alexametrics

Soal Ancaman Covid-19 Varian Omicron, Luhut Tegas Tak Mau Lakukan Cara Ini

Aprilo Ade Wismoyo
Soal Ancaman Covid-19 Varian Omicron, Luhut Tegas Tak Mau Lakukan Cara Ini
Luhut Binsar Pandjaitan. (Suara.com)

Luhut mengimbau masyarakat untuk tidak panik menghadapai kemunculan varian Omicron.

Suara.com - Kemunculan varian baru virus Corona yaitu varian Omicron di Afrika Selatan dan beberapa tempat lain menimbulkan kewaspadaan di kalangan pemimpin dunia.

Meskipun mengimbau masyarakat untuk tak panik, pemerintah Indonesia tetap memikirkan langkah-langkah terbaik untuk menghalau varian baru tersebut masuk dan menyebar di tanah air.

Melansir dari wartaekonomi.co.id -- jaringan Suara.com, pemerintah Indonesia tidak akan mengambil kebijakan lockdown.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Panjaitan menyebut kebijakan lockdown justru kontraproduktif, melihat pengalaman dari beberapa negara yang pernah menerapkannya.

Baca Juga: Jelang Nataru Putih Sari Minta Masyarakat Berkaca pada Kasus Covid-19 Sebelumnya

"Pengalaman lockdown tidak menyelesaikan masalah, malah serangannya (COVID-19) yang lebih banyak," kata Luhut dikutip Suara.com, Senin (29/11/2021). 

Alih-alih menerapkan lockdown, pemerintah, menurut Luhut lebih memilih opsi pembatasan kegiatan masyarakat atau dikenal dengan istilah PPKM.

Meskipun begitu, kewaspadaan tetap ditingkatkan oleh pemerintah termasuk salah satunya dengan memperketat pintu masuk, memperpanjang waktu karantina hingga melarang WNA dari berbagai negara yang sudah sudah terinfeksi varian tersebut. 

Varian baru virus Corona [Foto: Antara]
Varian baru virus Corona [Foto: Antara]

Untuk diketahui, hingga saat ini sudah ada 13 negara yang mengkonfirmasi adanya warga yang tertular virus corona varian baru itu. Dari negara-negara tersebut, paling banyak berasal dari Afrika Selatan. 

"Kita dengan PPKM itu ada keseimbangan dan itu jadi lebih baik," ujarnya.

Baca Juga: Kunjungi UNWTO, Puan Maharani Sebut Pariwisata Indonesia Membaik

Sementara itu, Luhut pemerintah sudah melakukan antisipasi agar varian baru tersebut tidak masuk ke Indonesia.

Komentar