Bank Sampah Kumala Menyulap Barang Sisa Menjadi Bermakna

Fabiola Febrinastri, Restu Fadilah

Jum'at, 26 November 2021 | 20:35 WIB
Bank Sampah Kumala Menyulap Barang Sisa Menjadi Bermakna
Menteri Sosial, Tri Rismaharini. (Dok: Kemensos)

Suara.com - Ada yang menarik dalam peresmian Sentra Kreasi ATENSI 5R++ (Reuse, Reduce, Recycle, Resale dan Reshare) Kumala, Tanjung Priok, Jakarta Utara pada pertengahan November lalu. Tepat di belakang Koperasi Serba Usaha yang dikelola Yayasan Kumala, sebuah area seluas 8x10 meter dimanfaatkan untuk mengolah sisa-sisa barang yang tidak terpakai.

Sekumpulan karung berisi botol PET, gelas dan wadah plastik, tutup botol, serta kardus diikat rapi dengan tali rafia. Sementara puluhan galon-galon kosong dan pallet kayu bekas berjejer sesuai dengan jenisnya masing-masing di ruang pemilahan.

Sejak didirikan lima tahun silam, Bank Sampah Kumala memiliki 379 Penerima Manfaat (PM) yang terdiri dari warga dan pemulung sekitar Tanjung Priok. Tak hanya memilah sampah untuk dijual kembali ke pengepul, Bank Sampah Unit Terbaik di Provinsi DKI Jakarta tahun 2019 ini juga mengarahkan binaannya untuk produktif secara ekonomi.

“Kami mengajarkan Penerima Manfaat (PM) untuk membuat handycraft agar perekonomian mereka terangkat dan tidak menjadi pemulung saja,” kata Subur, Koordinator Lapangan Bank Sampah Kumala saat ditemui di Jakarta Utara pada Senin, (8/11/2021) lalu.

Menggunakan dua mesin press hidrolik yang diperuntukkan dalam pengepresan botol plastik, satu mesin pemotong ring gelas plastik dan satu set alat pengolah bubut kayu bekas, PM Bank Sampah Kumala telah melahirkan berbagai produk hasil kreatifitas kreatif, seperti gelas kuksa kopi, piring dan sendok, tempat kopi, papan nama, serta pot dan vas bunga, yang dijual berkisar Rp45.000 hingga Rp200.000.

“Semua produk tersebut dipamerkan di Gallery K’Qta (Karya Kita) dan bisa dibeli langsung atau melalui akun Instagram Saung Kumala,” kata Subur.

Selain menghasilkan produk kreatif, Bank Sampah Kumala juga mengajak PM untuk menabung. Ada dua jenis tabungan, yakni tabungan uang, dimana tidak ada pemotongan biaya, dan tabungan sampah, dimana pemotongan biaya ditujukan untuk biaya operasional Bank Sampah Kumala.

“Sebelum bergabung, calon nasabah harus mengisi formulir persyaratan yang harus dibaca dan dipahami. Biasanya saya tanya dulu tujuan mereka bergabung. Kalau alasannya ingin menerima sembako atau ingin diperhatikan oleh yayasan, saya tolak karena saya tidak mau mereka jadi berharap,” jelas Subur.

Bank Sampah Kumala juga fleksibel dalam operasionalnya. Sebab para nasabah bebas menyetor sampah tanpa jumlah minimum dan bisa mengambil tabungannya sewaktu-waktu ada keperluan mendesak.

baca juga

“Satu ons tabungan sampah pun kami hitung. Mereka juga bisa mengambil sembako di koperasi, nanti saldo di tabungan bank sampahnya akan dipotong,” kata Subur.

Dalam seminggu, mobil operasional Bank Sampah Kumala menjemput tabungan sampah dari para nasabahnya di Kali Baru, Tanah Merah, Rawa Badak, Swasembada, dan Kebon Bawang.

“Mobil operasional Bank Sampah Kumala sangat aktif. Kadang dalam seminggu, satu area bisa sampai tiga kali penjemputan tabungan sampah karena selama pandemi, orang-orang semakin rajin menabung sampah,” tutur Subur.

Diakui Subur, dukungan Dindin Komarudin selaku Direktur Eksekutif Yayasan Kumala menjadi pemicu semangat para PM dalam menghasilkan karya kreatif dari pilah-pilah sampah dan menerapkan kebiasaan menabung.

“Abah (Dindin) sangat mendukung dan kerap memuji karya yang dibuat oleh anak-anak. Masyarakat juga ikut terbantu dengan adanya Bank Sampah Kumala,” kata Subur.

Harapannya, Bank Sampah Kumala akan semakin berkembang luas dan nasib para pemulung diperhatikan oleh pemerintah.

“Pemulung punya sesuatu yang ajaib dalam diri mereka, oleh karena itu saya ingin pemerintah peduli dengan nasib mereka,” kata Subur.

Bank Sampah Kumala diresmikan sebagai Sentra Kreasi ATENSI (SKA) oleh Menteri Sosial Tri Rismaharini beberapa waktu lalu. Tujuannya untuk mendorong pemberdayaan pemulung melalui penguatan kewirausahaan.

