Indonesia Naik Peringkat dalam Indeks Kekuatan Asia, Mengapa Baru Sekarang?

Siswanto | ABC | Suara.com

Selasa, 07 Desember 2021 | 13:15 WIB
Indonesia Naik Peringkat dalam Indeks Kekuatan Asia, Mengapa Baru Sekarang?
Ilustrasi Kota Jakarta. (Foto: Antara)

Suara.com - Pengaruh Amerika Serikat di Asia semakin menguat sejak pemerintahan Presiden Joe Biden, sementara pengaruh China melemah akibat pandemi COVID-19, menurut indeks tahunan yang dirilis Lowy Institute.

'Asia Power Index' atau Indeks Kekuatan Asia, mengukur banyak aspek, di antaranya kemampuan ekonomi dan militer, hubungan ekonomi dan jaringan pertahanan, serta pengaruh di bidang kebudayaan.

Di tahun 2021, Amerika Serikat masih menjadi negara yang paling berpengaruh di wilayah Asia Pasifik, disusul China di posisi kedua, yang kedudukannya terus menguat dalam catatan Indeks beberapa tahun terakhir.

"Pandemi benar-benar telah mempengaruhi banyak negara dan kemampuannya untuk menanggapi kejadian di luar, namun Amerika Serikat telah memperoleh kekuatan menyeluruh untuk pertama kalinya sejak tahun 2018," ujar direktur peneliti Lowy Institute, Hervé Lemahieu.

Alyssa Leng, ekonom dan peneliti yang berpartisipasi dalam penelitian Indeks mengatakan  "semakin menguatnya Amerika sebagian besar disebabkan oleh pemerintahan Biden".

"Sejak posisi AS rendah di masa pemerintahan Trump, pengaruh diplomatik Amerika telah kembali menguat di wilayah Asia Pasifik," ujarnya, yang juga menambahkan Amerika Serikat sudah menyumbang 90 juta dosis vaksin ke Asia, dua kali jumlah yang disumbangkan Beijing.

Pengaruh China melemah untuk pertama kalinya sejak Indeks dicatat di tahun 2018.

"Beberapa tantangan ekonomi ditambah populasi yang kian menua telah memperlambat bertambahnya kemampuan negara tersebut untuk mengerahkan kekuatannya di Asia," ujar Hervé.

"

"Pertumbuhan ekonominya akan terus terjadi, namun pertanyaannya, seberapa cepat?"

"

"China tidak akan dominan seperti Amerika dulu, namun kita sudah siap menghadapi abad bipolar di Indo-Pasifik ... yang lebih bergantung pada keinginan Amerika dan China," katanya.

Bagaimanapun juga, laporan ini menemukan jika China kini mengeluarkan biaya militer 50 persen lebih banyak dari India, Jepang, Taiwan dan kesepuluh anggota ASEAN bila digabung.

China "tetap menjadi yang terdepan dari semua negara di wilayah Asia Pasifik" dalam hal kekuatan secara keseluruhan, ujar Alyssa.

Posisi

Negara

1

Amerika Serikat

2

China

3

Jepang

4

India

5

Russia

6

Australia

7

Korea Selatan

8

Singapura

9

Indonesia

10

Thailand

Sumber: Lowy Institute Asia Power Index 2021

Australia dan Indonesia kunci kekuasaan di Asia

Australia menempati posisi keenam dalam 'Asia Power Index', di bawah Jepang, India, dan Rusia.

Meski memiliki perselisihan diplomatik dengan China yang adalah mitra dagang terbesarnya, menurut analisa Lowy, Australia telah mengukuhkan ketangguhannya tahun ini.

Sumbangan vaksin dari Australia ke negara Asia Pasifik dianggap "cukup dermawan", terutama bila diukur per kapita, menurut Alyssa.

Ditandatanganinya pakta keamanan AUKUS oleh Australia dengan Amerika dan Inggris di bulan Oktober lalu menunjukkan Australia akan "lebih bergantung pada kapasitas Amerika dan kemauannya mempertahankan keseimbangan militer di Asia secara relatif pada bangkitnya China", menurut Hervé.

