alexametrics

Ganjar Pranowo Senang, Kongres Nasional Syarikat Islam ke-41 akan Digelar di Surakarta

Fabiola Febrinastri
Ganjar Pranowo Senang, Kongres Nasional Syarikat Islam ke-41 akan Digelar di Surakarta
Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, Menteri Agamam Yaqut Qolil Qoumas. (Dok: Pemprov Jateng)

Ganjar mengaku senang ketika mendengar SI akan menggelar kongres di Surakarta.

Suara.com - Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, Menteri Agama Yaqut Qolil Qoumas, dan sejumlah tokoh lainnya menghadiri pembukaan Majlis Tahkim atau Kongres Nasional Syarikat Islam (SI) ke-41 di Hotel Novotel, Surakarta, Jumat (3/12/2021) malam. Dalam kesempatan itu, Ganjar mengingatkan tantangan bisnis dan ekonomi pada era masyarakat 5.0 (society 5.0) yang akan datang.

Dalam sambutannya, Ganjar mengaku senang ketika mendengar SI akan menggelar kongres di Surakarta. Ia tidak menjelaskan bagaimana rasa senang itu bisa muncul, tetapi ia membayangkan ada semangat baru yang lahir dari kongres tersebut.

Apalagi tema kembali ke Laweyan seakan membawa ingatan tentang bagaimana SI dibidani dan lahir di Surakarta. Banyak pedagang batik besar lahir, sampai kemudian kelahiran tokoh-tokoh pemikir dan pergerakan dari Jateng.

"Jika boleh membandingkan, masa-masa itu (awal berdirinya SI) sama persis dengan saat ini, yaitu masa penyiapan mental, pengetahuan, dan keberanian untuk memasuki society 5.0. Itu tantangan yang dihadapi sangat besar sekali," katanya.

Baca Juga: Pengelolaan Sumber Daya Mineral, Ganjar Pranowo Minta Ada Pembahasan Khusus

Untuk menghadapi tantangan masa depan itu, Ganjar mengatakan, industri batik harus masuk ke era 4.0, sementara komunitasnya harus bisa masuk society 5.0.

Persaingan berat, sehingga teknologi musti masuk, cara berdagang musti baru, dan desain musti mengajak lagi anak-anak muda, sehingga persaingan karya cipta dalam konteks batik berkembang pesat.

Ganjar juga menekankan target yang dimiliki SI untuk meningkatkan perekonomian kaum muslim. Hal itu menjadi sangat kontekstual dan menjadi jawaban dari kebutuhan umat pada zaman sekarang.

Terlebih ketika SI mendeklarasikan kembali ke khittoh berdakwah melalui jalur perekonomian, tentunya dengan mengikuti perkembangan zaman dan teknologi.

"Jika itu semua itu bisa dilakukan, betapa dahsyatnya kelak pengaruh yang dilahirkan. Misal kelak SI mau mendampingi UMKM di mana small skill business ini menjadi idola dunia, karena mereka cukup mandiri dalam berekonomi tinggal bagaimana fasilitas itu diberikan," katanya.

Baca Juga: Sentil Pemerintah Pusat, Ganjar Minta Tak Asal Berikan Izin Tambang

Komentar