Guru Ajarkan Antikorupsi ke Siswa, Menag Yaqut: Bayangkan Sibuknya KPK Tanpa Peran Guru

Chandra Iswinarno, Ria Rizki Nirmala Sari

Selasa, 07 Desember 2021 | 16:55 WIB
Guru Ajarkan Antikorupsi ke Siswa, Menag Yaqut: Bayangkan Sibuknya KPK Tanpa Peran Guru
Menag Yaqut Cholil Qoumas. [Tangkapan layar/Ria Rizki]

Suara.com - Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas mengungkapkan, para guru, terutama guru agama, telah menanamkan nilai-nilai kejujuran, keadilan, hingga tidak berlaku curang kepada murid-muridnya meskipun tidak mendapatkan instruksi untuk memberikan pendidikan antikorupsi.

Ia tidak dapat membayangkan, sibuknya Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memberikan pendidikan antikorupsi tanpa jasa-jasa guru.

Yaqut menjelaskan, mata pelajaran kewarganegaraan dan mata pelajaran agama menjadi mata pelajaran yang sangat relevan untuk menyampaikan pendidikan moral dan antikorupsi kepada calon penerus bangsa.

Ia mencontohkan, melalui pendidikan agama terdapat pelajaran anti korupsi meski tidak mencantumkan tema khusus antikorupsi.

"Dalam pendidikan agama, nilai-nilai anti korupsi tersebut diintegrasikan ke dalam mapel Alquran, hadis, akhlak dan fikih tanpa harus menyebut pendidikan anti korupsi. Demikian juga mata pelajaran agama yang lainnya, yang penting adalah substansi dari pendidikan itu," kata Yaqut dalam acara bertajuk Peluncuran Strategi Nasional Pendidikan Antikorupsi yang disiarkan melalui YouTube KPK RI, Selasa (7/12/2021).

Atas dasar itu, Yaqut pun menyampaikan ucapan terima kasih kepada guru-guru yang secara tidak langsung mengajarkan anti korupsi melalui penanaman pentingnya nilai-nilai moral kepada para siswa.

Menurutnya, para guru sudah bergerak karena menjadi mandat utama dalam penyelanggaraan pendidikan moral keagamaan.

"Kita bisa membayangkan bagaimana sibuknya KPK nanti, kita harus menanamkan pendidikan anti korupsi tanpa peran dan keberadaan para guru ini," ujarnya.

Meski sudah berjalan, Menag Yaqut menilai masih perlu adanya strategi lain untuk menanamkan pendidikan anti korupsi yang terintegrasi dalam pendidikan sekolah maupun madrasah.

baca juga

Seperti yang sudah dilakukan oleh Kemenag dan Kemendikbudristek melalui pembuatan program untuk pengajar menguasai teori dan praktik pembelajaran khususnya untuk anti korupsi.

Program yang dibuat ialah seperti peningkatan kompetensi para guru. Menurut Menag Yaqut, KPK bisa ikut andil untuk memberikan ilmu anti korupsi yang kemudian dapat diteruskan oleh guru kepada para siswanya.

"KPK saya kira perlu untuk terlibat dalam beberapa aktivitas tadi, walaupun mungkin hanya sekedar menitipkan pentingnya pendidikan anti korupsi."

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Eks Pegawai jadi ASN Polri Tanpa Proses TWK, ICW: Mestinya 5 Pimpinan KPK Malu

Eks Pegawai jadi ASN Polri Tanpa Proses TWK, ICW: Mestinya 5 Pimpinan KPK Malu

News | Selasa, 07 Desember 2021 | 16:03 WIB

Novel Baswedan Bersama 43 Mantan Pegawai KPK Jalani Asesmen ASN Polri

Novel Baswedan Bersama 43 Mantan Pegawai KPK Jalani Asesmen ASN Polri

Foto | Selasa, 07 Desember 2021 | 14:23 WIB

Telusuri Aliran Uang Kasus PUPR Banjar, KPK Periksa Pejabat hingga Pengusaha

Telusuri Aliran Uang Kasus PUPR Banjar, KPK Periksa Pejabat hingga Pengusaha

Jabar | Selasa, 07 Desember 2021 | 14:06 WIB

Terkini

Hamzah Batik Malioboro Punya Siapa? Toko Legendaris Jogja yang Dilanda Kebakaran

Hamzah Batik Malioboro Punya Siapa? Toko Legendaris Jogja yang Dilanda Kebakaran

Lifestyle | Senin, 28 September 2026 | 09:53 WIB

Dugaan Kekerasan di SMPN 18 Kota Malang, Korban Bertambah Jadi Delapan Siswa

Dugaan Kekerasan di SMPN 18 Kota Malang, Korban Bertambah Jadi Delapan Siswa

Jatim | Senin, 28 September 2026 | 09:52 WIB

Ada Kesempatan Beli, Harga Emas Antam Lagi Murah Jadi Rp2.597.000/Gram

Ada Kesempatan Beli, Harga Emas Antam Lagi Murah Jadi Rp2.597.000/Gram

Bisnis | Senin, 28 September 2026 | 09:48 WIB

Apa Itu Diplomasi Panda Xi Jinping dan Donald Trump?

Apa Itu Diplomasi Panda Xi Jinping dan Donald Trump?

News | Senin, 28 September 2026 | 09:44 WIB

Rupiah Semakin Anjlok Pagi Hari Ini ke Level Rp17.964

Rupiah Semakin Anjlok Pagi Hari Ini ke Level Rp17.964

Bisnis | Senin, 28 September 2026 | 09:44 WIB

Pertamax Turbo Mulai Menyasar Motor Premium, Ini Strategi Pertamina

Pertamax Turbo Mulai Menyasar Motor Premium, Ini Strategi Pertamina

Bisnis | Senin, 28 September 2026 | 09:41 WIB

24 Tahun Car Free Day, Laju Polusi Jakarta Masih Kronis

24 Tahun Car Free Day, Laju Polusi Jakarta Masih Kronis

News | Senin, 28 September 2026 | 09:40 WIB

Brigjen Simson Resmi Jabat Wakapolda Riau: Ini Pertama Berdinas di Sumatera

Brigjen Simson Resmi Jabat Wakapolda Riau: Ini Pertama Berdinas di Sumatera

Riau | Senin, 28 September 2026 | 09:40 WIB

Sungai Cikole Mengering, Petani Sukabumi Temukan Tengkorak dan Tulang Belulang Manusia

Sungai Cikole Mengering, Petani Sukabumi Temukan Tengkorak dan Tulang Belulang Manusia

Jabar | Senin, 28 September 2026 | 09:40 WIB

Geledah Kanwil BPN Jatim, KPK Temukan Uang USD dan SGD

Geledah Kanwil BPN Jatim, KPK Temukan Uang USD dan SGD

News | Senin, 28 September 2026 | 09:36 WIB

×