alexametrics

Warga DKI Masih Buang Tinja ke Kali, Ferdinand: Katanya Kota Tersehat di Dunia

Dany Garjito | Ruth Meliana Dwi Indriani
Warga DKI Masih Buang Tinja ke Kali, Ferdinand: Katanya Kota Tersehat di Dunia
Ferdinand Hutahaean. [YouTube Ferdinand Hutahaean]

"Bisa ngasih dana hibah ke LSM yang dinikmati sekelompok orang. Tapi nyiapin kebutuhan rakyat kok minta sumbangan," kritik warganet.

Suara.com - Mantan Politisi Partai Demokrat, Ferdinand Hutahaean memberikan kritikan tajam mengenai ratusan warga DKI Jakarta yang masih membuang tinja ke kali.

Kritikannya ini dibagikan di akun Twitter resmi Ferdinand, @FerdinandHaean3. Ia mengomentari sebuah headline mengenai kondisi di ibu kota Indonesia.

Judul berita itu adalah "Miris! Ratusan Warga DKI Masih Buang Tinja ke Kali, Wagub Ariza: Yang Mampu Membantu". Ferdinand lantas memberikan sindiran menohok mengenai wilayah DKI Jakarta yang disebut sebagai kota tersehat di dunia.

Menurutnya, kota sehat di dunia tidak pantas diberikan ke DKI Jakarta setelah ratusan warga masih membuang tinja ke kali. Ia juga menyebut aksi warga yang membuang tinja di kali menjijikan.

Baca Juga: Bukan Selingkuh, Warganet Curhat Diputusi Pacarnya Akibat Tak Mau Makan Pecel

"Katanya Jakarta kota tersehat di dunia. Beginikah kota yang sehat? Jorok!" kritik Ferdinand Hutahaean seperti dikutip Suara.com, Rabu (24/11/2021).

Ferdinand Hutahaean Sindir Menohok Ratusan Warga DKI Buang Tinja di Kali. (Twitter/@FerdinandHaean3)
Ferdinand Hutahaean Sindir Menohok Ratusan Warga DKI Buang Tinja di Kali. (Twitter/@FerdinandHaean3)

Sebagai informasi, kondisi itu terjadi di permukiman warga Kelurahan Rambutan dan Ciracas, Jakarta Timur. Penyebab warga masih membuang tinja di kali karena permasalahan sanitasi.

Adapun cuitan Ferdinand itu sendiri telah mendapatkan atensi publik. Hingga berita ini dipublikasikan, cuitan itu sedikitnya telah di-retweet 80 kali dan mendapatkan 280 ribu tanda suka.

Warganet juga membanjiri kolom komentar cuitan kritikan Ferdinand tersebut. Mereka menuliskan beragam pendapat mengenai ratusan warga ibu kota yang masih membuang tinja di kali.

"Saya orang Semarang pak. Dulu kota kami juga pernah demikian. Alhamdulillah, sejak ada pengerukan kali dan semakin memperbaiki diri, sekarang tak ada lagi kota Semarang yang banjir dan jorok," komentar warganet.

Baca Juga: Viral Pesan Gaun Akad Endingnya Tak Sesuai Contoh, Netizen Ikutan Bingung yang Salah Siapa

"Kenapa duit yang dihibah-hibahin itu gak buat ini?" tanya warganet.

"Tuh dana formula E buat bikin WC umum secara komunal di setiap dasawisma kan cukup lah," tambah yang lain.

"Bisa ngasih dana hibah ke LSM yang dinikmati sekelompok orang. Tapi nyiapin kebutuhan rakyat kok minta sumbangan. Bisa lebih serius kerja untuk rakyat gak sih, pak wagub," sindir warganet.

"Emang APBD DKI dikemanakan Pak Riza Patria? Rp 85 Triliun itu buanyaaak banget lho duitnya," timpal lainnya.

"Lah pemkot DKI kan sudah dikasih anggaran. Bukannya untuk bantu warga malah dihibahin ke LSM demi kepentingan pribadi," kritik warganet.

Warga DKI Buang Tinja ke Kali Karena Permasalahan Sanitasi

Pemerintah Kota Jakarta Timur mencari solusi atas permasalahan sanitasi di permukiman warga Kelurahan Rambutan dan Ciracas, dengan mengajak dialog seluruh lapisan masyarakat.

Sekretaris Kota Jakarta Timur, Fredy Setiawan mengatakan masih adanya kasus warga di wilayah tersebut yang membuang tinja ke kali menjadi perhatian serius dari pemerintah kota.

"Ini perlu libatkan semua peran masyarakat, seperti RT/RW, dasawisma. Nanti, melalui camat dan lurah juga disosialisasikan ke warga. Ada yang namanya sanitasi berbasis masyarakat, itu yang nanti disosialisasikan ke masyarakat," kata Fredy di Jakarta, Selasa (23/11/2021).

Fredy menambahkan pihaknya juga akan melakukan pengecekan di permukiman warga yang masih membuang tinja ke kali akibat belum memiliki tangki septik.

"Nanti kami akan cek dengan lurah dan camat karena kan kami juga punya program stop buang air besar sembarangan (BABS). Kalau ada masukan ini kami cek kepastiannya," ujar Fredy.

Dia mengatakan bahwa apabila memungkinkan nantinya pemerintah kota akan membangun tangki septik komunal di wilayah permukiman yang warganya masih membuang tinja ke kali.

"Itu memungkinkan karena kami punya program itu. Nanti pihak terkait dilibatkan tidak hanya Sudin Kesehatan saja tapi juga kami bisa bermitra dengan pihak ketiga," tutur Fredy.

Sebelumnya berdasarkan data terbaru Kecamatan Ciracas dilaporkan masih ada 406 keluarga di Kelurahan Rambutan dan Kelurahan Ciracas yang masih membuang tinja ke kali.

Komentar