Pengalaman Makan di 8.000 Restoran China di AS, Mana yang Paling Enak?

Siswanto, BBC

Selasa, 30 November 2021 | 14:23 WIB
Pengalaman Makan di 8.000 Restoran China di AS, Mana yang Paling Enak?
BBC

Suara.com - Banyak orang di Amerika Serikat menyukai makanan China, tetapi David R Chan mungkin punya levelnya sendiri.

Chan, seorang mantan pengacara pajak berusia 72 tahun yang berbasis di Los Angeles, mengaku sudah pernah makan di hampir 8.000 restoran China di seluruh AS, dan jumlah itu masih akan terus bertambah.

Pengalaman makan selama empat dekade itu dia catat dengan baik. Dia juga menyimpan ribuan kartu nama restoran dan menunya.

Baca juga:

Jika setiap hari seseorang mengunjungi restoran China, dibutuhkan lebih dari 20 tahun untuk mencapai jumlah restoran yang sudah dikunjungi Chan, 7.812 restoran.

Dari roti nanas dan perut babi, hingga kaki ayam dan bebek yang diasapkan di atas daun teh, penjelajah restoran China itu hampir setiap hari mengunggah pengalaman makan di akun media sosialnya.

https://www.instagram.com/p/CV-vL9WvjMe/?utm_source=ig_web_copy_link

Chan mengaku awalnya petualangan kulinernya dimulai sebagai bagian dari pencarian jati diri sebagai orang China-Amerika. Tapi selama bertahun-tahun petualangan itu berubah menjadi proses pendokumentasian sejarah kebangkitan makanan China dan dinamika perubahan budaya China di AS.

Chan bukan kritikus makanan China, dan dia juga tidak mau menyebut dirinya sebagai seorang foodie. Dia bahkan mengaku tidak bisa menggunakan sumpit. Chan juga sudah berhenti minum teh untuk menghindari kafein dan menerapkan diet rendah gula, rendah kolesterol.

baca juga

Tapi itu tidak menghentikannya untuk tetap mengunjungi restoran China.

Sebuah 'koleksi' makanan China

Meskipun kakek-nenek Chan yang bermigrasi ke California berasal dari Provinsi Guangdong, China, waktu kecil dia tidak pernah mengonsumsi makanan khas daerah asal nenek moyangnya.

Dan ketika dia pertama kali mencoba makanan China, dia tidak terkesan sama sekali.

"Makanannya tidak memukau," kenang Chan tentang makanan China pertamanya di tahun 1950-an. "Kami pergi ke perjamuan, saya makan nasi yang diberi kecap, itu saja."

Makanan China pertama di AS dimasak oleh imigran China yang datang pada pertengahan abad ke-19.

Kala itu, orang-orang China datang ke AS karena Demam Emas California.

Pada 1849, restoran China pertama yang tercatat adalah Canton Restaurant yang dibuka di San Francisco.

Pada awal kedatangannya, sebagian besar imigran China berasal dari Taishan, daerah pedesaan Kanton di China selatan. Masyarakat pesisir memiliki tradisi berlayar ke luar negeri. Tapi ketika mereka mengalami konflik etnis dan pergulatan ekonomi parah, gelombang imigrasi ke Amerika pun terjadi.

Pada saat Chan mencicipi chop suey pertamanya, jumlah orang China-Amerika di AS hanya 0,08% dari total populasi. Sebagian besar keturunan Taishan.

"Rasanya seperti jika semua orang Amerika di China berasal dari kota kecil 100 mil di luar Los Angeles. Sangat tidak terwakili," kata Chan.

Akibatnya, makanan China-Amerika cenderung homogen saat pertama kali muncul dan harus beradaptasi dengan bahan-bahan lokal untuk memenuhi selera orang Amerika.

Baca juga:

Namun, semuanya mulai berubah pada akhir 1960-an, ketika undang-undang baru mencabut kuota pembatasan imigrasi dari Asia. AS mulai menerima imigran dari China daratan, Hong Kong, dan Taiwan. Mereka tidak hanya membawa makanan Kanton modern, tetapi juga berbagai masakan daerah dari seluruh China.

Di saat yang sama, gerakan hak-hak sipil Amerika sedang bergulir. Saat itu, Chan, yang masih mahasiswa, memutuskan untuk mengeksplorasi warisan China-Amerika-nya.

Pada 1960-an, ia mulai makan di restoran China yang terdaftar di buku petunjuk lokal.

"Awalnya, itu hanya pencarian identitas," kata Chan. "Ketertarikan saya pada sejarah China di AS membuat saya mencoba makanan China dan melihat bagaimana rasanya menjadi orang China di berbagai wilayah."

Melalui ini, ia belajar tentang keragaman masakan. Sebelumnya, dia mengaku tidak tahu betapa bervariasinya masakan yang ada.

Makanan Kanton, yang terkenal dengan hidangan dim sumnya yang kecil-kecil, menggunakan bumbu yang ringan agar cita rasa alami dari bahan-bahannya bisa menyatu di lidah.

