Varian Delta Mutasi sampai Punah, Gejala Aneh Sebabkan Kasus Jepang Anjlok?

Siswanto | BBC | Suara.com

Jum'at, 26 November 2021 | 12:20 WIB
Varian Delta Mutasi sampai Punah, Gejala Aneh Sebabkan Kasus Jepang Anjlok?
BBC

Suara.com - Bulan Agustus lalu, Jepang dilanda gelombang kelima dan terbesar virus corona sejak awal pandemi tahun lalu. Ketika itu, angka kasus positif tercatat lebih dari 26.000 per hari, empat kali lipat lebih tinggi dibandingkan sebelumnya.

Lonjakan kasus ini terjadi karena varian Delta yang melanda seluruh dunia, termasuk Jepang.

Namun bulan itu ternyata menjadi titik balik bagi negara Sakura itu. Dalam waktu dua bulan dari puncak gelombang itu, kasus rata-rata saat ini di bawah 100 per hari.

Para ilmuwan mengetahui bahwa kenaikan tajam kasus Covid-19 karena varian Delta, namun mereka masih belum paham mengapa kasus turun tajam sementara negara-negara lain masih terus berjuang menghadapi kenaikan kasus.

Baca juga:

Para peneliti dari Institut Genetika Jepang, mengatakan varian Delta kemungkinan bermutasi sendiri sampai menjadi punah di Jepang.

Menurut Ituro Inoue dan koleganya dari Institut Genetika kepada Japan Times, virus itu bermutasi sedemikian rupa sehingga terjadi kesalahan dalam genetika sampai tidak lagi berreplikasi.

"Kami benar-benar terkejut dengan temuan ini," kata Inoue.

Sejumlah penyebab

Ada beberapa hipotesa di balik anjloknya kasus di tengah penyebaran varian Delta ini.

Lebih dari 75% penduduk telah divaksin di Jepang sementara protokol kesehatan seperti jaga jarak dan penggunaan masker diikuti secara tertib oleh masyarakat, menurut laporan media setempat.

Namun negara-negara lain yang melakukan protokol yang sama tetap mencatat kenaikan kasus Covid.

Di Spanyol, misalnya, 80% penduduk telah mendapat vaksinasi penuh dan masker juga tetap dipakai di tempat-tempat tertutup.

Namun Spanyol mencatat sekitar 7.000 kasus per hari.

Perbandingan inilah yang membuat para ilmuwan Jepang menyimpulkan bahwa varian Delta "bermutasi sampai punah".

"Varian Delta sangat menular di Jepang dibandingkan dengan varian lain. Namun di tengah akumulasi ini, kami yakin varian ini tak bisa lagi bermutasi," kata Ituro Inoue.

"Dengan melihat bahwa kasus tak lagi naik, kami percaya pada proses mutasi ini, virus itu langsung mengarah ke punah dengan sendirinya," tambahnya.

Teori Inoue ini memberikan sedikit gambaran mengapa varian Delta di Jepang tiba-tiba hilang.

Pertimbangan ini juga dilihat berdasarkan apa yang terjadi di negara-negara Barat dengan tingkat vaksinasi cukup tinggi, namun harus menerapkan karantina.

Namun kasus di Jepang ini unik karena kasus Covid benar-benar anjlok walaupun transportasi umum seperti kereta dan restoran penuh sejak kondisi darurat berakhir Oktober lalu.

Proses biasa

Berbagai varian Covid hilang dengan sendirinya setelah melanda sejumlah negara.

"Ini terjadi selalu pada virus yang melanda hewan dan manusia, Perlu diingat bahwa varian alpha, beta dan gamma sebagian besar tergantikan oleh varian Delta," kata pakar virus Julian Tang, dari Universitas Leicester, Inggris kepada BBC Mundo.

"Mungkin ada imunitas penduduk Jepang yang menyebabkan perubahan reaksi virus. Suatu saat nanti, kita akan perhatikan apa yang terjadi negara lain juga," tambah Tang.

Studi sebelumnya menunjukkan bahwa lebih banyak orang di Asia yang memiliki sistem ketahanan enzim yang disebut APOBEC3A yang menyerang berbagai virus berbeda, termasuk virus corona yang menyebabkan Covid-19. Ketahanan ini berbeda dengan warga di Afrika dan Eropa.

Dengan cara ini, para peneliti dari Insitut Genetika Jepang dan Universitas Niigata mempelajari apakah enzim ini menghentikan aktivitas virus corona.

Tim membandingkan data genetika berbeda untuk varian Delta dan Alpha dalam sampel klinis di Jepang antara Juni dan Oktober.

Selama studi itu, para ilmuwan meneliti mutasi virus yang tampak berhenti saat berkembang, dan tak aktif lagi, sehingga virus berhenti bereplikasi.

"Mereka menemukan mutasi pada protein nsp14, yang terkait dengan perubahan dalam replikasi. Bila lebih banyak mutasi terjadi dalam protein ini, maka virus dapat menjadi tidak aktif," kata Profesor José Manuel Bautista, pakar biologi molekuler Universitas Madrid di Spanyol.

