alexametrics

Pendamping PKH Sukses Dampingi Anak KPM Jadi Seorang Prajurit TNI

Fabiola Febrinastri | Restu Fadilah
Pendamping PKH Sukses Dampingi Anak KPM Jadi Seorang Prajurit TNI
Dok: Kemensos

Tugas seorang pendamping harus lebih jeli melihat potensi pada diri anak-anak KPM.

Suara.com - Program Keluarga Harapan (PKH) telah mendulang kesuksesan. Upaya penanggulangan kemiskinan yang diinisiasi oleh Kementerian Sosial (Kemensos) ini membantu keluarga miskin di tanah air bisa mandiri, berdaya secara ekonomi serta tahap berikutnya digraduasi.


Hal itulah yang dirasakan pasangan suami-istri, Busa Lawa dan Olif, Keluarga Penerima Manfaat (KPM), di mana anak pertamanya Febriyantho dinyatakan lulus seleksi calon tamtama TNI dan akan mengikuti pendidikan selama tujuh bulan.

Pendamping PKH Kecamatan Kulawi Selatan, Azis Wilkerson menyatakan bahwa keluarga asal Desa Sungku, Kecamatan Kulawi Selatan, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah bersyukur atas bantuan PKH yang telah membantu anaknya sukses.

"Hari ini Tuhan telah merubah nasibmu dan suatu saat nanti jika kembali jangan pernah berubah, itu berkat mujizat, serta atas bantuan PKH, " ujar Azis Wilkerson.

Baca Juga: Bank Sampah Kumala Menyulap Barang Sisa Menjadi Bermakna

Awal cerita dimulai saat Febriyantho menyampaikan niat ingin menjadi seorang prajurit TNI dengan serius, Azis merespon dengan melakukan pendampingan, melatih renang dan mengurus dokumen selama dua bulan sebelum pendaftaran.

"Ingat ibumu merasa berbangga, dia tidak pernah menyangka melahirkan seorang anak yang nantinya menjadi prajurit TNI kebanggaan keluarga," ujar Azis, haru.

Koordinator Wilayah I PKH Sulawesi Tengah, Saiful Bakri, merasa bangga dalam proses pendampingan tidak hanya menitikberatkan penerimaan bantuan sosial tetapi lebih pada perhatian pendamping terhadap anak KPM yang memiliki potensi menjadi aparat negara.

"Alhamdulillah, ada anak KPM PKH yang dinyatakan lulus seleksi prajurit TNI dan jadi kebanggaan bahwa pendamping PKH tidak hanya pendamping bantuan sosial, tapi lebih dari apa yang harus dilakukan," tandas Saiful.

Tugas seorang pendamping harus lebih jeli melihat potensi pada diri anak - anak KPM dengan memberikan ruang, kesempatan dan mendorong mengejar cita-cita mereka mewujudkan masa depan gemilang.

Baca Juga: Mudah, Begini Cara Daftar Bantuan Lewat Aplikasi Cek Bansos

"Ke depan, semoga banyak lagi lahir dari anak-anak KPM yang memberikan rasa kebanggaan bagi keluarga dan daerah dengan berbagai prestasi, tidak hanya menjadi prajuti TNI tapi di bidang yang lain, " harap Saiful.

Komentar