Pesan Menohok Wasekjen Demokrat Untuk Jokowi: Berhenti Salahkan Pendahulu!

Bangun Santoso, Bagaskara Isdiansyah

Senin, 13 Desember 2021 | 09:41 WIB
Pesan Menohok Wasekjen Demokrat Untuk Jokowi: Berhenti Salahkan Pendahulu!
Presiden Jokowi memberikan sambutan dalam acara pembukaan Kongres Ekonomi Umat II MUI pada Jumat (10/12/2021). [Tangkapan Layar Youtube MUI]

Suara.com - Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) DPP Partai Demokrat, Irwan mengatakan, Presiden Joko Widodo (Jokowi) harus berhenti untuk menyalahkan para pendahulunya.

Hal tersebut disampaikan Irwan berkaitan dengan jawaban Jokowi terhadap kritikan Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Anwar Abbas soal Indeks Gini Ekonomi di acara pembukaan Kongres Ekonomi Umat II Majelis Ulama Indonesia (MUI).

"Pak Jokowi harus berhenti selalu salahkan pendahulunya," kata Irwan lewat cuitanya di twitter @irwan_fecho seperti dikutip Suara.com, Senin (13/12/2021).

Dalam menjawab Anwar Abbas soal Indeks Gini bidang pertanahan, Jokowi saat ini proses pendistribusian reforma agraria masih berlangsung.

Dia mengemukakan, target pemerintah soal reforma agraria yang sudah dicapai sebanyak 4,3 juta hektar dari 12 juta hektare yang dibagikan.

"Penguasaan lahan, penguasaan tanah. Apa yang disampaikan oleh Buya betul. Tapi bukan saya yang membagi. Ya harus saya jawab. Harus saya jawab. Dan kita sekarang ini dalam proses mendistribusi reforma agraria yang target kita sudah mencapai 4,3 juta hektar dari target 12 juta dari yang ingin kita bagi," katanya.

Menanggapi hal itu, Irwan kemudian membandingkan soal izin lahan untuk Hak Guna Usaha pada periode Jokowi dengan apa yang terjadi di era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Cuitan Wasekjen Demokrat Irwan. (bidik layar)
Cuitan Wasekjen Demokrat Irwan. (bidik layar)

"Jumlah izin HGU yang terbit dari pelepasan kawasan hutan priode 2015-2021 ada 212 HGU dengan luasan 2.172.714 Ha. Jaman bapak SBY 2005-2014 cuma ada 34 izin HGU dengan luasan 128.239 Ha dari pelepasan kawasan hutan. Menterinya tidak boleh ABS (asal bapak senang)," tutur pria yang akrab disapa Irwan Fecho itu.

Irwan mengatakan, dengan data tersebut buzzer tidak akan bisa membantah.

baca juga

"Buzzerp mana bisa bantah. Dikasih data HGU dari Pelepasan Kawasan Hutan rezim Jokowi untuk dibantah, malah ngasih data hoax Izin Usaha Pengusahaan Hasil Hutan Kayu Hutan Alam & Hutan Tanaman. Nanti saya share bukti bahwa rezim Jokowi banyak nerbitkan izin HPH dan HTI sejak 2005-2021," tuturnya.

"Apakah Pak Jokowi tidak tahu dalam pemerintahannya justru brdsrkn data SIPUHH Online @KementerianLHK sepanjang 2015-2021 untuk IUPHHK Hutan Alam/Hutan Tanaman saja ada 3.820 ijin yg terbit. Di jaman bpk SBY justru 2.350 ijin. Bu @SitiNurbayaLHK apakah tdk memberi data riil ke beliau?," sambungnya.

Jokowi vs Anwar Abbas

Sebelumnya, Waketum MUI Anwar Abbas menyebut Indeks Gini Ekonomi Indonesia turun saat Kepemimpinan Presiden Jokowi.

Anwar menyebut, sebelumnya Indeks Gini Ekonomi Indonesia berada di 0,41 persen. Namun, saat Jokowi memimpin Indonesia, Indeks Gini Ekonomi Indonesia turun menjadi 0,39 persen.

Kemudian kata Anwar, dalam bidang pertanahan, Indeks Gini Indonesia sangat memprihatinkan yakni 0,59 persen. Kata dia, hanya satu persen yang menguasai lahan yang di Indonesia.

"Dalam bidang pertanahan, Indeks Gini kita sangat memperihatinkan itu 0,59 artinya 1 persen penduduk menguasai 59 persen lahan yang ada di negeri ini. Sementara yang jumlahnya sekitar 99 persen itu hanya menguasai 41 persen lahan yang ada di negeri ini," ucap Anwar.

Dalam acara yang sama, Jokowi kemudian langsung menjawab kritikan yang disampaikan Anwar tersebut.

"Tadi saya disiapkan bahan sambutan seperti ini banyaknya. Tapi setelah saya mendengar tadi dari Buya Anwar Abbas menyampaikan saya nggak jadi juga pegang (bahan sambutan) ini. Saya akan jawab apa yang sudah disampaikan oleh dari Buya Anwar Abas. Akan lebih baik menurut saya di dalam forum yang sangat baik ini," ujar Jokowi di The Sultan Hotel & Residence, Jakarta, Jumat (10/12/2021).

Berkaitan dengan Indeks Gini bidang pertanahan, Jokowi menjelaskan, saat ini proses pendistribusian reforma agraria masih berlangsung.

