alexametrics

Koboi Jalanan di Exit Tol Bintaro Ternyata Polisi, Alasan Ipda OS Tembak 2 Warga Sipil

Agung Sandy Lesmana | Muhammad Yasir
Koboi Jalanan di Exit Tol Bintaro Ternyata Polisi, Alasan Ipda OS Tembak 2 Warga Sipil
Exit Tol Bintaro, tempat penembakan misterius yang menewaskan satu orang. (Suara.com/Yosea Arga)

"...peristiwa penembakannya benar, bikin orang luka benar, tapi maksud tujuannya masih perlu didalami."

Suara.com - Anggota Satuan Patroli Jalan Raya (Sat PJR) Direktorat Lalu Lintas  Polda Metro Jaya Ipda OS belum berstatus tersangka terkait kasus penembakan terhadap warga sipil di Exit Tol Bntaro, Jakarta Selatan. Dalam kasus penembakan Ipda OS, mengakibatkan korban PP meninggal. Sementara satu korban lain, MA kini masih menjalani perawatan di rumah sakit. 

Dirreskrimum Polda Metro Jaya Kombes Tubagus Ade Hidayat saat ditemui di Polda Metro Jaya, Selasa (30/11/2021) menjelaskan alasan Ipda OS belum ditetapkan sebagai tersangka terkait kasus penembakan yang menewaskan satu korban jiwa.

Terkait kasus ini, dalih OS menembak korban kerana mendapatkan laporan dari masyarakat yang merasa diikuti. 

"Saat ini yang bersangkutan belum ditetapkan sebagai tersangka, kenapa? Karena untuk menetapkan sebagai tersangka harus minimal dua alat bukti, peristiwa penembakannya benar, bikin orang luka benar, tapi maksud tujuannya masih perlu didalami," kata Tubagus.

Baca Juga: Ditembak Anggota PJR di Exit Tol Bintaro, Korban Ipda OS Ngaku Wartawan

Dia pun meminta agar masyarakat bersabar menunggu hasil penyelidikan kasus ini. 

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Endra Zulpan menyebut pelaku penembakan di exit tol Bintaro berinisial Ipda OS. Dia merupakan anggota Satuan Patroli Jalan Raya (Sat PJR) Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Endra Zulpan menyebut pelaku penembakan di exit tol Bintaro berinisial Ipda OS. Dia merupakan anggota Satuan Patroli Jalan Raya (Sat PJR) Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya.

"Benarkah peristiwa penembakan itu? Benarkah prosedurnya? Rekan-rekan media harap bersabar karena masih didalami," katanya.

Bidang Propam Polda Metro Jaya dan Divisi Propam Mabes Polri turut dilibatkan dalam penyelidikan ini guna membuktikan apakah ada pelanggaran etik terkait aksi Ipda OS melepaskan tembakan hingga menewaskan warga sipil. 

Korban Ngaku Wartawan

Satu dari dua korban penembakan Ipda OS ternyata sempat mengaku sebagai wartawan. Hal itu diungkap Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Endra Zulpan. Namun, Zulpan belum membeberkan inisial daripada korban tersebut.

Baca Juga: Sopir Mercy Lawan Arah di Tol JORR Jadi Tersangka dan Tak Ditahan, Polisi: Derita Demensia

"Mengakunya ya (wartawan)," kata Zulpan di Polda Metro Jaya, Jakarta, Selasa.

Kasus penembakan ini diketahui terjadi pada Jumat (26/11) sekitar pukul 19.00 WIB. Dua orang mengalami luka tembak masing-masing berinisial PP dan MA. Satu di antaranya yakni PP meninggal dunia.

Lokasi penembakan di Exit Tol Bintaro, Jakarta Selatan, Senin (29/11/2021). Satu korban meninggal dunia dalam kejadian yang berlangsung, Jumat (27/11/2021) malam. [Suara.com/Yosea Arga Pramudita]
Lokasi penembakan di Exit Tol Bintaro, Jakarta Selatan, Senin (29/11/2021). Satu korban meninggal dunia dalam kejadian yang berlangsung, Jumat (27/11/2021) malam. [Suara.com/Yosea Arga Pramudita]

Polisi Tembak Sipil di Exit Tol

Teka-teki pelaku penembakan di Exit Tol Bintaro akhirnya terungkap. Dia ternyata merupakan anggota polisi di Polda Metro Jaya.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Endra Zulpan menyebut pelaku berinisial Ipda OS selaku anggota Satuan Patroli Jalan Raya (Sat PJR) Direktorat Lalu Lintas.

"Pelakunya adalah Ipda OS," kata Zulpan di Polda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (30/11/2021).

Kasus penembakan ini diketahui terjadi pada Jumat (26/11) sekitar pukul 19.00 WIB. Dua orang mengalami luka tembak masing-masing berinisial PP dan MA.

Satu di antaranya yakni PP meninggal dunia. Dia meninggal dunia sehari setelah menjalani perawatan.

"Jadi memang benar satu korban meninggal dunia. Kami belum bisa sampaikan untuk lebih jauhnya karena tim masih bergerak di lapangan untuk cari barang bukti, motif dan sebagainya," kata Zulpan, pada Minggu (28/11) kemarin. 

Komentar