Cegah Migran Menyeberang, Toko Olahraga Decathlon Setop Penjualan Kano

Siswanto, Deutsche Welle

Rabu, 17 November 2021 | 14:32 WIB
Cegah Migran Menyeberang, Toko Olahraga Decathlon Setop Penjualan Kano
DW

Suara.com - Orang-orang tidak lagi membeli kano di toko-toko tertentu Decathlon yang ada di Prancis utara. Pada hari Jumat (12/11), tiga migran dilaporkan hilang setelah mencoba menyeberangi Selat Inggris dengan mengunakan kano.

Toko alat olahraga Decathlon pada hari Selasa (16/11) telah mengumumkan tidak akan lagi menjual kano di wilayah Prancis utara untuk membantu upaya menghentikan para migran yang putus asa yang mencoba menyeberangi Selat Inggris.

"Pembelian kano tidak akan bisa lagi dilakukan" di gerai Decathlon di Calais dan Grande-Synthe, dekat Dunkirk, "mengingat kondisi saat ini," demikian penjelasan Decathlon kepada kantor berita AFP.

'Nyawa terancam'

Keputusan ini dibuat karena sejatinya kano tidak digunakan untuk tujuan yang dimaksudkan dan berisiko bagi mereka yang menaikinya.

"Nyawa orang telah terancam karena penggunaannya yang tidak tepat," kata Decathlon.

Menurut perusahaan asal Prancis ini, gerai-gerai di bagian utara negara itu membuat keputusan sendiri untuk berhenti menjual kano dan manajemen Decathlon telah menyetujui alasan mereka.

Namun, pembeli tetap bisa memesan kano melalui pemesanan online dan gerai-gerai di daerah lain di Prancis.

Perlengkapan keselamatan lainnya, seperti jaket pelampung dan pelindung panas, masih akan dijual di gerai Calais dan Grande-Synthe.

baca juga

Sebelumnya pada Jumat (12/11) lalu, tiga migran dilaporkan hilang setelah mencoba menyeberangi Selat Inggris dengan menggunakan kano.

Ini terjadi 24 jam setelah dua kano ditemukan terapung-apung di Calais, di mana dua orang berhasil diselamatkan dari laut.

Migran yang mencoba menyebrang terus bertambah

Jumlah migran yang mencoba menyebrangi Selat Inggris telah mencatat rekor pada Kamis (11/11) lalu yakni sebanyak 1.185 orang, demikian menurut data pemerintah Inggris.

Dilaporkan Menteri Dalam Negeri Prancis Gerald Darmanin berbicara dengan Menteri Dalam Negeri Inggris Priti Patel pada hari Senin (15/11).

Usai pertemuan, Darmanin mengatakan bahwa Inggris harus "berhenti memanfaatkan Prancis sebagai sasaran mereka dalam urusan politik domestik Inggris."

Sepanjang tahun 2020, dilaporkan sekitar 9.500 orang melakukan perjalanan berbahaya melintasi Selat Inggris.

Angka ini meningkat dibandingkan tahun 2019 yang mencapai angka 2.300 orang dan pada tahun 2018 yang mencapai angka 600 orang.

Diprediksi di tahun 2021 ini, jumlah tersebut akan semakin bertambah. Hingga akhir Agustus ini saja, jumlah orang yang melintasi Selat Inggris telah mencapai 15.000 orang. (Ed: rap/ha)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Lebih dari 700 Orang Menyeberang Selat Inggris, Dua Diantaranya Tewas

Lebih dari 700 Orang Menyeberang Selat Inggris, Dua Diantaranya Tewas

News | Senin, 12 Agustus 2024 | 20:07 WIB

Terkini

Solusi Cerdas di Balik Limbah MBG: Polinela Sulap Sisa Makanan Jadi Duit Lewat Magot

Solusi Cerdas di Balik Limbah MBG: Polinela Sulap Sisa Makanan Jadi Duit Lewat Magot

Lampung | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 10:17 WIB

Memahami Perbedaan Buku Nikah, Akta Nikah, dan Kartu Nikah

Memahami Perbedaan Buku Nikah, Akta Nikah, dan Kartu Nikah

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 10:10 WIB

Dituding Jadi Imam Mahdi dan Bawa Kabur Rp1,3 Miliar, Figar Siap Lawan di Jalur Hukum

Dituding Jadi Imam Mahdi dan Bawa Kabur Rp1,3 Miliar, Figar Siap Lawan di Jalur Hukum

Jatim | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 10:04 WIB

7 Sneakers Lokal dengan Rating Bintang 5 di Shopee yang Nyaman dan Modis

7 Sneakers Lokal dengan Rating Bintang 5 di Shopee yang Nyaman dan Modis

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 10:01 WIB

Viral Guru AI IELTS Mengamuk, Benarkah Kecerdasan Buatan Mulai Punya Perasaan?

Viral Guru AI IELTS Mengamuk, Benarkah Kecerdasan Buatan Mulai Punya Perasaan?

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 09:49 WIB

Duh! 53 Orang Bunuh Diri di DIY, Depresi Jeratan Pinjol hingga Faktor Ekonomi Jadi Pemicu

Duh! 53 Orang Bunuh Diri di DIY, Depresi Jeratan Pinjol hingga Faktor Ekonomi Jadi Pemicu

Jogja | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 09:47 WIB

Bagaimana Langkah Mengurus Paspor yang Hilang atau Rusak Saat Sedang Berlibur di Luar Negeri?

Bagaimana Langkah Mengurus Paspor yang Hilang atau Rusak Saat Sedang Berlibur di Luar Negeri?

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 09:34 WIB

Menikmati Jogja Lewat Rasa dan Sejarah: Dari Kuliner Kampung hingga Meditasi Jiwa

Menikmati Jogja Lewat Rasa dan Sejarah: Dari Kuliner Kampung hingga Meditasi Jiwa

Jakarta | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 09:26 WIB

Soroti Tata Kelola Negara, Emak-Emak di Yogyakarta: Remuk!

Soroti Tata Kelola Negara, Emak-Emak di Yogyakarta: Remuk!

Jogja | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 09:10 WIB

Bukan Soal Anti Asing, Ini Alasan Standar Halal Indonesia Bikin Negara Maju Ketar-ketir!

Bukan Soal Anti Asing, Ini Alasan Standar Halal Indonesia Bikin Negara Maju Ketar-ketir!

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 08:55 WIB

×