WN Panama dan Dua Anaknya Jadi Korban Dugaan KDRT Oleh Seorang Pria

Bangun Santoso, Yosea Arga Pramudita

Selasa, 16 November 2021 | 12:56 WIB
WN Panama dan Dua Anaknya Jadi Korban Dugaan KDRT Oleh Seorang Pria
Pengacara Elza Syarif saat menjelaskan kronologi kasus dugaan KDRT yang dialami kliennya seorang WNA Panama bersama dua anaknya. (Suara.com/Arga)

"Dan liciknya, kan KITAP sponsornya suami, tapi tidak diperpanjang. Harusnya 2020 diperpanjang," sambungnya.

Pengakuan RLPS

RLPS sore kemarin juga memberikan pernyataan melalui sambungan virtual Zoom. Kepada awak media, dia mengaku sudah 13 tahun tinggal di Tanah Air.

Selain itu, dia mengatakan jika ibunya juga merupakan WNI. Dan sebelum menikah dengan PSV, dia kerap bolak-balik Panana-Indonesia.

RLPS turut membenarkan jika anak pertamanya sempat melalukan upaya percobaan bunuh diri pada 2019 lalu. Sejak peristiwa itu, dia terus berjuang menyelamatkan nyawa kedua anaknya dari dugaan kekerasan yang dilakukan oleh PSV, mantan suaminya.

RLPS mengakui jika dugaan KDRT yang dilakukan oleh mantan suaminya terjadi secara berulang. Bahkan, dugaan KDRT tersebut bisa terjadi dua sampai tiga kali dalam seminggu.

"Bentuknya ya banyak, pukul, verbal. Dia selalu bicara yang menyakiti. Kadang dia lempar saya ke pintu jadi sering kali dan pasti ada," ucap RLPS.

RLPS juga membernarkan jika mantan suaminya kerap minum hingga mabuk. Hal itu menjadi salah satu pemicu dugaan KDRT dilakukan oleh PSV.

Selain itu, adanya perempuan idaman lain juga disinyalir menjadi penyebab dugaan KDRT dilakukan oleh PSV. Ketika pulang dalam kondisi mabuk, RLPS menyebut jika anak pertamanya kerap menjadi sasaran dugaan KDRT.

baca juga

"Penyebabnya, dia punya hubungan sama wanita lain, kebanyakan sejak itu dan banyak pengsfuh dari wanita itu. Dia sering kalau pulang mabuk atau banyak minum dan pukul. Sering mabuk lah," beber RLPS.

Kubu PSV Membantah

Ivonne Woro Respatiningrum selaku kuasa hukum PSV membantah soal dugaan KDRT yang disampaikan oleh Elza Syarief maupun RLPS. Menurut dia, apa yang disampaikan oleh Elza Syarief dan mantan istri kliennya tersebut sama sekali tidak benar.

Dalam sambungan telepon pada Senin malam, Ivonne menyatakan bahwa Elza Syarief tidak cukup mempunyai bukti untuk menuding PSV melakukan dugaan KDRT. Dia meminta agar Elza tidak asal berbicara dan berkoar-koar di media massa.

"Elza punya bukti tidak? Jangan asal bicara aja gitu dia. Kami heran dia koar-koar ke mana mana tapi dia tidak punya bukti, bukti apa yang dia punya?" ucap Ivonne, Senin malam.

Pada kesempatan itu, Ivonne juga membantah soal sejumlah video yang diputar oleh pihak Elza Syarif saat konfrensi pers berlangsung. Menurut dia, video itu juga sempat diputar saat kliennya menjalani sidang perceraian dengan RLPS.

Bahkan, lanjut Ivonne, video yang diputar itu disebut majelis hakim di dalam perisidangan sebagai bukan tindakan KDRT. Sebab, di dalam video itu, PSV tidak terbukti melakukan tindakan sebagaimana yang dituduhkan oleh mantan istrinya tersebut.