Masakan Fujian, provinsi yang terletak di pantai, sering menyajikan makanan laut dengan kaldu.

Sementara makanan Sichuan, terkenal dengan hidangan yang kaya merica dan cabai merah yang pedas.

Sepanjang kariernya sebagai pengacara pajak, Chan sering mencicipi makanan China dalam perjalanan bisnisnya ke negara bagian AS, sampai ke Kanada dan Asia.

Tempat terbaik untuk menemukan makanan China otentik yang paling bervariasi di Amerika adalah San Gabriel Valley di LA, daerah kantong imigran China, katanya. Namun, untuk dim sum, San Francisco adalah destinasi terbaik.

Dia pernah makan chow mein yang "luar biasa enak" di Clarksdale, Mississippi, yang memiliki komunitas bersejarah orang China-Amerika sejak 200 tahun yang lalu.

Salah satu makanannya yang paling mengecewakan adalah di Fargo, North Dakota.

"Nasi gorengnya seperti nasi rebus yang diberi kecap," kata Chan. Kota ini jauh dari komunitas China yang jumlahnya cukup besar.

Kebangkitan makanan China

Menurut Chan, makanan China juga merasakan demokrasi di Amerika selama dekade terakhir berkat masuknya mahasiswa dari China daratan. Sekarang, setiap perguruan tinggi di kota memiliki restoran yang bagus yang dapat dinikmati oleh semua orang.

Sebelum booming baru-baru ini, peristiwa yang membuat makanan China bisa diketahui publik AS adalah saat kunjungan presiden pada 1972.

Perjamuan mewah yang disantap oleh Richard Nixon bersama Perdana Menteri China Zhou Enlai saat itu di Beijing, disiarkan langsung di seluruh AS, dan jutaan orang AS menyaksikan presiden mereka menggunakan sumpit dan mencicipi hidangan yang hanya diketahui segelintir orang.

Bebek panggang peking ada di menu, begitu juga hati ayam goreng dan bubur manis biji teratai.

Kunjungan Nixon "mempersiapkan tahap lain dalam pengembangan makanan China di AS," kata Yong Chen, seorang profesor sejarah di University of California, Irvine dan penulis Chop Suey, USA.

Lima bulan setelah "diplomasi sumpit" Nixon, New York Times menerbitkan sebuah artikel berjudul "Restoran China Bersemi Setelah Pencairan Diplomatik".

Saat ini, ada lebih dari 45.000 restoran China di seluruh AS, lebih banyak dari jumlah gerai McDonald's, Burger King, Kentucky Fried Chicken, dan Wendy's jika digabungkan, menurut perkiraan Asosiasi Restoran China-Amerika.

Restoran China juga selalu menjadi penyelamat bagi mereka yang enggan memasak makanan untuk keluarga besar saat perayaan seperti Thanksgiving dan Natal karena restoran China menjadi salah satu dari sedikit tempat yang buka pada hari libur.

Saat ini, makanan China di AS sangat beragam, mulai dari kedai sederhana hingga restoran mewah menawarkan berbagai hidangan dari seluruh China. Di kota-kota besar AS, restoran fine dining China kelas atas juga sudah dibuka.

Bagi Chan, tren ini menambah daftar restoran China baru untuk dijelajahi. Dia belum menetapkan berapa banyak restoran yang akan dikunjungi, tapi dia berharap bisa mencoba sebanyak mungkin.

Di masa pensiun, ia terus mengunjungi tempat-tempat baru dan membuat blog makanan.

Namun, ada salah satu pengikutnya yang masih mempertanyakan keahliannya. Dia adalah istri Chan, yang berasal dari China dan bingung karena orang-orang bertanya kepada Chan tentang makanan China.

Padahal di rumah mereka, dia adalah juru masaknya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Upacara Bendera Sila Ke Berapa? Ini Makna dan Penerapan Nilai Pancasila Sehari-hari

Upacara Bendera Sila Ke Berapa? Ini Makna dan Penerapan Nilai Pancasila Sehari-hari

Lifestyle | Minggu, 16 Agustus 2026 | 11:33 WIB

Ortuseight Playday Hadir di 6 Kota, Dorong Pembinaan Futsal Pelajar

Ortuseight Playday Hadir di 6 Kota, Dorong Pembinaan Futsal Pelajar

Lifestyle | Minggu, 16 Agustus 2026 | 11:22 WIB

Kenaikan Saham FAST Tidak Wajar, BEI Ambil Tindakan

Kenaikan Saham FAST Tidak Wajar, BEI Ambil Tindakan

Bisnis | Minggu, 16 Agustus 2026 | 11:19 WIB

Purbaya Janji Tak Kejar-kejar Pajak dari Pemilik Rumah Kontrakan

Purbaya Janji Tak Kejar-kejar Pajak dari Pemilik Rumah Kontrakan

Bisnis | Minggu, 16 Agustus 2026 | 11:16 WIB

Heboh Pembatasan BBM dari Desil, Purbaya Pastikan Driver Ojol Tetap Bisa Beli Pertalite

Heboh Pembatasan BBM dari Desil, Purbaya Pastikan Driver Ojol Tetap Bisa Beli Pertalite

Bisnis | Minggu, 16 Agustus 2026 | 11:13 WIB

Strategi Purbaya Atasi Utang Rp 10 Ribu Triliun, Benahi Pajak hingga Libatkan Danantara

Strategi Purbaya Atasi Utang Rp 10 Ribu Triliun, Benahi Pajak hingga Libatkan Danantara

Bisnis | Minggu, 16 Agustus 2026 | 11:08 WIB

Xdinary Heroes Batalkan Fan Meeting THE X-TOWN, Mengapa?

