alexametrics

Pertemuan Tertutup, Mahfud MD dan KSAD Bahas Upaya Dialog Untuk Papua

Erick Tanjung | Ria Rizki Nirmala Sari
Pertemuan Tertutup, Mahfud MD dan KSAD Bahas Upaya Dialog Untuk Papua
Menko Polhukam Mahfud MD menyampaikan keterangan usai melakukan pertemuan tertutup dengan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Dudung Abdurachman di Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta Pusat, Selasa (7/11/2021). (Dok. Humas Kemenko Polhukam).

"Kami akan terus meneruskan dialog, karena selama ini juga seperti masyarakat tahu kami berdialog," kata Mahfud.

Suara.com - Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum dan Keamanan Mahfud MD mengadakan pertemuan tertutup dengan Kepala Staf Angkatan Darat/KSAD Jenderal Dudung Abdurachman di Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta Pusat, Selasa (7/11/2021). Keduanya membicarakan perihal upaya pendekatan dengan menggunakan dialog untuk menanganai konflik di Papua.

Mahfud mengatakan bahwa pemerintah menggunakan pendekatan anyar tersebut sesuai dengan instruksi presiden atau inpres dan Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2021 tentang Otonomi Khusus Papua. Dalam undang-undang itu dijelaskan bahwa pemerintah melakukan pendekatan pembangunan kesejahteraan bagi Bumi Cenderawasih.

Untuk mewujudkan adanya kesejahteraan tersebut diperlakukan adanya dialog antara pemerintah dan masyarakat Papua.

"Kami akan terus meneruskan dialog, karena selama ini juga seperti masyarakat tahu kami berdialog," kata Mahfud dalam video yang ditayangkan YouTube Kemenko Polhukam, Selasa (7/12/2021).

Baca Juga: Desak Jenderal Dudung Mundur, Novel Bamukmin: Sudah Menghina Kemuliaan Ajaran Islam

Menurutnya pemerintah kerap melakukan dialog melalui kepala adat, pimpinan keagamaan hingga pimpinan organisasi kepemudaan khusus Papua. Hal tersebut disampaikan Mahfud sekaligus untuk menyanggah adanya anggapan kalau upaya penyelesaian konflik di Papua kerap diwarnai dengan keributan.

Kata Mahfud, yang kerap membuat keributan itu berasal dari orang yang sama dan pemerintah telah memetakan mana saja wilayah yang memang sengaja membuat keributan tersebut.

"Jangan terlalu banyak membuang energi kesitu sebenarnya. Oleh sebab itu kami membina Papua ya sebagai saudara kita, Papua itu sebagai saudara kita bukan KKB yang saudara kita. KKB itu dimana-mana ada, itu harus dibina, harus ditreatment secara benar," ujarnya.

Sementara itu, KSAD Dudung mengatakan pihaknya akan meneruskan program-program yang sudah dicanangkan pemerintah untuk penyelesaian konflik di Papua dengan menggunakan pendekatan kemanusiaan. Ia bakal menyiapkan personel yang nantinya menjalankan pendekatan-pendekatan tersebut.

"Yaitu melakukan operasi teritorial yang di dalamnya adalah pembinaan-pembinaan kepada masyarakat. Sehingga kami jajaran angkatan darat mendukung penuh dan akan menyiapkan jajaran kami dalam rangka program tersebut," ucap Dudung.

Baca Juga: Ketua PA 212 Peringatkan KSAD Dudung: Jangan Memecah Belah TNI dan Ummat

Komentar