alexametrics
bbc

Pengalaman Makan di 8.000 Restoran China di AS, Mana yang Paling Enak?

Siswanto | BBC
Pengalaman Makan di 8.000 Restoran China di AS, Mana yang Paling Enak?
BBC

David R. Chan mencatat perjalanannya mencicipi makanan di hampir 8.000 restoran China di AS.

Suara.com - Banyak orang di Amerika Serikat menyukai makanan China, tetapi David R Chan mungkin punya levelnya sendiri.

Chan, seorang mantan pengacara pajak berusia 72 tahun yang berbasis di Los Angeles, mengaku sudah pernah makan di hampir 8.000 restoran China di seluruh AS, dan jumlah itu masih akan terus bertambah.

Pengalaman makan selama empat dekade itu dia catat dengan baik. Dia juga menyimpan ribuan kartu nama restoran dan menunya.

Baca juga:

Baca Juga: Resep Chili Oil ala Restoran China, Bisa Tahan 1 Bulan!

Jika setiap hari seseorang mengunjungi restoran China, dibutuhkan lebih dari 20 tahun untuk mencapai jumlah restoran yang sudah dikunjungi Chan, 7.812 restoran.

Dari roti nanas dan perut babi, hingga kaki ayam dan bebek yang diasapkan di atas daun teh, penjelajah restoran China itu hampir setiap hari mengunggah pengalaman makan di akun media sosialnya.

https://www.instagram.com/p/CV-vL9WvjMe/?utm_source=ig_web_copy_link

Chan mengaku awalnya petualangan kulinernya dimulai sebagai bagian dari pencarian jati diri sebagai orang China-Amerika. Tapi selama bertahun-tahun petualangan itu berubah menjadi proses pendokumentasian sejarah kebangkitan makanan China dan dinamika perubahan budaya China di AS.

Chan bukan kritikus makanan China, dan dia juga tidak mau menyebut dirinya sebagai seorang foodie. Dia bahkan mengaku tidak bisa menggunakan sumpit. Chan juga sudah berhenti minum teh untuk menghindari kafein dan menerapkan diet rendah gula, rendah kolesterol.

Baca Juga: Bikin Heran, Bule Makan Bersama di Restoran China dengan Cara Begini

Tapi itu tidak menghentikannya untuk tetap mengunjungi restoran China.

Sebuah 'koleksi' makanan China

Meskipun kakek-nenek Chan yang bermigrasi ke California berasal dari Provinsi Guangdong, China, waktu kecil dia tidak pernah mengonsumsi makanan khas daerah asal nenek moyangnya.

Dan ketika dia pertama kali mencoba makanan China, dia tidak terkesan sama sekali.

"Makanannya tidak memukau," kenang Chan tentang makanan China pertamanya di tahun 1950-an. "Kami pergi ke perjamuan, saya makan nasi yang diberi kecap, itu saja."

Makanan China pertama di AS dimasak oleh imigran China yang datang pada pertengahan abad ke-19.

Kala itu, orang-orang China datang ke AS karena Demam Emas California.

Pada 1849, restoran China pertama yang tercatat adalah Canton Restaurant yang dibuka di San Francisco.

Pada awal kedatangannya, sebagian besar imigran China berasal dari Taishan, daerah pedesaan Kanton di China selatan. Masyarakat pesisir memiliki tradisi berlayar ke luar negeri. Tapi ketika mereka mengalami konflik etnis dan pergulatan ekonomi parah, gelombang imigrasi ke Amerika pun terjadi.

Pada saat Chan mencicipi chop suey pertamanya, jumlah orang China-Amerika di AS hanya 0,08% dari total populasi. Sebagian besar keturunan Taishan.

"Rasanya seperti jika semua orang Amerika di China berasal dari kota kecil 100 mil di luar Los Angeles. Sangat tidak terwakili," kata Chan.

Akibatnya, makanan China-Amerika cenderung homogen saat pertama kali muncul dan harus beradaptasi dengan bahan-bahan lokal untuk memenuhi selera orang Amerika.

Baca juga:

Namun, semuanya mulai berubah pada akhir 1960-an, ketika undang-undang baru mencabut kuota pembatasan imigrasi dari Asia. AS mulai menerima imigran dari China daratan, Hong Kong, dan Taiwan. Mereka tidak hanya membawa makanan Kanton modern, tetapi juga berbagai masakan daerah dari seluruh China.

Di saat yang sama, gerakan hak-hak sipil Amerika sedang bergulir. Saat itu, Chan, yang masih mahasiswa, memutuskan untuk mengeksplorasi warisan China-Amerika-nya.