Walaupun Bautista yakin bahwa penurunan kasus juga terbantu faktor lain seperti tingginya angka vaksinasi dan protokol kesehatan, anjloknya penularan di Jepang merupakan sesuatu yang menonjol.

"Turunnya kasus cukup dramatis dan menunjukkan bahwa teori varian ini rusak dengan sendirinya, mungkin terjadi," tambah Bautista.

Walaupun ada penurunan tajam kasus Covid-19 di Jepang, para ilmuwan tetap berhati-hati dan menghindar membuat diagnosa apa yang mungkin terjadi di masa depan.

Pandemi virus corona secara konstan berevolusi dan menunjukkan bahwa walaupun program vaksinasi dan protokol kesehatan diterapkan, dunia masih belum aman dari pandemi baru ini.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Studi Inggris: Risiko Long Covid Akibat Varian Omicron Lebih Rendah Dibanding Varian Delta

Studi Inggris: Risiko Long Covid Akibat Varian Omicron Lebih Rendah Dibanding Varian Delta

Health | Minggu, 19 Juni 2022 | 11:10 WIB

Varian Omicron Lebih Kecil Risikonya Sebabkan Long Covid-19, Ini Temuan Peneliti!

Varian Omicron Lebih Kecil Risikonya Sebabkan Long Covid-19, Ini Temuan Peneliti!

Health | Jum'at, 17 Juni 2022 | 18:29 WIB

Hadapi BA.4 dan BA.5, Epidemiolog Sebut Indonesia Punya 'Keuntungan' Pernah Alami Lonjakan Varian Delta

Hadapi BA.4 dan BA.5, Epidemiolog Sebut Indonesia Punya 'Keuntungan' Pernah Alami Lonjakan Varian Delta

Health | Selasa, 14 Juni 2022 | 19:49 WIB

Terkini

Raih KWP Awards, Legislator NasDem Arif Rahman: Anggota DPR Harus Selalu Turun ke Rakyat

Raih KWP Awards, Legislator NasDem Arif Rahman: Anggota DPR Harus Selalu Turun ke Rakyat

News | Kamis, 16 April 2026 | 22:49 WIB

Megawati Beri Hard Warning ke Kader PDIP: Jangan Korupsi,Turun ke Bawah!

Megawati Beri Hard Warning ke Kader PDIP: Jangan Korupsi,Turun ke Bawah!

News | Kamis, 16 April 2026 | 22:36 WIB

Petugas PPSU di Pejaten Barat Tewas Ditabrak Mobil Saat Sedang Menyapu

Petugas PPSU di Pejaten Barat Tewas Ditabrak Mobil Saat Sedang Menyapu

News | Kamis, 16 April 2026 | 22:15 WIB

Aksi Kamisan ke-904, Sumarsih: Perjuangan Ini Lahir dari Cinta

Aksi Kamisan ke-904, Sumarsih: Perjuangan Ini Lahir dari Cinta

News | Kamis, 16 April 2026 | 22:12 WIB

Bukan Sekadar Pajangan, Andre Rosiade Dedikasikan Penghargaan KWP Awards 2026 untuk Rakyat Sumbar

Bukan Sekadar Pajangan, Andre Rosiade Dedikasikan Penghargaan KWP Awards 2026 untuk Rakyat Sumbar

News | Kamis, 16 April 2026 | 22:00 WIB

Misteri Kerangka Manusia Nyangkut di Sampah Citarum, Ciri Kawat Jadi Kunci

Misteri Kerangka Manusia Nyangkut di Sampah Citarum, Ciri Kawat Jadi Kunci

News | Kamis, 16 April 2026 | 21:45 WIB

Sapu Jalan Berujung Maut: Petugas PPSU Tewas Ditabrak Mobil Oleng di Pejaten

Sapu Jalan Berujung Maut: Petugas PPSU Tewas Ditabrak Mobil Oleng di Pejaten

News | Kamis, 16 April 2026 | 21:26 WIB

Petani Tembakau Madura Desak Pemerintah Ubah Kebijakan Rokok Ilegal

Petani Tembakau Madura Desak Pemerintah Ubah Kebijakan Rokok Ilegal

News | Kamis, 16 April 2026 | 21:20 WIB

DKI Jakarta Berangkatkan 7.819 Jemaah Haji, Pemprov Siapkan 117 PPIH

DKI Jakarta Berangkatkan 7.819 Jemaah Haji, Pemprov Siapkan 117 PPIH

News | Kamis, 16 April 2026 | 21:03 WIB

Tangisan Anak di Serpong Utara Ungkap Penemuan Jasad Wanita Dalam Rumah

Tangisan Anak di Serpong Utara Ungkap Penemuan Jasad Wanita Dalam Rumah

News | Kamis, 16 April 2026 | 20:56 WIB