Sebanyak 34 orang pemulung dari Kalibaru Jakarta Utara diberikan pelayanan dasar dan pembinaan, peningkatan kapasitas pengelolaan sampah dan daur ulang, serta praktek produksi dan usaha, sekaligus pelatihan TOT dan Praktek “ReShare” dalam bentuk Replikasi Program kepada kelompok marginal lainnya. SKA Yayasan Kumala bekerja sama dengan Pertamina melalui Pertamina Hulu Energi (PHE).

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Blak-blakan Mensos Risma: 31 Ribu ASN Terindikasi Terima Dana Bansos Kemensos

Blak-blakan Mensos Risma: 31 Ribu ASN Terindikasi Terima Dana Bansos Kemensos

News | Kamis, 18 November 2021 | 12:55 WIB

Begini Cara Pakai Fitur Usul Sanggah di Aplikasi Cek Bansos

Begini Cara Pakai Fitur Usul Sanggah di Aplikasi Cek Bansos

Jabar | Kamis, 18 November 2021 | 09:00 WIB

Cegah Korupsi, Mensos Sambut Baik Undangan KPK Jalankan PAKU Integritas

Cegah Korupsi, Mensos Sambut Baik Undangan KPK Jalankan PAKU Integritas

News | Rabu, 17 November 2021 | 08:10 WIB

Mensos Laporkan Perkembangan Pemenuhan Hak Disabilitas dalam Koordinasi Nasional

Mensos Laporkan Perkembangan Pemenuhan Hak Disabilitas dalam Koordinasi Nasional

News | Selasa, 16 November 2021 | 10:10 WIB

Miris, 77 Persen Warga Kabupaten Cirebon Masuk Kategori Miskin

Miris, 77 Persen Warga Kabupaten Cirebon Masuk Kategori Miskin

Jabar | Senin, 15 November 2021 | 20:30 WIB

Rehat Sebentar di Timika, Mensos Lanjut Terbang Menuju Agats untuk Serahkan Bantuan

Rehat Sebentar di Timika, Mensos Lanjut Terbang Menuju Agats untuk Serahkan Bantuan

News | Senin, 15 November 2021 | 18:07 WIB

Terkini

Siap Tempuh Jalur Banding, Manchester City Lawan Vonis FFP Premier League

Siap Tempuh Jalur Banding, Manchester City Lawan Vonis FFP Premier League

Bola | Rabu, 30 September 2026 | 08:44 WIB

KAWAT Indonesia Anggap Penetapan Tersangka Masinis KA Argo Bromo Prematur

KAWAT Indonesia Anggap Penetapan Tersangka Masinis KA Argo Bromo Prematur

News | Rabu, 30 September 2026 | 08:41 WIB

Apakah Sepatu Lari Cocok untuk Gym? Ini Kata Pakar

Apakah Sepatu Lari Cocok untuk Gym? Ini Kata Pakar

Lifestyle | Rabu, 30 September 2026 | 08:25 WIB

Sosok Noor Korompot Stafsus Menteri Hukum yang Bicara Konspirasi Timnas Indonesia

Sosok Noor Korompot Stafsus Menteri Hukum yang Bicara Konspirasi Timnas Indonesia

News | Rabu, 30 September 2026 | 08:23 WIB

Kayu Terus Tergerus, Hutan Kehilangan Penyimpanan Karbon Alami

Kayu Terus Tergerus, Hutan Kehilangan Penyimpanan Karbon Alami

Your Say | Rabu, 30 September 2026 | 08:20 WIB

Menang Harga Mati, Ini Skenario Lolos Timnas Indonesia dari Fase Grup FIFA ASEAN Cup

Menang Harga Mati, Ini Skenario Lolos Timnas Indonesia dari Fase Grup FIFA ASEAN Cup

Your Say | Rabu, 30 September 2026 | 08:20 WIB

BEI Resmi Gelar RUPSLB Akhir Oktober 2026, Ini Jadwal Lengkapnya

BEI Resmi Gelar RUPSLB Akhir Oktober 2026, Ini Jadwal Lengkapnya

Bisnis | Rabu, 30 September 2026 | 08:09 WIB

Ngawur! Anak Buah Prabowo Bicara Konspirasi Jelang Partai Hidup Mati Timnas Indonesia

Ngawur! Anak Buah Prabowo Bicara Konspirasi Jelang Partai Hidup Mati Timnas Indonesia

Bola | Rabu, 30 September 2026 | 08:06 WIB

Kabut Asap Pekat, Kualitas Udara Palangka Raya Masuk Kategori Berbahaya

Kabut Asap Pekat, Kualitas Udara Palangka Raya Masuk Kategori Berbahaya

Foto | Rabu, 30 September 2026 | 08:00 WIB

Qatar Jadi Penengah Rahasia Konflik Panas AS-Iran

Qatar Jadi Penengah Rahasia Konflik Panas AS-Iran

News | Rabu, 30 September 2026 | 07:58 WIB

×