Pada 1960-an, ia mulai makan di restoran China yang terdaftar di buku petunjuk lokal.

"Awalnya, itu hanya pencarian identitas," kata Chan. "Ketertarikan saya pada sejarah China di AS membuat saya mencoba makanan China dan melihat bagaimana rasanya menjadi orang China di berbagai wilayah."

Melalui ini, ia belajar tentang keragaman masakan. Sebelumnya, dia mengaku tidak tahu betapa bervariasinya masakan yang ada.

Makanan Kanton, yang terkenal dengan hidangan dim sumnya yang kecil-kecil, menggunakan bumbu yang ringan agar cita rasa alami dari bahan-bahannya bisa menyatu di lidah.

Masakan Fujian, provinsi yang terletak di pantai, sering menyajikan makanan laut dengan kaldu.

Sementara makanan Sichuan, terkenal dengan hidangan yang kaya merica dan cabai merah yang pedas.

Sepanjang kariernya sebagai pengacara pajak, Chan sering mencicipi makanan China dalam perjalanan bisnisnya ke negara bagian AS, sampai ke Kanada dan Asia.

Tempat terbaik untuk menemukan makanan China otentik yang paling bervariasi di Amerika adalah San Gabriel Valley di LA, daerah kantong imigran China, katanya. Namun, untuk dim sum, San Francisco adalah destinasi terbaik.

Dia pernah makan chow mein yang "luar biasa enak" di Clarksdale, Mississippi, yang memiliki komunitas bersejarah orang China-Amerika sejak 200 tahun yang lalu.

Salah satu makanannya yang paling mengecewakan adalah di Fargo, North Dakota.

"Nasi gorengnya seperti nasi rebus yang diberi kecap," kata Chan. Kota ini jauh dari komunitas China yang jumlahnya cukup besar.

Kebangkitan makanan China

Menurut Chan, makanan China juga merasakan demokrasi di Amerika selama dekade terakhir berkat masuknya mahasiswa dari China daratan. Sekarang, setiap perguruan tinggi di kota memiliki restoran yang bagus yang dapat dinikmati oleh semua orang.

Sebelum booming baru-baru ini, peristiwa yang membuat makanan China bisa diketahui publik AS adalah saat kunjungan presiden pada 1972.

Perjamuan mewah yang disantap oleh Richard Nixon bersama Perdana Menteri China Zhou Enlai saat itu di Beijing, disiarkan langsung di seluruh AS, dan jutaan orang AS menyaksikan presiden mereka menggunakan sumpit dan mencicipi hidangan yang hanya diketahui segelintir orang.

Bebek panggang peking ada di menu, begitu juga hati ayam goreng dan bubur manis biji teratai.

Kunjungan Nixon "mempersiapkan tahap lain dalam pengembangan makanan China di AS," kata Yong Chen, seorang profesor sejarah di University of California, Irvine dan penulis Chop Suey, USA.

Lima bulan setelah "diplomasi sumpit" Nixon, New York Times menerbitkan sebuah artikel berjudul "Restoran China Bersemi Setelah Pencairan Diplomatik".

Saat ini, ada lebih dari 45.000 restoran China di seluruh AS, lebih banyak dari jumlah gerai McDonald's, Burger King, Kentucky Fried Chicken, dan Wendy's jika digabungkan, menurut perkiraan Asosiasi Restoran China-Amerika.

Restoran China juga selalu menjadi penyelamat bagi mereka yang enggan memasak makanan untuk keluarga besar saat perayaan seperti Thanksgiving dan Natal karena restoran China menjadi salah satu dari sedikit tempat yang buka pada hari libur.

Saat ini, makanan China di AS sangat beragam, mulai dari kedai sederhana hingga restoran mewah menawarkan berbagai hidangan dari seluruh China. Di kota-kota besar AS, restoran fine dining China kelas atas juga sudah dibuka.

Bagi Chan, tren ini menambah daftar restoran China baru untuk dijelajahi. Dia belum menetapkan berapa banyak restoran yang akan dikunjungi, tapi dia berharap bisa mencoba sebanyak mungkin.

Di masa pensiun, ia terus mengunjungi tempat-tempat baru dan membuat blog makanan.

Namun, ada salah satu pengikutnya yang masih mempertanyakan keahliannya. Dia adalah istri Chan, yang berasal dari China dan bingung karena orang-orang bertanya kepada Chan tentang makanan China.

Padahal di rumah mereka, dia adalah juru masaknya.

Komentar