alexametrics

Pesan Jokowi Di HUT Korpri Ke-50: Jangan Pungli Dan Beratkan Masyarakat

Bangun Santoso | Ummi Hadyah Saleh
Pesan Jokowi Di HUT Korpri Ke-50: Jangan Pungli Dan Beratkan Masyarakat
Presiden Jokowi di acara HUT Korpri ke-50. (Bidik layar video Youtube)

Menurut Jokowi, pengabdian yang diberikan setiap anggota Korpri kepada bangsa dan negara tidaklah boleh berhenti

Suara.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengapresiasi darmabakti pengabdian dan kerja keras Korpri (Korps Pegawai Republik Indonesia) dalam melayani masyarakat dan menjalankan roda pemerintahan.

Hal ini dikatakan Jokowi dalam sambutan di HUT Ke 50 Korpri secara virtual, Senin (29/11/2021).

"Anggota Korpri yang tersebar di seluruh penjuru tanah air telah jadi simpul persatuan, menjadi simpul kesatuan bangsa serta mewujudkan kehadiran negara untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat di seluruh pelosok negeri," ujar Jokowi yang dikutip dari akun Youtube AKUI eKORPRI, Senin (29/11/2021).

Menurut Jokowi, pengabdian yang diberikan setiap anggota Korpri kepada bangsa dan negara tidaklah boleh berhenti. Ekspektasi masyarakat semakin tinggi dan tantangan perubahan makin kompleks.

Baca Juga: Sejarah Hari Korpri 29 November yang Penting Untuk Diketahui

"Berbagai tantangan baru bisa muncul tanpa terduga. Baik itu karena perkembangan teknologi maupun karena musibah dan pandemi," ucap dia.

Menghadapi semua tantangan tersebut, Korpri harus terus bertransformasi memperkokoh sikap melayani, menjadi abdi masyarakat, menjadi abdi negara.

Selain itu, anggota Korpri harus terus berinovasi dan mengembangkan cara kerja baru yang lebih efisien.

"Terus beradaptasi dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Memberi solusi dengan cepat dan jitu sehingga dirasakan kehadirannya oleh masyarkat," ucap Jokowi.

Mantan Gubernur DKI Jakarta itu menyebut setiap anggota Korpri harus berada di garda terdepan dalam reformasi birokrasi.

Baca Juga: ASN Diminta Taat Larangan Cuti Akhir Tahun 2021, Ketua Korpri: Tak Perlu Pulang Kampung

Yakni mulai dari memangkas regulasi yang menghambat pelayanan, menyederhanakan organisasi sehingga bergerak lebih lincah dan meninggalkan sekat sekat egosektoral, serta membuat prosedur yang rumit menjadi simple dan membuat yang lambat menjadi cepat.

Komentar