facebook

Soal ASN Dapat Bansos, Mardani Ali: Data Pemerintah Amburadul, Kemensos Tak Bisa Sendiri

Reza Gunadha | Fita Nofiana
Soal ASN Dapat Bansos, Mardani Ali: Data Pemerintah Amburadul, Kemensos Tak Bisa Sendiri
Anggota Komisi II DPR RI Mardani Ali Sera. (Dok : DPR)

Mardani Ali kritik pendataan pemerintah terkait ASN yang mendapatkan Bansos.

Suara.com - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI Partai Keadian Sejahtera (PKS), Mardani Ali Sera kritisi pendataan pemerintah terkait program bantuan sosial (Bansos). Hal ini dinyatakan oleh Mardani Ali Sera sendiri melalui akun Twitternya Selasa (23/11/2021).

Merujuk pada pemberitaan tentang KemenPAN RB yang menindaklanjuri puluhan ribu Aparatur Sipil Negara (ASN) yang menerima bansos pemerintah, Mardani menyatakan bahwa pengelolaan data pemerintah masih amburadul. 

"Temuan ini kembali menunjukkan amburadulnya pengelolaan data penerima bantuan oleh pemerintah. Kesalahan dalam penyertaan data merupakan salah satu kekurangan program bansos," tulis Mardani.  

"Data adalah hal mendasar karena berpengaruh pada penghitungan anggaran, transfer ke daerah, penyaluran dan pengadaan," tambahnya. 

Baca Juga: Tak Layak, 895 Data Calon Penerima Bansos Dicoret Pemkot Jogja

Menurutnya, Kementerian Sosial (Kemensos) tidak bisa memperbaiki data mereka hanya sendiri tanpa integrasi dengan data Kementerian dalam Negeri (Kemendagri).

Ia juga menyatakan bahwa pemerintah harus mengecek berbagai jenis pekerjaan [warga negara] agar yang tidak berhak menerima bansos tidak akan menerimanya. 

"Tidak bisa ditawar, pemerintah harus bisa mengecek berbagai jenis pekerjaan yang seharusnya tidak berhak atas bansos tapi justru menerimanya," tulis Mardani. 

Cuitan Mardani Ali (twitter.com/MardaniAliSera)
Cuitan Mardani Ali (twitter.com/MardaniAliSera)

Mardani menunjukkan bahwa pemerintah pusat dan daerah perlu duduk bersama untuk membenahi masalah pendataan dan jangan saling menyalahkan. 

"Termasuk pada aspek Big Data (Data Raya) dan single ID number. Mesti ada keinginan duduk bersama lintas lembaga dan merapikan data masyarakat hingga hanya ada satu data dan bisa dipakai lintas Kementerian/Lembaga," imbuhnya. 

Baca Juga: Kafe di Atas Saluran Air Kemang Mulai Pindahkan Barang

Puluhan Ribu ASN dapat Bansos

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Komentar