facebook

Ditembak Anggota PJR di Exit Tol Bintaro, Korban Ipda OS Ngaku Wartawan

Agung Sandy Lesmana | Muhammad Yasir
Ditembak Anggota PJR di Exit Tol Bintaro, Korban Ipda OS Ngaku Wartawan
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Endra Zulpan menyebut pelaku penembakan di exit tol Bintaro berinisial Ipda OS. Dia merupakan anggota Satuan Patroli Jalan Raya (Sat PJR) Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Endra Zulpan hanya mengemukakan jika salah satu korban dari Ipda OS mengaku-ngaku berprofesi wartawan.

Suara.com - Satu dari dua korban penembakan anggota Satuan Patroli Jalan Raya (PJR) Ditlantas Polda Metro Jaya, Ipda OS sempat mengaku sebagai wartawan. Namun penyidik belum menegaskan inisial daripada korban tersebut.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Endra Zulpan hanya mengemukakan jika salah satu korban dari Ipda OS mengaku-ngaku berprofesi wartawan.

"Mengakunya ya (wartawan)," kata Zulpan di Polda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (30/11/2021).

Kasus penembakan ini diketahui terjadi pada Jumat (26/11) sekitar pukul 19.00 WIB. Dua orang mengalami luka tembak masing-masing berinisial PP dan MA.

Baca Juga: Dalih Polda Metro Belum Tetapkan Anggotanya Jadi Tersangka Penembakan di Exit Tol Bintaro

Satu Tewas

Satu di antaranya yakni PP meninggal dunia. Dia meninggal dunia sehari setelah menjalani perawatan. Meski pelaku telah terungkap, penyidik belum menetapkan Ipda OS sebagai tersangka. 

Dirreskrimum Polda Metro Jaya Kombes Tubagus Ade Hidayat berdalih penyidik masih mendalami lebih dulu motif daripada Ipda OS menembak kedua korban.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Tubagus Ade Hidayat mengungkap bukti penyerangan pemgawal Habib Rizieq terhadap polisi, Senin (7/12/2020). [Suara.com/Muhammad Yasir]
Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Tubagus Ade Hidayat mengungkap bukti penyerangan pemgawal Habib Rizieq terhadap polisi, Senin (7/12/2020). [Suara.com/Muhammad Yasir]

"Saat ini yang bersangkutan belum ditetapkan sebagai tersangka, kenapa? Karena untuk menetapkan sebagai tersangka harus minimal dua alat bukti, peristiwa penembakannya benar, bikin orang luka benar, tapi maksud tujuannya masih perlu didalami," ujar Tubagus.

Dari hasil pemeriksaan awal, Ipda OS berdalih menembak kedua korban berawal atas adanya laporan seseorang berinisial O. Pria yang berprofesi sebagai karyawan swasta itu melapor diintai oleh kedua korban dari Sentul, Bogor, Jawa Barat.

Baca Juga: Terkuak! Pelaku Penembakan di Exit Tol Bintaro Ternyata Anggota Polisi

Guna mengungkap tuntas kasus ini, penyidik turut melibatkan Bidang Propam Polda Metro Jaya dan Divisi Propam Mabes Polri. Keduanya dilibatkan untuk mendalami ada atau tidaknya pelanggaran prosedur atau etik yang dilakukan Ipda OS.

"Benarkah peristiwa penembakan itu? Benarkah prosedurnya? Rekan-rekan media harap bersabar karena masih didalami," pungkas Tubagus.

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Komentar