Epidemiolog Sebut Vaksinasi Covid-19 Harus Tiga Dosis, Bukan Lagi Dua Dosis

Selasa, 23 November 2021 | 13:42 WIB
Epidemiolog Sebut Vaksinasi Covid-19 Harus Tiga Dosis, Bukan Lagi Dua Dosis
Program Vaksin Covid-19 Pfizer Dosis Pertama yang digelar LRT City Jatibening menggandeng Kelurahan Jatibening Baru, Bekasi, pada 27-28 Agustus 2021.

Suara.com - Epidemiolog dari Universitas Griffith Australia Dicky Budiman menilai vaksinasi Covid-19 dosis ketiga atau booster sangat penting dilakukan agar pandemi benar-benar terkendali.

Dicky bahkan menilai nantinya vaksinasi Covid-19 lengkap itu bukan lagi dua dosis, melainkan harus tiga dosis setiap orangnya.

"Ke depan definisi vaksinasi penuh Covid-19 ini akan tiga dosis, bukan dua dosis, artinya kita harus mempercepat cakupan vaksinasi kedua kita, apalagi lansia baru 40 persen, ini sangat rawan dan harus dikejar," kata Dicky saat dihubungi, Selasa (23/11/2021).

Dicky menyebut dalam beberapa studi sudah terlihat bahwa ada penurunan efektivitas vaksin Covid-19 saat lebih dari 4 bulan setelah penyuntikkan, makanya perlu dosis ketiga.

"Untuk lansia dalam beberapa studi 4 bulan sudah terjadi (penurunan), jadi pemberian booster ini menjadi sangat penting, lansia ini sudah lebih dari 6 bulan lalu, dan saat ini terjadi di eropa, jadi penurunan imunitas dari beberapa kelompok ini menjadi salah satu penyebab terjadinya lonjakan baru," ucapnya.

Namun, untuk tahap awal pemberian vaksin Covid-19 dosis ketiga harus diberikan kepada kelompok prioritas seperti lansia, pengidap komorbid, difabel, tenaga kesehatan, dan pekerja pelayan publik.

"Dosis ketiga ini urgent dilakukan pada kelompok yang beresiko, beresiko dari kondisi tubuh seperti lansia, komorbid, dan disabilitas, kemudian rawan dari kerjaannya seperti tenaga kesehatan dan pelayan publik, itu harus dikejar dan jadi prioritas utama," tutup Dicky.

Diketahui, pandemi Covid-19 telah menginfeksi 4.253.412 orang Indonesia, masih terdapat 8.126 kasus aktif, 4.101.547 orang sudah dinyatakan sembuh, dan 143.739 jiwa meninggal dunia.

Pemerintah juga telah menyuntikkan 134,462,219 dosis (64.56 persen) vaksin pertama dan 89,273,056 dosis (42.86 persen) vaksin kedua kepada masyarakat yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia.

Baca Juga: Satpol PP Awasi Pengunjung Kesawan City Walk Agar Taat Prokes

Sementara total sasaran vaksin adalah 208.265.720 atau 70 persen warga Indonesia yang ditargetkan Presiden Joko Widodo atau Jokowi harus selesai dalam waktu satu tahun untuk mencapai kekebalan kelompok atau herd immunity.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Jajal Seberapa Jawamu Lewat Tebak Kosakata Jatuh
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tebak Jokes Bapak-bapak, Cek Seberapa Lucu Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI