facebook

Bikin Parodi Video Salt Bae, Penjual Mie di Vietnam Ini Dipanggil Polisi

Reza Gunadha | Hikmawan Muhamad Firdaus
Bikin Parodi Video Salt Bae, Penjual Mie di Vietnam Ini Dipanggil Polisi
Green Onion Bae asal Vietnam yang memicu pemanggilan polisi.[Facebook]

Penjual mie tersebut dipanggil polisi setelah memposting video itu di Facebook.

Suara.com - Seorang pria yang memposting video dan meniru gaya Nusret Gökçe, atau "Salt Bae" dipanggil polisi Vietnam.

Menyadur The Independent Kamis (18/11/2021), Bui Tuan Lam, penjual mie daging sapi berusia 38 tahun dari Danang, mengatakan dia tidak bermaksud mengejek siapa pun dalam videonya.

Video tersebut menunjukkan dia mengiris daging sapi rebus dan menaburkan daun bawang ke dalam semangkuk sup mie.

Bui Tuan Lam menyebut dirinya sebagai Green Onion Bae dalam sebuah postingan di akun Facebook-nya.

Baca Juga: Bobby Nasution Bentuk Tim Etik Usut Dugaan Petugas Dishub Joget Sambil Pamer Uang

"Video yang saya buat untuk bersenang-senang dan untuk mengiklankan toko mie daging sapi saya. Lebih banyak pelanggan datang sejak saya mempostingnya," kata Lam kepada Reuters.

Bui Tuan Lam mengatakan tidak jelas apakah pemanggilannya oleh polisi itu karena postingan videonya atau bukan.

Bui Tuan Lam mengatakan bahwa polisi sebelumnya sempat memanggilnya pada bulan April, tanpa menyebutkan alasannya.

Pada saat itu, dia secara terbuka mengkritik pihak berwenang dan mengatakan bahwa dia akan lebih bersuara untuk masyarakat yang lebih baik.

Baca Juga: Viral Remaja Ini Nekat Ganti Foto Keluarga Dengan Lisa Blackpink, Saudaranya Kaget

Pemanggilan Bui Tuan Lam terjadi beberapa hari setelah seorang pejabat Vietnam difilmkan sedang makan steak bertatahkan emas di restoran koki Turki di London.

Polisi Vietnam diketahui secara rutin memanggil aktivis dan kritikus Partai Komunis yang berkuasa untuk diinterogasi dan diperiksa.

Pemerintah telah meningkatkan tindakan kerasnya terhadap perbedaan pendapat dengan menangkap aktivis, jurnalis dan kritikus.

Menurut laporan, pemerintah mengadopsi pendekatan garis keras dalam membatasi perbedaan pendapat setelah Nguyen Phu Trong terpilih kembali sebagai ketua Partai Komunis awal tahun ini.

Lima jurnalis yang bekerja di situs berita online dijatuhi hukuman penjara pada bulan Oktober karena dianggap menyalahgunakan hak-hak demokrasi.

Putusan itu dikritik oleh Amerika Serikat, yang menuduh pemerintah Vietnam menindas kebebasan berekspresi.

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Komentar