Iran Kibarkan Bendera Merah di Masjid Jamkaran Usai Kematian Khamenei, Simbol Janji Balas Dendam

Tasmalinda

Minggu, 01 Maret 2026 | 20:58 WIB
Iran Kibarkan Bendera Merah di Masjid Jamkaran Usai Kematian Khamenei, Simbol Janji Balas Dendam
Bendera merah dikibatkan di Masjid Jamkaran
baca 10 detik
  • Bendera merah simbol balas dendam dikibarkan di kubah Masjid Jamkaran, Qom, menyusul serangan udara terhadap Pemimpin Tertinggi Iran.
  • Bendera merah dalam tradisi Syiah melambangkan kemarahan dan janji pembalasan atas darah martir, berakar pada tragedi Karbala.
  • Pengibaran bendera ini memicu reaksi global dan berpotensi memperkeruh situasi geopolitik tegang di kawasan Timur Tengah.

Suara.com - Sebuah momen sarat simbol mengguncang dunia Islam setelah bendera merah yang dikenal sebagai “bendera balas dendam” berkibar di atas kubah Masjid Jamkaran, salah satu situs ziarah paling sakral di kota Qom, Iran.

Pengibaran bendera tersebut segera memicu reaksi luas dan menjadi sorotan media global. Dalam tradisi Syiah, bendera merah diyakini sebagai ungkapan kemarahan sekaligus janji pembalasan atas darah yang tertumpah.

Sejumlah laporan media internasional menyebut, simbol itu dikibarkan setelah rentetan serangan militer yang menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, figur tertinggi dalam hierarki politik dan religius Republik Islam Iran, dalam serangan udara di Teheran yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel.

Bendera merah itu bukan sekadar kain berwarna. Dalam tradisi Syiah, warna merah melambangkan darah para martir dan menjadi penanda bahwa keadilan atas darah tersebut diyakini belum ditegakkan. Simbol ini berakar pada tragedi Karbala abad ke-7, ketika Husayn ibn Ali gugur dalam pertempuran yang kemudian menjadi fondasi spiritual dan emosional komunitas Syiah.

Tulisan yang kerap tertera pada bendera itu berbunyi “Ya Latharat al-Husayn”, yang berarti seruan untuk membalas darah Husayn. Bagi penganut Syiah, kalimat tersebut bukan sekadar slogan, melainkan panggilan moral dan religius untuk menegakkan keadilan.

Dalam konteks Iran kontemporer, simbol ini juga memiliki dimensi politik. Pengibaran serupa pernah terjadi pada Januari 2020 setelah tewasnya Jenderal Qasem Soleimani dalam serangan drone Amerika Serikat di Irak. Saat itu, bendera merah juga dikibarkan di Masjid Jamkaran dan menjadi penanda kemarahan nasional Iran.

Akun resmi Masjid Jamkaran di media sosial menyebut pengibaran bendera “Ya Latharat al-Husayn” sebagai respons terhadap apa yang mereka sebut sebagai kejahatan “Amerika dan Zionis”, menyiratkan pesan moral sekaligus politik.

Di dalam negeri, simbol tersebut muncul di tengah suasana duka dan kemarahan yang meluas. Warga dan tokoh keagamaan memadukan doa, peringatan, dan pernyataan sikap di berbagai kota.

Meski demikian, dalam tradisi Syiah, bendera merah tidak selalu dimaknai sebagai deklarasi perang. Ia lebih sering dipahami sebagai simbol bahwa janji keadilan belum tuntas, bahwa darah yang tertumpah belum dianggap terbayar secara adil.

baca juga

Namun secara geopolitik, pengibaran bendera ini berpotensi memperkeruh situasi Timur Tengah yang sudah tegang. Amerika Serikat dan sekutunya disebut meningkatkan kewaspadaan, sementara komunitas internasional memantau kemungkinan respons Iran dalam beberapa waktu ke depan.

Pada akhirnya, pengibaran bendera merah di Masjid Jamkaran bukan sekadar visual dramatis di media sosial. Ia mencerminkan lapisan sejarah, teologi, dan politik yang saling bertaut, di mana simbol spiritual dapat berubah menjadi pesan geopolitik yang menggema jauh melampaui kubah sebuah masjid di Qom.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Gugur dalam Agresi AS-Israel, Silsilah Ali Khamenei Sebagai 'Sayyid' Keturunan Nabi Jadi Sorotan

Gugur dalam Agresi AS-Israel, Silsilah Ali Khamenei Sebagai 'Sayyid' Keturunan Nabi Jadi Sorotan

News | Minggu, 01 Maret 2026 | 20:56 WIB

Bukan Sekadar Menyesal: Langkah Mengejutkan Indonesia untuk Mendinginkan Konflik AS - Iran

Bukan Sekadar Menyesal: Langkah Mengejutkan Indonesia untuk Mendinginkan Konflik AS - Iran