Alyssa mengatakan pakta ini mencerminkan "kerja sama pertahanan Australia di wilayah Asia Pasifik yang mendalam, bukan meluas".

"

"Australia kelihatannya akan berpihak penuh pada Amerika di tahap ini".

"

"Informasi mengenai AUKUS sangatlah sedikit sekarang ... sampai segala detailnya lebih jelas dan reaksi diplomatis dari negara Asia-Pasifik, sulit untuk memprediksi dampaknya," ujarnya.

Hervé mengatakan penutupan perbatasan karena COVID-19 juga mencerminkan kemampuan Australia dalam melakukan diplomasi pertahanan dan memperluas pengaruh dalam pariwisata dan sektor pendidikan internasional.

Pengaruh ekonomi Australia di Asia Pasifik juga melemah, salah satunya bagaimana posisinya sebagai investor terbesar di Papua Nugini digeser oleh China.

"Kita melakukan lebih banyak investasi di Selandia Baru dibanding negara Asia Tenggara, termasuk Indonesia," ujar Hervé.

Untuk pertama kalinya, Indonesia masuk dalam 10 posisi teratas sebagai "pemain paling berpengaruh secara diplomatis" di Asia Tenggara.

Hervé menganggap "aneh" kenyataan bahwa Indonesia dengan populasi dan ekonomi besar baru masuk 10 peringkat teratas.

"Banyak negara berkembang seperti Indonesia justru melihat ke dalam dan menghadapi masalah dengan kemampuannya menunjukkan kekuatan dan kepemimpinan di hadapan dunia," katanya.

Laporan tersebut menyebutkan bahwa Presiden Joko Widodo telah "menegaskan posisinya sebagai pemimpin di regional".

Bagaimanapun, laporan tersebut mencatat  jika Indonesia, sama dengan negara tetangganya di Asia-Pasifik, yang kurang kekuatan di bidang militer mungkin harus mengonfrontasi China.

Seruan agar hubungan Jepang dan Australia diperkuat

Laporan Lowy mengatakan Jepang adalah "kekuatan" yang memiliki pengaruh dalam bidang diplomatik, ekonomi, dan kebudayaan yang signifikan dengan keterbatasan sumber daya. Namun pengaruhnya melemah di tahun 2021 karena penurunan di bidang ekonomi dan populasinya yang menua.

Dalam laporan yang dikeluarkan bulan lalu, Direktur ANU Pusat Penelitian Australia-Jepang, Shiro Armstrong mengatakan Australia perlu memperkuat hubungannya yang "sudah kuat" dengan Jepang, khususnya melalui kerja sama di bidang energi untuk menyelesaikan masalah perubahan iklim.

"Jepang adalah tolok ukur hubungan Australia di Asia," ujar Asisten Profesor Shiro.

"Negara itu terkuat ketiga di dunia dalam bidang ekonomi, sumber investasi terbesar kedua di Australia dan sampai komoditasnya menurun di tahun 2020, adalah mitra dagang kedua terbesar Australia."

Namun menurutnya, hubungan dengan Jepang harus dipikirkan ulang bila ingin menghadapi tantangan besar yang dihadapi kedua negara supaya bisa bertahan di abad 21.

Diproduksi oleh Natasya Salim dari laporan dalam bahasa Inggris

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Survei Ungkap 72 Persen Pemilih Cemaskan Kesehatan Mental Joe Biden, Tak Layak Lagi Pimpin AS?

Survei Ungkap 72 Persen Pemilih Cemaskan Kesehatan Mental Joe Biden, Tak Layak Lagi Pimpin AS?

