alexametrics

Tausiyah Jenderal Dudung soal Agama Bikin Heboh, PBNU Jelaskan Maksudnya: Ini Sangat Baik

Aprilo Ade Wismoyo
Tausiyah Jenderal Dudung soal Agama Bikin Heboh, PBNU Jelaskan Maksudnya: Ini Sangat Baik
KSAD Dudung Abdurrachman (Youtube)

Sekjen PBNU meluruskan pemahaman terkait pernyataan KSAD Jenderal Dudung dalam tausiyahnya di sebuah masjid di Jayapura beberapa waktu lalu.

Suara.com - Sekretasris Jenderal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Helmy Faishal Zaini  menyampaikan penjelasan terkait ucapan KSAD Jenderal TNI Dudung Abdurachman mengenai agama saat mengisi tausiyah di Jayapura beberapa waktu lalu.

Melansir Wartaekonomi.co.id -- jaringan Suara.com, ia menjelaskan bahwa yang dimaksud dari ucapan Jenderal Dudung adalah jangan mempelajari ilmu agama terlalu dalam apabila tanpa didampingi guru atau pembimbing yang berkompeten.

"Kami sudah bertemu secara langsung, Jenderal Dudung menjelaskan bahwa yang dimaksud adalah jangan belajar agama terlalu dalam secara sendiri tanpa bimbingan guru," ujar Helmy Faishal Zaini di Jakarta, Selasa, (7/12/2021).

Ia menambahkan, belajar agama harus disertai bimbingan dari seorang guru agar pemahaman dan transmisi keilmuan terjaga. Hal itu juga ditujukan untuk menghindari pemahaman-pemahaman yang keliru.

Baca Juga: Pertemuan Tertutup, Mahfud MD dan KSAD Bahas Upaya Dialog Untuk Papua

Lebih lanjut Helmy menyebut yang disampaikan oleh Jenderal Dudung tersebut dalam konteks membangun spirit moderasi beragama.

Ia menilai hal itu sangat baik jika dikaitkan dengan konteks berbangsa dan bernegara.

"Yang beliau sampaikan tentu dalam konteks membangun spirit moderasi beragama. Maka, saya rasa ini sangat baik dalam konteks berbangsa dan bernegara," ujarnya.

KSAD Dudung Abdurrachman (Youtube)
KSAD Dudung Abdurrachman (Youtube)

Melansir dari laman TNI AD, Tatang menjelaskan ucapan Jenderal Dudung diutarakan saat memberikan kultum usai salat subuh bersama prajurit Kodam XVII/Cenderawasih.

Tatang yang mengaku hadir dalam acara itu menambahkan, saat ini banyak orang yang mendalami ilmu agama tanpa pendamping guru. Hal ini diyakini bisa disalahgunakan oleh oknum yang salah menafsirkan agama.

Baca Juga: Desak Jenderal Dudung Mundur, Novel Bamukmin: Sudah Menghina Kemuliaan Ajaran Islam

Oleh karenanya, jangan terlalu dalam mempelajari agama tanpa guru pembimbing yang ahli.

Komentar