"Tidak betul, karena itu pernah dipasang juga saat sidang cerai di PN Jaksel. Video itu saya nonton, hakim nonton, tidak ada dinyatakan oleh hakim dia melakukan atau terbukti melakukan kekerasan atau KDRT terhadap anak," sebut dia.

Menurut Ivonne, video tersebut merupakan potongan-potongan saja. Soal video yang menampilkan PSV sedang marah-marah, lanjut dia, hal itu disebutkan karena anak pertama yakni APVP berbicara kasar.

"Karena anak ini diajarkan tidak sopan oleh Ibunya nah akhirnya dia suka ngomong kata kata kasar nah itu yang diajarkan bapaknya dan kakeknya jangan ngomong kayak gitu. Jadi itu hal wajar seorang bapak ngajarin anaknya gitu," jelas Ivonne.

Terhadap upaya bunuh diri yang dilakukan oleh APVP, Ivonne juga memberikan komentarnya. Saat 2019, APVP tercatat sebagai siswa kelas 4 di Mahatma Gandhi School. Saat itu, PSV dan RLPS sedang menjalani proses persidanga perceraian.

Ivonne mengatakan, APVP yang saat itu berusia 9 tahun merasa tertekan atas polemik yang terjadi antara ibu dan ayahnya. Imbasnya, APVP pada suatu hari naik ke atas meja di salah satu ruang kelas.

Kata Ivonne, APVP menurunkan celananya, dan kemudian mengambil sebuah gunting dan didekatkan ke lehernya. Sontak, guru yang berada di ruang kelas itu merasa heran dan bertanya pada sang anak.

Menirukan ucapan APVP, Ivonne menyebut, "Saya stres, saya pusing orang tua saya ribut terus." Ivonne juga membantah jika upaya bunuh diri itu disebabkan oleh dugaan KDRT yang dituduhkan kepada PSV.

"Dia tidak menyebut bapak maupun ibunya tetapi orang tuanya. Kemudian atas kejadian itu sekolah memanggil," beber dia.

Ivonne juga menambahkan jika kliennya mempunyai bukti yang cukup kuat. Misalnya, PSV hendak membawa anak pertama mereka ke psikolog, sedangkan RLPS enggan.

"Sekarang ke media kok ngomongnya lain, sekarang anak itu mau bunuh diri gara gara kekerasan yang dilakukan oleh bapaknya. Yang dipakai keterangannya yang mana nih," kata Ivonne.

Lebih lanjut Ivonne berharap agar akses pertemuan PSV dan dua anaknya tidak ditutup. Selain itu, dia juga meminta agar RLPS tidak curhat dan berkoar-koar di media dan menyudutkan kliennya.

"Harapannya simple minta pertemukan anak cuma itu. Jangan tutup akses pertemuan Bapak dan Anaknya. Kita sama-sama punya hak, itu saja tapi dia tidak mau malah curhat ke media yang tidak tidak-tidak."

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bocor Pengakuan Henny Rahman Menjadi Korban KDRT Zikri Daulay, Dipukuli Saat Hamil

Bocor Pengakuan Henny Rahman Menjadi Korban KDRT Zikri Daulay, Dipukuli Saat Hamil

Lampung | Senin, 15 November 2021 | 08:34 WIB

Kasus KDRT di Bantul Meningkat dari Tahun ke Tahun, Bupati Bentuk Kader Pencegahan

Kasus KDRT di Bantul Meningkat dari Tahun ke Tahun, Bupati Bentuk Kader Pencegahan

Jogja | Kamis, 11 November 2021 | 18:10 WIB

Waspadai 4 Penyebab Perceraian yang Sering Terjadi

Waspadai 4 Penyebab Perceraian yang Sering Terjadi

Your Say | Rabu, 10 November 2021 | 19:45 WIB

Pendatang di Bali Dan Warga Denpasar Utara - Selatan Dominan Ajukan Gugatan Cerai

Pendatang di Bali Dan Warga Denpasar Utara - Selatan Dominan Ajukan Gugatan Cerai

