Dituduh Menistakan Agama, Manajer Pabrik Dikeroyok Massa hingga Tewas

Reza Gunadha, Hikmawan Muhamad Firdaus

Senin, 06 Desember 2021 | 08:22 WIB
Dituduh Menistakan Agama, Manajer Pabrik Dikeroyok Massa hingga Tewas
Detik-detik penyeroyokan manajer pabrik di Pakistan.[Twitter]

Suara.com - Seorang manajer pabrik di Pakistan menjadi korban amukan masa yang mengamuk setelah ia dituduh melakukan penistaan agama.

Menyadur Aljazeera Minggu (5/12/2021), manajer pabrik tersebut diketahui berasal dari Sri Lanka dan tewas setelah dipukuli dan dibakar oleh massa.

Polisi mengkonfirmasi bahwa insiden itu terjadi di Sialkot, sekitar 200 km tenggara ibukota Islamabad, pada hari Jumat (2/12/2021).

Perdana Menteri Imran Khan bahkan hingga turun tangan mengawasi penyelidikan kasus tersebut, yang menurutnya serangan main hakim sendiri yang mengerikan.

Dalam sebuah cuitannya di media sosial Twitter, Imran Khan juga menyebut insiden pengeroyokan itu sebagai hari yang memalukan bagi Pakistan.

"Jangan sampai ada kesalahan, semua yang bertanggung jawab akan dihukum dengan beratnya hukum," cuit Imran Khan di akun Twitter-nya.

Seorang pejabat polisi di Sialkot, yang meminta tidak diungkapkan identitasnya, mengatakan para penyelidik yakin para penyerang menuduh manajer melakukan penistaan agama karena menurunkan poster bertuliskan ayat-ayat suci Islam.

Sejumlah rekaman video yang beredar menunjukkan massa memukuli korban hingga pingsan sambil meneriakkan slogan-slogan menentang penistaan agama.

Di video lain menunjukkan tubuh korban dalam keadaan terbakar bersama puing-puing yang terbalik, dan dikatakan itu adalah mobilnya.

Banyak di antara pelaku pengeroyokan tersebut tidak malu untuk menunjukkan wajah mereka pada setiap video yang beredar. Bahkan ada beberapa orang yang terekam mengambil foto narsis di depan mayat korban yang terbakar.

Juru bicara pemerintah Punjab Hassan Khawar mengatakan kepada wartawan di Lahore bahwa polisi telah menangkap 50 orang yang diduga terlibat pengeroyokan.

"Rekaman CCTV sedang diperiksa dengan cermat karena kami telah diarahkan untuk menyelesaikan penyelidikan dalam waktu 48 jam," jelas Hassan.

Slogan yang dinyanyikan dalam video media sosial sama dengan yang digunakan oleh para pendukung Tehreek-e-Labbaik Pakistan (TLP), sebuah partai anti-penistaan agama.

TLP di masa lalu sempat melumpuhkan negara dengan menggelar protes, termasuk kampanye anti-Prancis setelah majalah satir Charlie Hebdo tahun lalu menerbitkan ulang kartun yang menggambarkan Nabi Muhammad.

Pembunuhan massa atas tuduhan penistaan agama telah sering terjadi di Pakistan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Aktivitas Menwa Kampus UPN Veteran Dibekukan, Usai Mahasiswi Meninggal Saat Pembaretan

Aktivitas Menwa Kampus UPN Veteran Dibekukan, Usai Mahasiswi Meninggal Saat Pembaretan

News | Minggu, 05 Desember 2021 | 18:41 WIB

Dibekukan usai Mahasiswi Tewas, Menwa UPN Veteran Jakarta Terbukti Langgar Aturan Kampus

Dibekukan usai Mahasiswi Tewas, Menwa UPN Veteran Jakarta Terbukti Langgar Aturan Kampus

News | Minggu, 05 Desember 2021 | 18:40 WIB

Warga Kuansing Ditemukan Tewas di Kebun Karet, Diduga Diserang Hewan Buas

Warga Kuansing Ditemukan Tewas di Kebun Karet, Diduga Diserang Hewan Buas

Riau | Minggu, 05 Desember 2021 | 16:11 WIB

Terkini

Jakarta Menuju 5 Abad: Kota Global Bukan Cuma Soal Megahnya Pencakar Langit

Jakarta Menuju 5 Abad: Kota Global Bukan Cuma Soal Megahnya Pencakar Langit

News | Jum'at, 12 Juni 2026 | 07:11 WIB

Impunitas Menguat! Vonis Ringan TNI Penyiram Air Keras Andrie Yunus Adalah 'Mock Trial' yang Zalim

Impunitas Menguat! Vonis Ringan TNI Penyiram Air Keras Andrie Yunus Adalah 'Mock Trial' yang Zalim

News | Jum'at, 12 Juni 2026 | 06:58 WIB

Herman Khaeron Apresiasi KWP Berbagi, Dorong Peningkatan Kegiatan Sosial di DPR RI

Herman Khaeron Apresiasi KWP Berbagi, Dorong Peningkatan Kegiatan Sosial di DPR RI

News | Jum'at, 12 Juni 2026 | 00:04 WIB

Kejagung Buka Peluang Tambah Tersangka Korupsi MBG, Nama-Nama Baru Masih Didalami

Kejagung Buka Peluang Tambah Tersangka Korupsi MBG, Nama-Nama Baru Masih Didalami

News | Kamis, 11 Juni 2026 | 22:48 WIB

Sempat Dikeluhkan karena Galian Berbahaya, Proyek PAM Jaya di Condet Kini Mulai Alirkan Air Bersih

Sempat Dikeluhkan karena Galian Berbahaya, Proyek PAM Jaya di Condet Kini Mulai Alirkan Air Bersih

News | Kamis, 11 Juni 2026 | 21:43 WIB

Menanti Nyanyian Sony Sonjaya, Siapa Saja Petinggi di Balik Skandal Korupsi MBG?

Menanti Nyanyian Sony Sonjaya, Siapa Saja Petinggi di Balik Skandal Korupsi MBG?

News | Kamis, 11 Juni 2026 | 21:41 WIB

Tabrak Lari Tewaskan Tokoh Pramuka Tangerang, Polisi Kantongi Identitas Kendaraan

Tabrak Lari Tewaskan Tokoh Pramuka Tangerang, Polisi Kantongi Identitas Kendaraan

News | Kamis, 11 Juni 2026 | 21:36 WIB

Kejagung Sasar Kantor dan Rumah Tersangka Korupsi MBG, Dokumen hingga Barang Bukti Elektronik Disita

Kejagung Sasar Kantor dan Rumah Tersangka Korupsi MBG, Dokumen hingga Barang Bukti Elektronik Disita

News | Kamis, 11 Juni 2026 | 21:28 WIB

Bansos Sarung dan Mukena Dikorupsi, Eks Legislator NTB Cuma Dituntut 2 Tahun Bui

Bansos Sarung dan Mukena Dikorupsi, Eks Legislator NTB Cuma Dituntut 2 Tahun Bui

News | Kamis, 11 Juni 2026 | 20:53 WIB

Moratorium MBG Bikin Investor Menjerit, Jupnas Gizi: Ini Rapor Merah

Moratorium MBG Bikin Investor Menjerit, Jupnas Gizi: Ini Rapor Merah

News | Kamis, 11 Juni 2026 | 20:52 WIB