Video | Minggu, 01 Maret 2026 | 20:30 WIB

Siapa Pengganti Ali Khamenei? Pemimpin Tertinggi Iran Tewas Diserang Rudal

Siapa Pengganti Ali Khamenei? Pemimpin Tertinggi Iran Tewas Diserang Rudal

Lifestyle | Minggu, 01 Maret 2026 | 19:49 WIB

Dino Patti Djalal Duga Agresi Militer AS ke Iran Upaya Pengalihan Isu Epstein Files

Dino Patti Djalal Duga Agresi Militer AS ke Iran Upaya Pengalihan Isu Epstein Files

News | Minggu, 01 Maret 2026 | 19:34 WIB

Ali Khamenei Gugur, Anwar Abbas Sebut Donald Trump Bandit Terbesar Abad Ini

Ali Khamenei Gugur, Anwar Abbas Sebut Donald Trump Bandit Terbesar Abad Ini

News | Minggu, 01 Maret 2026 | 19:25 WIB

Hamas Berduka atas Gugurnya Ali Khamenei, Kutuk Agresi Militer AS-Israel ke Iran

Hamas Berduka atas Gugurnya Ali Khamenei, Kutuk Agresi Militer AS-Israel ke Iran

News | Minggu, 01 Maret 2026 | 19:18 WIB

Ini Alasan MUI Kutuk Serangan Israel, Desak Pemerintah Indonesia Keluar dari BoP

Ini Alasan MUI Kutuk Serangan Israel, Desak Pemerintah Indonesia Keluar dari BoP

Tekno | Minggu, 01 Maret 2026 | 19:35 WIB

Terkini

Bukan Buang Duit, Ini Alasan Sewa Mobil Dinas Tangsel Lebih Hemat Ketimbang Beli

Bukan Buang Duit, Ini Alasan Sewa Mobil Dinas Tangsel Lebih Hemat Ketimbang Beli

News | Selasa, 14 Juli 2026 | 22:02 WIB

Kapolri Temui Jaksa Agung dan Panglima TNI, Redam Friksi Kasus Febrie Adriansyah

Kapolri Temui Jaksa Agung dan Panglima TNI, Redam Friksi Kasus Febrie Adriansyah

News | Selasa, 14 Juli 2026 | 21:56 WIB

Terungkap! Motif Siswa Padang Ledakkan Bom, Dendam Dibully Sejak SD

Terungkap! Motif Siswa Padang Ledakkan Bom, Dendam Dibully Sejak SD

News | Selasa, 14 Juli 2026 | 21:48 WIB

Adian Napitupulu Terima Buku Anotasi KUHAP, Ini Fungsinya

Adian Napitupulu Terima Buku Anotasi KUHAP, Ini Fungsinya

News | Selasa, 14 Juli 2026 | 21:43 WIB

Tragedi di Balik Tembok Pesantren: Mengurai Kasus Santri Dibakar di Lombok

Tragedi di Balik Tembok Pesantren: Mengurai Kasus Santri Dibakar di Lombok

News | Selasa, 14 Juli 2026 | 21:40 WIB

Bupati Mojokerto Berangkatkan 30 Siswa Sekolah Rakyat ke Kediri untuk Tahun Ajaran 2026/2027

Bupati Mojokerto Berangkatkan 30 Siswa Sekolah Rakyat ke Kediri untuk Tahun Ajaran 2026/2027

News | Selasa, 14 Juli 2026 | 21:32 WIB

Rugikan Masyarakat, Gubsu Bobby Minta Pertamina Bereskan Persoalan Distribusi BBM Dalam Dua Hari

Rugikan Masyarakat, Gubsu Bobby Minta Pertamina Bereskan Persoalan Distribusi BBM Dalam Dua Hari

News | Selasa, 14 Juli 2026 | 21:29 WIB

Menhut Raja Juli Soal Inpres Gajah: 9 Menteri Wajib Jaga Habitat Nona Seroja dan Bang Domang

Menhut Raja Juli Soal Inpres Gajah: 9 Menteri Wajib Jaga Habitat Nona Seroja dan Bang Domang

News | Selasa, 14 Juli 2026 | 21:12 WIB

Legislator PDIP Tegaskan RUU Perampasan Aset Jalan Terus: Kita Geber Sampai Sah!

Legislator PDIP Tegaskan RUU Perampasan Aset Jalan Terus: Kita Geber Sampai Sah!

News | Selasa, 14 Juli 2026 | 20:53 WIB

Teror Bom di SD Srengseng, Wakil Ketua Komisi X Desak Polisi Usut Tuntas

Teror Bom di SD Srengseng, Wakil Ketua Komisi X Desak Polisi Usut Tuntas

News | Selasa, 14 Juli 2026 | 20:45 WIB

×