alexametrics

BNPB Catat 424 Bencana Terjadi Pada November 2021, Paling Banyak Banjir

Dwi Bowo Raharjo | Ummi Hadyah Saleh
BNPB Catat 424 Bencana Terjadi Pada November 2021, Paling Banyak Banjir
Lurah Pluit Helwin Ginting memonitor banjir rob yang melanda kawasan Pelabuhan Muara Angke, Penjaringan, jakarta Utara, Jumat (3/12/2021). [ANTRA/Abdu Faisal]

Abdul menuturkan meski dampak La Nina belum mencapai puncak pengaruh, insensitas curah hujan sudah dirasakan.

Suara.com - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat 424 kejadian bencana terjadi di Indonesia pada November 2021. Kejadian bencana tersebut didominasi oleh kejadian banjir.

"Hotspot tetap dari Sumatera itu, ada di Aceh, kemudian Sumatera Utara dalam bulan ini mengalami 24 kejadian bencana dominannya juga kejadian banjir. Kemudian Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Selatan dan Sulawesi Selatan," ujar Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari dalam Konferensi Pers secara virtual, Jumat (3/12/2021).

"Dari 424 kejadian bencana di bulan November, itu 201 nya ada kejadian banjir," Abdul menambahkan.

Abdul menuturkan meski dampak La Nina belum mencapai puncak pengaruh, insensitas curah hujan sudah dirasakan. Dampak yang ditimbulkan yakni seperti banjir, tanah longsor, dan cuaca ekstrem.

Baca Juga: Rawan Bencana, Warga di Sekitar Sempadan Sungai di Garut Diimbau Kosongkan Rumah

"424 kejadian ini cukup signifikan, di mana setengahnya banjir, kemudian disusul tanah longsor dan cuaca ekstrem," ucap dia.

Menurutnya jika dibandingkan dengan data November 2020, kejadian bencana meningkat 19,4 persen pada November 2021.

"Kalau kita sandingkan kejadian bencana di November 2021 dengan November 2020, kita bisa lihat di sini untuk kejadian bencana itu naik 19,4 persen dari 355 kali di November 2020, periode yang sama November 2021 itu ada 424 kali," tutur Abdul.

Karena itu kata Abdul, kejadian bencana yang terjadi saat ini merupakan dampak dari peningkatan insensitas curah hujan.

"Fakta yang riil bahwa memang efek dari peningkatan intensitas curah hujan seperti tadi kita lihat dominannya kejadian bencana banjir, cuaca ekstrem, tanah longsor itu sangat signifikan dalam menekan frekuensi kejadian bencana," katanya.

Baca Juga: Puting Beliung di Parakan Temanggung, Warga: Ada Awan Hitam Berbentuk Lingkaran

Komentar