alexametrics

Sebut 212 Masih Dukung Prabowo, Pengamat Soroti Strategi Gerindra Merangkul Sambil Memukul

Aprilo Ade Wismoyo
Sebut 212 Masih Dukung Prabowo, Pengamat Soroti Strategi Gerindra Merangkul Sambil Memukul
Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto di perayaan hari ulang tahun ke-12 Partai Gerindra di DPP Gerindra, Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Kamis (6/2/2020). (Suara.com/Tyo)

Pengamat tersebut mengatakan massa 212 tak sepenuhnya meninggalkan Prabowo Subianto.

Suara.com - Ketua Umum Partai Gerindra yang juga Menteri Pertahanan Republik Indonesia, Prabowo Subianto disebut tak sepenuhnya ditinggalkan oleh massa 212 yang mendukungnya di pilpres sebelumnya.

Melansir dari Terkini.id -- jaringan Suara.com, Pengamat Politik sekaligus Direktur Eksekutif Median, Rico Marbun mengatakan jika massa 212 belum sepenuhnya meninggalkan Prabowo Subianto.

Ia menyebut hal tersebut terjadi sebagai hasil dari strategi Partai Gerindra yang digunakan dalam menghadapi kelompok massa 212.

Rico menilai, kelompok pendukung Habib Rizieq hingga kini masih tetap solid pada Prabowo Subianto jika maju pada Pilpres 2024 mendatang.

Baca Juga: 1 Tahun Penembakan Laskar FPI, Ini Pesan Tegas HRS dari Balik Jeruji Tahanan

"Massa 212 masih banyak yang menggantungkan harapan ke Prabowo," kata Rico Marbun di Jakarta, Selasa 7 Desember 2021.

Ia juga menyoroti, Partai Gerindra dalam memainkan strategi merangkul sambil memukul pemerintahan Presiden Jokowi. Hal tersebut disebutnya sangat hebat.

Para penukung pemerintah kini tak bisa menyerang Prabowo maupun Gerindra karena sudah masuk ke kabinet.

"Pendukung koalisi pemerintahan tidak bisa menyerang Prabowo dan Gerindra karena memang sudah masuk dalam kabinet," ujarnya.

Meski begitu, Rico menyebut hingga saat ini masih ada beberapa tokoh andalan Gerindra yang terus eksis mengkritik pemerintahan Jokowi.

Baca Juga: Rocky Gerung: 212 Itu Bukan Reuni Massa, Itu Reuni Ide

"Seperti Fadli Zon, Habiburrokhman, Fery Juliantono dan lainnya, di mana mereka konsisten memukul pemerintah dengan kritik-kritik tajam," tutur Rico.

Komentar