Bali | Sabtu, 06 November 2021 | 08:10 WIB

Banyak Korban KDRT di Lampung Masih Enggan Melapor ke Aparat

Banyak Korban KDRT di Lampung Masih Enggan Melapor ke Aparat

Lampung | Kamis, 04 November 2021 | 23:49 WIB

Mama-Mama Beraksi di Jakarta, Surati Kapolri Minta Usut Kasus KDRT DPRD Jatim

Mama-Mama Beraksi di Jakarta, Surati Kapolri Minta Usut Kasus KDRT DPRD Jatim

Jatim | Kamis, 28 Oktober 2021 | 21:02 WIB

Jonathan Frizzy Masih Tinggal Seatap karena Takut Rumah Jatuh ke Tangan Istri?

Jonathan Frizzy Masih Tinggal Seatap karena Takut Rumah Jatuh ke Tangan Istri?

Entertainment | Kamis, 28 Oktober 2021 | 18:56 WIB

Terkini

Syahravi Bantah Langgar Hak Cipta Lagu Fariz RM, Tunjukkan Video Dipuji Sang Musisi

Syahravi Bantah Langgar Hak Cipta Lagu Fariz RM, Tunjukkan Video Dipuji Sang Musisi

News | Senin, 29 Juni 2026 | 17:58 WIB

Balita Tewas Terperosok Lubang Proyek di Manggarai, Pramono: Jika Ingin Menuntut, Kami Persilakan

Balita Tewas Terperosok Lubang Proyek di Manggarai, Pramono: Jika Ingin Menuntut, Kami Persilakan

News | Senin, 29 Juni 2026 | 17:57 WIB

Cegah Stunting Dimulai dari Deteksi Dini Anemia, Puskesmas Didorong Perkuat Skrining Ibu dan Anak

Cegah Stunting Dimulai dari Deteksi Dini Anemia, Puskesmas Didorong Perkuat Skrining Ibu dan Anak

News | Senin, 29 Juni 2026 | 17:53 WIB

Balita Tewas Terjatuh ke Lubang Galian di Manggarai, DPRD Desak Standar Pengamanan Diperketat

Balita Tewas Terjatuh ke Lubang Galian di Manggarai, DPRD Desak Standar Pengamanan Diperketat

News | Senin, 29 Juni 2026 | 17:48 WIB

KPK Perpanjang Masa Penahanan Pejabat BPK Titin Rita Lestari

KPK Perpanjang Masa Penahanan Pejabat BPK Titin Rita Lestari

News | Senin, 29 Juni 2026 | 17:44 WIB

Demi Jakarta Bebas Polusi, 100 Mikrotrans Listrik Siap Mengaspal 2027

Demi Jakarta Bebas Polusi, 100 Mikrotrans Listrik Siap Mengaspal 2027

News | Senin, 29 Juni 2026 | 17:39 WIB

Pecahkan Mitos 80 Tahun, Bobby Nasution Bangun Sipiongot yang Dulu Jadi Bahan Anekdot Miring

Pecahkan Mitos 80 Tahun, Bobby Nasution Bangun Sipiongot yang Dulu Jadi Bahan Anekdot Miring

News | Senin, 29 Juni 2026 | 17:38 WIB

Target 2027: Jakarta Bakal Bangun 11 Rusun Baru Demi Evakuasi Warga dari Zona Bencana

Target 2027: Jakarta Bakal Bangun 11 Rusun Baru Demi Evakuasi Warga dari Zona Bencana

News | Senin, 29 Juni 2026 | 17:36 WIB

Danantara Minta KPK Kawal Ketat Proyek Hilirisasi, Pastikan BUMN Bersih

Danantara Minta KPK Kawal Ketat Proyek Hilirisasi, Pastikan BUMN Bersih

News | Senin, 29 Juni 2026 | 17:31 WIB

5 Peserta Tewas, Mengapa Latsarmil Tetap Lanjut? Istana: Manajer Koperasi Harus Segera Kerja

5 Peserta Tewas, Mengapa Latsarmil Tetap Lanjut? Istana: Manajer Koperasi Harus Segera Kerja

News | Senin, 29 Juni 2026 | 17:24 WIB

×