Cucu
Tangkapan layar Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin dalam konferensi pers yang dipantau daring, Senin (26/7/2021). (ANTARA/Devi Nindy)

Suara.com - Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan,  varian Delta Covid-19 saat ini sudah beranak-cucu atau terus bermutasi mengikuti keadaan lingkungan sekitarnya.

Budi menjelaskan, varian dengan kode B1617.2 itu sudah bermutasi menjadi varian AY4, AY23, AY24, kemudian varian AY4 bermutasi lagi menjadi AY4.2 atau yang biasa disebut varian delta plus yang kini mewabah di Inggris.

"Jadi AY4 cucunya keluar AY4.2 itu yang sekarang lagi banyak ada di Inggris disebut varian delta plus. Di Indonesia sendiri AY4 sudah ada, AY23 sudah ada, AY24 sudah ada, AY4.2 belum ada," kata Budi dalam jumpa pers di Istana Negara, Jakarta, Senin (15/11/2021).

Dia mengatakan, meski sudah bermutasi pencegahannya tetap sama yakni menjalani protokol kesehatan 5M, yakni memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan, menjauhi kerumunan, dan mengurangi mobilitas, serta dapatkan vaksinasi Covid-19.

"Nah, semua varian delta baik orang tuanya, subvarian atau anaknya, subsubvariannya atau cucunya, itu memiliki mutasi genetik yang mirip, jadi kesimpulan kami sampai sekarang adalah kalau misalnya ada masuk anak atau cucunya, InsyaAllah harusnya kekebalan yang sudah terbentuk di masyarakat kita masih cukup menanggulangi penyebaran ini," jelasnya.

Badan Penelitian dan Pengembangan Kemenkes (Balitbangkes) mencatat sebaran kasus mutasi Covid-19 yang tergolong varian of concern (VoC) di Indonesia sudah mencapai 4.830 kasus per 13 November 2021.

Varian Delta paling banyak ditemukan di Indonesia dengan total 4.732 kasus, varian Alfa 76 kasus, dan varian Beta 22 kasus. Sementara varian P1 Gamma yang juga masuk dalam kategori VoC belum terdeteksi di Indonesia.

Ribuan temuan varian itu teridentifikasi melalui metode pemeriksaan Whole Genome Sequencing (WGS) yang dilakukan Balitbangkes terhadap 8.578 spesimen.

baca juga
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Menkes Khawatir Kasus Covid Melonjak dan Ancam KTT G20 di Bali

Menkes Khawatir Kasus Covid Melonjak dan Ancam KTT G20 di Bali

Bisnis | Senin, 08 November 2021 | 18:26 WIB

Menkes: Mohon Maaf Bapak-ibu DPR yang Berpenghasikan Cukup, Vaksin Booster Bayar Sendiri

Menkes: Mohon Maaf Bapak-ibu DPR yang Berpenghasikan Cukup, Vaksin Booster Bayar Sendiri

News | Senin, 08 November 2021 | 17:10 WIB

Menkes Ingatkan Masyarakat Tidak Euforia Terhadap Penurunan Kasus Covid-19

Menkes Ingatkan Masyarakat Tidak Euforia Terhadap Penurunan Kasus Covid-19

Health | Senin, 08 November 2021 | 16:55 WIB

Terkini

Biaya Haji 2027 Berpotensi Naik, DPR Minta Pemerintah Cari Celah Efisiensi

Biaya Haji 2027 Berpotensi Naik, DPR Minta Pemerintah Cari Celah Efisiensi

News | Sabtu, 04 Juli 2026 | 16:30 WIB

100 Ribu Anak Lebanon Terancam Gagal Sekolah akibat Kerusakan Bangunan Pascakonflik

100 Ribu Anak Lebanon Terancam Gagal Sekolah akibat Kerusakan Bangunan Pascakonflik

News | Sabtu, 04 Juli 2026 | 16:23 WIB

Bandara Husein Sastranegara Diaktifkan Lagi, Pelaku Wisata Lembang Yakin Turis Asing Bakal Membludak

Bandara Husein Sastranegara Diaktifkan Lagi, Pelaku Wisata Lembang Yakin Turis Asing Bakal Membludak

News | Sabtu, 04 Juli 2026 | 14:48 WIB

Pemkot Depok Usul Lima Rute Baru Transjabodetabek

Pemkot Depok Usul Lima Rute Baru Transjabodetabek

News | Sabtu, 04 Juli 2026 | 13:20 WIB

Berbahaya, Koalisi Masyarakat Desak Pembentukan BTP dan Komando Teritorial Dihentikan

Berbahaya, Koalisi Masyarakat Desak Pembentukan BTP dan Komando Teritorial Dihentikan

News | Sabtu, 04 Juli 2026 | 13:05 WIB

DPR MInta Usut Tuntas Dugaan Penyekapan Perempuan oleh Oknum Polisi di Jawa Tengah

DPR MInta Usut Tuntas Dugaan Penyekapan Perempuan oleh Oknum Polisi di Jawa Tengah

News | Sabtu, 04 Juli 2026 | 13:00 WIB

Penyusunan Raperda Perlindungan Tenaga Kerja Informal Jateng Perlu Dipercepat

Penyusunan Raperda Perlindungan Tenaga Kerja Informal Jateng Perlu Dipercepat

News | Sabtu, 04 Juli 2026 | 12:27 WIB

Pengungsi WNA di Setiabudi, Pramono Anung Akan Tertibkan Fasilitas Publik yang Disalahgunakan

Pengungsi WNA di Setiabudi, Pramono Anung Akan Tertibkan Fasilitas Publik yang Disalahgunakan

News | Sabtu, 04 Juli 2026 | 12:19 WIB

KPK Dalami Keterangan Bupati Kuansing soal Dugaan Amplop untuk Menhut Raja Juli

KPK Dalami Keterangan Bupati Kuansing soal Dugaan Amplop untuk Menhut Raja Juli

News | Sabtu, 04 Juli 2026 | 12:13 WIB

3 Pimpinan BGN Dilaporkan ke Ombudsman, Diduga Rangkap Jabatan di BUMN

3 Pimpinan BGN Dilaporkan ke Ombudsman, Diduga Rangkap Jabatan di BUMN

News | Sabtu, 04 Juli 2026 | 12:07 WIB

×