Invasi Jauh ke Lebanon Selatan, Israel Klaim Rebut Benteng Beaufort

Ronald Seger Prabowo

Senin, 01 Juni 2026 | 10:49 WIB
Invasi Jauh ke Lebanon Selatan, Israel Klaim Rebut Benteng Beaufort
Asap mengepul akibat serangan Israel di Lebanon selatan seperti yang terlihat dari sisi perbatasan Israel pada hari Minggu di tengah gencatan senjata antara Israel dan Lebanon. Pasukan Israel mengumumkan bahwa mereka telah merebut kembali Punggungan Beaufort yang strategis di utara Sungai Litani. [Foto oleh Atef Safadi/EPA]
baca 10 detik
  • Pasukan pertahanan Israel berhasil menduduki Benteng Beaufort dan wilayah strategis di utara Sungai Litani pada Senin, 1 Juni 2026.
  • Perdana Menteri Benjamin Netanyahu menegaskan operasi militer akan terus diperluas untuk memperdalam kendali di wilayah kekuasaan Hizbullah Lebanon.
  • Pemerintah Prancis mengecam tindakan militer Israel tersebut dan secara resmi telah meminta pertemuan darurat Dewan Keamanan PBB.

Suara.com - Pasukan Israel maju jauh ke Lebanon selatan dan diklaim merebut Benteng Beaufort dan daerah lain di utara Sungai Litani.

Melansir laman United Press International, Senin (1/6/2026), salah satu unit infanteri utama Pasukan Pertahanan Israel, berkibar di atas benteng di punggung bukit strategis sementara militan Hizbullah yang didukung Iran menghujani Israel utara dengan roket dan drone.

Ini adalah pertama kalinya pasukan Israel maju sejauh itu ke utara Litani sejak Mei 2000, ketika mereka meninggalkan Beaufort 18 tahun setelah merebutnya selama Perang Lebanon Pertama pada tahun 1982.

"Hari ini, kami kembali ke Beaufort dengan cara yang berbeda. Kami kembali bersatu, bertekad, dan lebih kuat dari sebelumnya," kata Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu.

"Kami telah menghancurkan penghalang rasa takut. Kami mengambil inisiatif, kami beroperasi di semua lini di Suriah, di Gaza, di Lebanon. Kami telah membangun zona keamanan di luar perbatasan kami untuk melindungi komunitas kami," tambahnya.

Netanyahu juga memperingatkan bahwa IDF akan memperluas serangan di Lebanon dan telah diinstruksikan untuk memperdalam dan memperluas kendali di tempat-tempat yang berada di bawah kendali Hizbullah.

"Meskipun ada kesepakatan gencatan senjata yang sedang berlangsung antara Israel dan Lebanon," jelas dia.

Menteri Luar Negeri Prancis Jean-Noël Barrot mengatakan negaranya telah meminta pertemuan darurat Dewan Keamanan PBB mengenai operasi militer Israel di Lebanon.

"Tidak ada yang dapat membenarkan perpanjangan operasi militer (Israel) di Lebanon dan pendudukan wilayah Lebanon yang semakin dalam," katanya kepada stasiun televisi Prancis BFMTV.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Konflik Israel - Lebanon Memanas, Harga Minyak Dunia Melonjak Lebih dari 2 persen

Konflik Israel - Lebanon Memanas, Harga Minyak Dunia Melonjak Lebih dari 2 persen

Bisnis | Senin, 01 Juni 2026 | 10:23 WIB

Idul Adha Berdarah di Gaza! Drone Israel Tewaskan Dokter Senior dan Warga Sipil

Idul Adha Berdarah di Gaza! Drone Israel Tewaskan Dokter Senior dan Warga Sipil

News | Senin, 01 Juni 2026 | 08:19 WIB

Mengapa Arab Saudi Tidak Mendukung Iran?

Mengapa Arab Saudi Tidak Mendukung Iran?

News | Jum'at, 29 Mei 2026 | 10:10 WIB

Terkini

Pangeran William dan Keir Starmer Sangat Kecewa Setelah Inggris Gagal ke Final Piala Dunia 2026

Pangeran William dan Keir Starmer Sangat Kecewa Setelah Inggris Gagal ke Final Piala Dunia 2026

News | Kamis, 16 Juli 2026 | 08:49 WIB

Eks Jenderal TNI Jadi Bos Peruri, Ini Alasan BP BUMN

Eks Jenderal TNI Jadi Bos Peruri, Ini Alasan BP BUMN

Bisnis | Kamis, 16 Juli 2026 | 08:47 WIB

5 Cara Atasi Pompa Air Nyala Tapi Air Tidak Mau Naik, Gratis Tanpa Panggil Tukang Servis

5 Cara Atasi Pompa Air Nyala Tapi Air Tidak Mau Naik, Gratis Tanpa Panggil Tukang Servis

Lifestyle | Kamis, 16 Juli 2026 | 08:43 WIB

Usai Dicek FBI, Don Ritto Berikut Tumpukan Emas dan Dolar Dilimpahkan ke Kejagung Besok!

Usai Dicek FBI, Don Ritto Berikut Tumpukan Emas dan Dolar Dilimpahkan ke Kejagung Besok!

News | Kamis, 16 Juli 2026 | 08:40 WIB

Resmi! Iran Siap Angkat Senjata Melawan Amerika Serikat

Resmi! Iran Siap Angkat Senjata Melawan Amerika Serikat

News | Kamis, 16 Juli 2026 | 08:39 WIB

DBS Indonesia Ramal IHSG Tembus 8.000, Rupiah Bisa Menguat ke Level Rp17.600

DBS Indonesia Ramal IHSG Tembus 8.000, Rupiah Bisa Menguat ke Level Rp17.600

Bisnis | Kamis, 16 Juli 2026 | 08:36 WIB

Hyunsuk CIX Gabung Study Group 2, Bakal Jadi Musuh Utama Hwang Minhyun

Hyunsuk CIX Gabung Study Group 2, Bakal Jadi Musuh Utama Hwang Minhyun

Your Say | Kamis, 16 Juli 2026 | 08:30 WIB

Hilang 3 Hari, Eks Sales Rokok di Nganjuk Ditemukan Terkubur Tak Wajar di Pekarangan Rumah

Hilang 3 Hari, Eks Sales Rokok di Nganjuk Ditemukan Terkubur Tak Wajar di Pekarangan Rumah

Jatim | Kamis, 16 Juli 2026 | 08:28 WIB

3 Zodiak Paling Dibenci karena Sifatnya yang Nyebelin, Ada Favoritmu?

3 Zodiak Paling Dibenci karena Sifatnya yang Nyebelin, Ada Favoritmu?

Lifestyle | Kamis, 16 Juli 2026 | 08:27 WIB

Modernisasi Pelabuhan Dorong Efisiensi Distribusi Pupuk Nasional

Modernisasi Pelabuhan Dorong Efisiensi Distribusi Pupuk Nasional

Bisnis | Kamis, 16 Juli 2026 | 08:27 WIB

×