6 Fakta Menarik Kendaraan Hagglund yang Jelajahi Segala Medan Sisa Erupsi Gunung Semeru

Rifan Aditya

Senin, 06 Desember 2021 | 13:01 WIB
6 Fakta Menarik Kendaraan Hagglund yang Jelajahi Segala Medan Sisa Erupsi Gunung Semeru
6 Fakta Menarik Kendaraan Hagglund yang Jelajahi Segala Medan Sisa Erupsi Gunung Semeru - Mobil Hagglund PMI saat melakukan evakuasi korban erupsi Gunung Merapi tahun 2010 di Yogyakarta. [Solopos.com/Dokumentasi Tim Media PMI]

Suara.com - Palang Merah Indonesia telah menurunkan 2 Hagglund untuk menelusuri lokasi erupsi Gunung Semeru di Jawa Timur yang terjadi pada hari Sabtu (4/12/2021) lalu. Apa itu Hagglund? Simak fakta menarik kendaraan Hagglund.

Kendaraan dengan roda rantai besi ini mampu menembus segala medan dengan suhu tinggi sekaligus mengevakuasi atau menyalurkan bantuan bagi warga sekitar. Selain itu, ada fakta menarik kendaraan Hagglund lain yang perlu kalian ketahui.

Hagglund di Gunung Semeru akan dioperasikan dibawah kendali PMI Kabupaten Lumajang. Dua unit Hagglund diperkirakan tiba siang ini, Senin (6/12/2021) di Posko PMI Kabupaten Lumajang.

Selama ini, Hagglund memang dikenal sebagai salah satu kendaraan yang kerap digunakan untuk proses evakuasi bencana berkat kemampuannya beroperasi di medan yang menyulitkan. 

Kumpulan Fakta Menarik Hagglund

1. Sejarah Hagglund

Hagglund pertama kali digunakan sebagai kendaraan pendukung militer oleh Angkatan Darat Swedia di tahun 1970-an lalu. Kendaraan amfibi ini saat itu digunakan sebagai pengangkut kebutuhan logistik dengan kemampuannya untuk berjalan baik di darat maupun di laut.

2. Haglund Pertama di Indonesia

Hagglund digunakan pertama kali di Indonesia pada tahun 2010 silam saat mengevakuasi warga sekitar Gunung Merapi dari awan panas yang menyerang ketika terjadi letusan.

Hagglund yang digunakan saat itu memiliki tipe BV206 yang menjadi milik PMI.

3. Kapasitas Hagglund

Hagglund BV206 yang dimiliki PMI Indonesia diketahui mampu mengangkut beban hingga mencapai 2.250 kg. Bak belakang hagglund dapat menampung hingga 12 orang

4. Keistimewaan Hagglund

Hagglund masih mampu beroperasi pada temperatur 100 derajat celcius dan dengan kedalaman air mencapai 120 meter. Tidak heran, Hagglund menjadi salah satu kendaraan andalan untuk menyelamatkan korban bencana di Indonesia

5. Harga Hagglund

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sujiwo Tejo Persilakan Menteri ke Semeru Kecuali Sosok Ini, Netizen Langsung Tunjuk Hidung

Sujiwo Tejo Persilakan Menteri ke Semeru Kecuali Sosok Ini, Netizen Langsung Tunjuk Hidung

Surakarta | Senin, 06 Desember 2021 | 12:57 WIB

Update Titik Pengungsian yang Terdampak Erupsi Gunung Semeru, Senin 6 Desember 2021

Update Titik Pengungsian yang Terdampak Erupsi Gunung Semeru, Senin 6 Desember 2021

Malang | Senin, 06 Desember 2021 | 12:55 WIB

Viral Ibu Lindungi Anak Saat Semeru Erupsi, Wajahnya Hitam Kena Abu Vulkanik

Viral Ibu Lindungi Anak Saat Semeru Erupsi, Wajahnya Hitam Kena Abu Vulkanik

Lifestyle | Senin, 06 Desember 2021 | 12:51 WIB

Terkini

5 Hari Hilang di Hutan IKN, Pemburu Ini Ditemukan Hidup secara Ajaib

5 Hari Hilang di Hutan IKN, Pemburu Ini Ditemukan Hidup secara Ajaib

News | Jum'at, 29 Mei 2026 | 16:23 WIB

Mengapa Iran Mengendalikan Selat Hormuz?

Mengapa Iran Mengendalikan Selat Hormuz?

News | Jum'at, 29 Mei 2026 | 16:20 WIB

Prabowo Minta Bahasa Prancis di Sekolah, JPPI: Belajar Bahasa Indonesia Saja Masih Susah

Prabowo Minta Bahasa Prancis di Sekolah, JPPI: Belajar Bahasa Indonesia Saja Masih Susah

News | Jum'at, 29 Mei 2026 | 15:50 WIB

Indonesia Gabung Kampanye Global 50-in-5: Masa Depan Digital Masyarakat Lebih Terhubung & Inklusif

Indonesia Gabung Kampanye Global 50-in-5: Masa Depan Digital Masyarakat Lebih Terhubung & Inklusif

News | Jum'at, 29 Mei 2026 | 15:46 WIB

Reformasi 98 Disebut Gagal, Penjahat Masa Lalu Kini Jadi Pahlawan

Reformasi 98 Disebut Gagal, Penjahat Masa Lalu Kini Jadi Pahlawan

News | Jum'at, 29 Mei 2026 | 15:33 WIB

Jalan di Lenteng Agung Amblas 3 Meter, Perbaikan Butuh 2-3 Hari

Jalan di Lenteng Agung Amblas 3 Meter, Perbaikan Butuh 2-3 Hari

News | Jum'at, 29 Mei 2026 | 15:09 WIB

Tercatat Jadi Penasihat Little Aresha Daycare, Dosen UGM Ngaku Tak Tahu Struktur Organisasi

Tercatat Jadi Penasihat Little Aresha Daycare, Dosen UGM Ngaku Tak Tahu Struktur Organisasi

News | Jum'at, 29 Mei 2026 | 15:00 WIB

Dolar Menggila dan Harga Pangan Naik, Pengelola Dapur Khawatir Gizi MBG Tak Optimal

Dolar Menggila dan Harga Pangan Naik, Pengelola Dapur Khawatir Gizi MBG Tak Optimal

News | Jum'at, 29 Mei 2026 | 14:57 WIB

Geger! Pria Ditemukan Tewas Tergantung di Danau Sunter, Videonya Viral di Medsos

Geger! Pria Ditemukan Tewas Tergantung di Danau Sunter, Videonya Viral di Medsos

News | Jum'at, 29 Mei 2026 | 14:45 WIB

Solusi Anti-Macet ke Java Jazz 2026, Transjakarta PIK2-Blok M Beroperasi Hingga Tengah Malam

Solusi Anti-Macet ke Java Jazz 2026, Transjakarta PIK2-Blok M Beroperasi Hingga Tengah Malam

News | Jum'at, 29 Mei 2026 | 14:32 WIB