News | Senin, 01 Juli 2024 | 15:34 WIB

Setelah Amerika Serikat Curigai EV Tiongkok, Giliran Agen Rahasia Inggris Berikan Imbauan Soal Ini

Setelah Amerika Serikat Curigai EV Tiongkok, Giliran Agen Rahasia Inggris Berikan Imbauan Soal Ini

Otomotif | Jum'at, 22 Maret 2024 | 23:43 WIB

Xi Jinping Ingin Hubungan China dan AS Semakin Erat

Xi Jinping Ingin Hubungan China dan AS Semakin Erat

News | Jum'at, 28 Oktober 2022 | 09:17 WIB

Presiden Biden Ampuni Tahanan yang Dihukum atas Kepemilikan Ganja

Presiden Biden Ampuni Tahanan yang Dihukum atas Kepemilikan Ganja

News | Jum'at, 07 Oktober 2022 | 11:26 WIB

Presiden Biden Jamin AS Bela Taiwan jika China Menyerang

Presiden Biden Jamin AS Bela Taiwan jika China Menyerang

News | Senin, 19 September 2022 | 12:54 WIB

Biden Yakini Akan Berjumpa Xi Jinping di KTT G20 di Bali

Biden Yakini Akan Berjumpa Xi Jinping di KTT G20 di Bali

News | Rabu, 07 September 2022 | 16:44 WIB

Terkini

Studi CISDI: 9 dari 10 Makanan Kemasan di Indonesia Tinggi Gula, Garam, dan Lemak

Studi CISDI: 9 dari 10 Makanan Kemasan di Indonesia Tinggi Gula, Garam, dan Lemak

News | Rabu, 29 April 2026 | 23:25 WIB

KPK 'Skakmat' Ancaman Gugatan Rp300 Triliun Noel: Fokus Sidang, Jangan Membangun Opini!

KPK 'Skakmat' Ancaman Gugatan Rp300 Triliun Noel: Fokus Sidang, Jangan Membangun Opini!

News | Rabu, 29 April 2026 | 22:30 WIB

Periksa Suami Fadia Arafiq, KPK Telusuri 'Jalur Panas' Uang di Perusahaan Keluarga

Periksa Suami Fadia Arafiq, KPK Telusuri 'Jalur Panas' Uang di Perusahaan Keluarga

News | Rabu, 29 April 2026 | 22:04 WIB

Lawan KPK, Noel Ancam Gugat Rp 300 Triliun: 'Tak Ambil Satu Rupiah Pun, Semua untuk Buruh!'

Lawan KPK, Noel Ancam Gugat Rp 300 Triliun: 'Tak Ambil Satu Rupiah Pun, Semua untuk Buruh!'

News | Rabu, 29 April 2026 | 21:22 WIB

KPK Bidik Peran Suami Fadia Arafiq di Pusaran Korupsi Proyek Outsourcing Pekalongan

KPK Bidik Peran Suami Fadia Arafiq di Pusaran Korupsi Proyek Outsourcing Pekalongan

News | Rabu, 29 April 2026 | 21:20 WIB

Usut Tragedi Bekasi Timur: Usai Sopir Taksi Green SM, Besok Giliran Masinis Diperiksa Polisi

Usut Tragedi Bekasi Timur: Usai Sopir Taksi Green SM, Besok Giliran Masinis Diperiksa Polisi

News | Rabu, 29 April 2026 | 21:09 WIB

Kenapa Banyak Bajak Laut di Somalia? Kapal Honour 25 Berisi 4 WNI Disandera Perompak

Kenapa Banyak Bajak Laut di Somalia? Kapal Honour 25 Berisi 4 WNI Disandera Perompak

News | Rabu, 29 April 2026 | 20:47 WIB

Kilas Balik Misi Berdarah TNI Bebaskan Kapal Sinar Kudus dari Cengkeraman Perompak Somalia

Kilas Balik Misi Berdarah TNI Bebaskan Kapal Sinar Kudus dari Cengkeraman Perompak Somalia

News | Rabu, 29 April 2026 | 20:29 WIB

10  Jam Terjepit Dalam Kereta, Kisah Endang Melawan Maut Usai Sempat Dikira Tim SAR Meninggal

10 Jam Terjepit Dalam Kereta, Kisah Endang Melawan Maut Usai Sempat Dikira Tim SAR Meninggal

News | Rabu, 29 April 2026 | 20:27 WIB

Orang Tua Korban Daycare Little Aresha Ajukan Perlindungan dan Restitusi ke LPSK

Orang Tua Korban Daycare Little Aresha Ajukan Perlindungan dan Restitusi ke LPSK

News | Rabu, 29 April 2026 | 20:04 WIB