Uber Kanada Tawarkan Fasilitas Pesan Ganja secara Legal dan Online

Reza Gunadha, Hikmawan Muhamad Firdaus

Rabu, 24 November 2021 | 13:49 WIB
Uber Kanada Tawarkan Fasilitas Pesan Ganja secara Legal dan Online
Ilustrasi ganja. (Pixabay)

Suara.com - Aplikasi taksi online Uber membuat inovasi baru yang dapat membantu penggunanya di Ontario Kanada untuk memesan ganja secara online.

Menyadur The Independent Rabu (24/11/2021), perusahaan jaringan transportasi yang berbasis di San Francisco tersebut, mengatakan bahwa mereka bermitra dengan pengecer ganja Tokyo Smoke.

Pelanggan dapat memesan ganja dari aplikasi Uber Eats dan kemudian mengambilnya dari 50 lokasi jaringan apotek mana pun di Ontario.

Pelanggan dapat mengambil pesanan dalam waktu satu jam, namun sebelumnya harus menunjukkan identitas ketika mereka mengambil pesanan.

Menurut Uber, kemitraan ini akan membantu orang dewasa di Kanada membeli ganja secara legal dan aman, sehingga membantu memerangi pasar gelap dan ilegal.

"Kami bermitra dengan para pemimpin industri seperti Tokyo Smoke untuk menawarkan pilihan yang aman dan nyaman bagi warga Ontario untuk membeli ganja legal," kata Lola Kassim, manajer umum Uber Eats Canada.

Pengiriman ganja oleh pihak ketiga seperti Uber Eats belum legal di Kanada, tetapi penyedia layanan pembayaran dapat menerima transaksi karena konsumsi ganja di negara tersebut legal.

"Kami akan terus mencermati regulasi dan peluang pasar demi pasar. Dan seiring dengan berkembangnya undang-undang lokal dan federal, kami akan menjajaki peluang dengan pedagang yang beroperasi di wilayah lain," kata juru bicara Uber kepada Reuters.

Menurut data dari perusahaan riset industri BDS Analytics, penjualan ganja di Kanada mencapai 4 miliar dolar (Rp 57,1 triliun) pada tahun 2021 dan kemungkinan akan tumbuh menjadi 6,7 miliar dolar (Rp 95,5 triliun) pada tahun 2026.

baca juga

Uber, yang telah mengirimkan minuman keras, bahan makanan, dan makanan melalui aplikasi Uber Eats, telah mengawasi pasar ganja selama beberapa waktu.

Pada bulan April, kepala eksekutif Uber Dara Khosrowshahi mengatakan kepada CNBC bahwa perusahaan akan mempertimbangkan untuk menyediakan layanan pengiriman ganja ketika hukum di AS sudah jelas.

"Kami melihat begitu banyak peluang di luar sana, dan kami akan fokus pada peluang yang ada," kata Khosrowshahi.

Sebelumnya, Uber mengumumkan pada bulan Februari bahwa mereka akan membeli perusahaan pengiriman alkohol Drizly seharga 1,1 miliar dolar (Rp 15,6 triliun) dalam bentuk saham dan uang tunai.

Meskipun ganja ilegal menurut hukum federal di AS, setidaknya 18 negara bagian, termasuk District of Columbia, telah melegalkan ganja rekreasi.

Menurut perusahaan riset ganja Flowhub, penjualan ganja di California, Alaska, Oregon, dan Colorado naik 50 persen selama penguncian yang disebabkan oleh pandemi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kemungkinan Legalisasi Ganja di Pemerintahan Baru Jerman

Kemungkinan Legalisasi Ganja di Pemerintahan Baru Jerman

News | Sabtu, 20 November 2021 | 15:27 WIB

Kanada Diterjang Banjir Besar, 18 Ribu Jiwa Terlantar

Kanada Diterjang Banjir Besar, 18 Ribu Jiwa Terlantar

Sumbar | Jum'at, 19 November 2021 | 19:43 WIB

Banjir Besar Landa Kanada, 18 Ribu Orang Terlantar

Banjir Besar Landa Kanada, 18 Ribu Orang Terlantar

News | Jum'at, 19 November 2021 | 11:53 WIB

Terkini

Kebakaran Empat Lawang, 20 Rumah Terdampak dan Kerugian Tembus Rp5,2 Miliar

Kebakaran Empat Lawang, 20 Rumah Terdampak dan Kerugian Tembus Rp5,2 Miliar

Sumsel | Senin, 10 Agustus 2026 | 23:52 WIB

3 Pelaku Begal Polisi di Palembang Ternyata Ayah, Anak dan Seorang Perempuan

3 Pelaku Begal Polisi di Palembang Ternyata Ayah, Anak dan Seorang Perempuan

Sumsel | Senin, 10 Agustus 2026 | 23:31 WIB

Jadi Ojek Pangkalan, Polisi di Palembang Ditusuk 4 Kali dan Motornya Dibawa Kabur Begal

Jadi Ojek Pangkalan, Polisi di Palembang Ditusuk 4 Kali dan Motornya Dibawa Kabur Begal

Sumsel | Senin, 10 Agustus 2026 | 23:07 WIB

Kemiskinan Sumsel Turun, Garis Kemiskinan Naik 3,15 Persen Jadi Rp628 Ribu Per Bulan

Kemiskinan Sumsel Turun, Garis Kemiskinan Naik 3,15 Persen Jadi Rp628 Ribu Per Bulan

Sumsel | Senin, 10 Agustus 2026 | 22:59 WIB

Kasus Iklan BJB, Ada Dugaan Aliran Dana ke Lisa Mariana Lewat Pihak Nominee

Kasus Iklan BJB, Ada Dugaan Aliran Dana ke Lisa Mariana Lewat Pihak Nominee

News | Senin, 10 Agustus 2026 | 22:22 WIB

KPK Tahan Bos-Bos Iklan Bank BJB, Dirut Yuddy Renaldi Mendadak Sakit Saat Akan Dibui

KPK Tahan Bos-Bos Iklan Bank BJB, Dirut Yuddy Renaldi Mendadak Sakit Saat Akan Dibui

News | Senin, 10 Agustus 2026 | 22:10 WIB

BRI Beri Diskon Spesial Seminar Johnny Andrean Lewat Aplikasi BRImo

BRI Beri Diskon Spesial Seminar Johnny Andrean Lewat Aplikasi BRImo

Bri | Senin, 10 Agustus 2026 | 22:07 WIB

Menuju IFRC 2026, ERT NHM Perdalam Teknik dan Strategi Penyelamatan

Menuju IFRC 2026, ERT NHM Perdalam Teknik dan Strategi Penyelamatan

Jakarta | Senin, 10 Agustus 2026 | 22:07 WIB

Gelar Dicopot! Profil Menantu Sultan Brunei yang Bikin Penasaran Publik, Ternyata Ini Kasusnya

Gelar Dicopot! Profil Menantu Sultan Brunei yang Bikin Penasaran Publik, Ternyata Ini Kasusnya

News | Senin, 10 Agustus 2026 | 21:53 WIB

PSSI Murka! Justin Hubner dan Keluarga Jadi Sasaran Ancaman, Publik Diminta Hentikan Serangan

PSSI Murka! Justin Hubner dan Keluarga Jadi Sasaran Ancaman, Publik Diminta Hentikan Serangan

Bola | Senin, 10 Agustus 2026 | 21:53 WIB

×