Xdinary Heroes Batalkan Fan Meeting THE X-TOWN, Mengapa?

Your Say | Minggu, 16 Agustus 2026 | 11:03 WIB

Semarakkan HUT RI, Kapolres Pasuruan Kota Bagikan Ribuan Bendera Gratis ke Pejuang Jalanan

Semarakkan HUT RI, Kapolres Pasuruan Kota Bagikan Ribuan Bendera Gratis ke Pejuang Jalanan

News | Minggu, 16 Agustus 2026 | 07:15 WIB

CIMB Niaga Catat Kredit Tumbuh 6,6% Jadi Rp247,2 Triliun di Semester I 2026

CIMB Niaga Catat Kredit Tumbuh 6,6% Jadi Rp247,2 Triliun di Semester I 2026

Bisnis | Minggu, 16 Agustus 2026 | 11:30 WIB

Layanan Kesehatan NTT Dikebut Pulih Usai Gempa M7,7, RS Mobil Dikirim ke Nagekeo

Layanan Kesehatan NTT Dikebut Pulih Usai Gempa M7,7, RS Mobil Dikirim ke Nagekeo

News | Minggu, 16 Agustus 2026 | 10:47 WIB

Terkini

Upacara Bendera Sila Ke Berapa? Ini Makna dan Penerapan Nilai Pancasila Sehari-hari

Upacara Bendera Sila Ke Berapa? Ini Makna dan Penerapan Nilai Pancasila Sehari-hari

Lifestyle | Minggu, 16 Agustus 2026 | 11:33 WIB

OK! Madam: Bon Voyage, Aksi Seru Mantan Agen Rahasia Menyelamatkan Kapal!

OK! Madam: Bon Voyage, Aksi Seru Mantan Agen Rahasia Menyelamatkan Kapal!

Your Say | Minggu, 16 Agustus 2026 | 11:30 WIB

CIMB Niaga Catat Kredit Tumbuh 6,6% Jadi Rp247,2 Triliun di Semester I 2026

CIMB Niaga Catat Kredit Tumbuh 6,6% Jadi Rp247,2 Triliun di Semester I 2026

Bisnis | Minggu, 16 Agustus 2026 | 11:30 WIB

Ortuseight Playday Hadir di 6 Kota, Dorong Pembinaan Futsal Pelajar

Ortuseight Playday Hadir di 6 Kota, Dorong Pembinaan Futsal Pelajar

Lifestyle | Minggu, 16 Agustus 2026 | 11:22 WIB

Kuliner Wisata Kemiren Meluapkan Limbah Sapi Biogas Desa

Kuliner Wisata Kemiren Meluapkan Limbah Sapi Biogas Desa

Your Say | Minggu, 16 Agustus 2026 | 11:20 WIB

Kenaikan Saham FAST Tidak Wajar, BEI Ambil Tindakan

Kenaikan Saham FAST Tidak Wajar, BEI Ambil Tindakan

Bisnis | Minggu, 16 Agustus 2026 | 11:19 WIB

Purbaya Janji Tak Kejar-kejar Pajak dari Pemilik Rumah Kontrakan

Purbaya Janji Tak Kejar-kejar Pajak dari Pemilik Rumah Kontrakan

Bisnis | Minggu, 16 Agustus 2026 | 11:16 WIB

Warga Jakarta Diminta Beralih ke Transportasi Umum untuk Tekan Polusi Udara

Warga Jakarta Diminta Beralih ke Transportasi Umum untuk Tekan Polusi Udara

News | Minggu, 16 Agustus 2026 | 11:15 WIB

Heboh Pembatasan BBM dari Desil, Purbaya Pastikan Driver Ojol Tetap Bisa Beli Pertalite

Heboh Pembatasan BBM dari Desil, Purbaya Pastikan Driver Ojol Tetap Bisa Beli Pertalite

Bisnis | Minggu, 16 Agustus 2026 | 11:13 WIB

Strategi Purbaya Atasi Utang Rp 10 Ribu Triliun, Benahi Pajak hingga Libatkan Danantara

Strategi Purbaya Atasi Utang Rp 10 Ribu Triliun, Benahi Pajak hingga Libatkan Danantara

Bisnis | Minggu, 16 Agustus 2026 | 11:08 WIB

×