Dia mengemukakan, target pemerintah soal reforma agraria yang sudah dicapai sebanyak 4,3 juta hektar dari 12 juta hektare yang dibagikan.

"Penguasaan lahan, penguasaan tanah. Apa yang disampaikan oleh Buya betul. Tapi bukan saya yang membagi. Ya harus saya jawab. Harus saya jawab. Dan kita sekarang ini dalam proses mendistribusi reforma agraria yang target kita sudah mencapai 4,3 juta hektar dari target 12 juta dari yang ingin kita bagi," katanya.

Mantan Gubernur DKI Jakarta itu menyebut Indonesia sudah memiliki bank tanah. Ia pun akan melihat semua Hak Guna Usaha dan Hak Guna Bangunan yang diterlantarkan.

"Mungkin insyaAllah bulan ini sudah saya mulai atau mungkin bulan depan akan saya mulai untuk saya cabut satu per satu yang ditelantarkan karena banyak sekali. Konsesinya diberikan, sudah lebih 20 tahun, lebih 30 tahun tapi tidak diapa-apa kan. Sehingga kita tidak bisa memberikan ke yang lain-lain," tutur dia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

CEK FAKTA: Wali Kota Solo Borong Saham Rp 92,2 Miliar dan Asal Duit Tak Jelas, Benarkah?

CEK FAKTA: Wali Kota Solo Borong Saham Rp 92,2 Miliar dan Asal Duit Tak Jelas, Benarkah?

Hits | Minggu, 12 Desember 2021 | 19:06 WIB

Balik ke Karo Sumut, Warga Temui Jokowi Bawa 3 Ton Jeruk Disambut Bagai Pahlawan

Balik ke Karo Sumut, Warga Temui Jokowi Bawa 3 Ton Jeruk Disambut Bagai Pahlawan

Sumut | Minggu, 12 Desember 2021 | 17:19 WIB

Diresmikan Presiden Jokowi, Jalan Bypass BIL-Mandalika Sudah Retak dan Berlubang

Diresmikan Presiden Jokowi, Jalan Bypass BIL-Mandalika Sudah Retak dan Berlubang

Bali | Minggu, 12 Desember 2021 | 13:31 WIB

Puji SBY Berani Mundur, Peneliti LIPI Sebut Publik Menunggu Manuver Menteri Jokowi

Puji SBY Berani Mundur, Peneliti LIPI Sebut Publik Menunggu Manuver Menteri Jokowi

News | Sabtu, 11 Desember 2021 | 19:39 WIB

Lembaga Survei ini Beberkan 3 Figur Capres 2024 dari Klaster Menteri, Kader PDIP Teratas

Lembaga Survei ini Beberkan 3 Figur Capres 2024 dari Klaster Menteri, Kader PDIP Teratas

News | Sabtu, 11 Desember 2021 | 18:41 WIB

Soal Tiang Pancang Kereta Cepat Roboh, Politikus Demokrat: Tak Ada Pembelajaran, Ruwet

Soal Tiang Pancang Kereta Cepat Roboh, Politikus Demokrat: Tak Ada Pembelajaran, Ruwet

News | Sabtu, 11 Desember 2021 | 16:35 WIB

Tanggapi Kritik MUI untuk Presiden Jokowi, Faldo Maldini: Beliau Sudah Banyak Berupaya

Tanggapi Kritik MUI untuk Presiden Jokowi, Faldo Maldini: Beliau Sudah Banyak Berupaya

News | Sabtu, 11 Desember 2021 | 15:43 WIB

Terkini

1.402 Mahasiswa Baru UIKA Bogor Resmi Dilantik, Wakil Bupati Beri Kejutan Dua Laptop

1.402 Mahasiswa Baru UIKA Bogor Resmi Dilantik, Wakil Bupati Beri Kejutan Dua Laptop

Bogor | Jum'at, 18 September 2026 | 01:50 WIB

Mau Jajan Boost Lebih Hemat? Ada Diskon 25% untuk Pengguna BRI Kartu Kredit

Mau Jajan Boost Lebih Hemat? Ada Diskon 25% untuk Pengguna BRI Kartu Kredit

Jatim | Jum'at, 18 September 2026 | 00:02 WIB

Cuaca Panas Makin Segar, Ada Diskon 25% di Boost dengan BRI Kartu Kredit

Cuaca Panas Makin Segar, Ada Diskon 25% di Boost dengan BRI Kartu Kredit

Jogja | Kamis, 17 September 2026 | 23:55 WIB

Promo BRI Kartu Kredit di Boost, Dapatkan Diskon 25% hingga 31 Desember 2026

Promo BRI Kartu Kredit di Boost, Dapatkan Diskon 25% hingga 31 Desember 2026

Jawa Tengah | Kamis, 17 September 2026 | 23:50 WIB

Nikmati Jus dan Smoothies di Boost dengan Diskon 25% Pakai BRI Kartu Kredit

Nikmati Jus dan Smoothies di Boost dengan Diskon 25% Pakai BRI Kartu Kredit

Jabar | Kamis, 17 September 2026 | 23:45 WIB

Jajan di Boost Lebih Hemat, Ada Diskon 25% Pakai BRI Kartu Kredit Visa Contactless

Jajan di Boost Lebih Hemat, Ada Diskon 25% Pakai BRI Kartu Kredit Visa Contactless

Jakarta | Kamis, 17 September 2026 | 23:31 WIB

KA Ijen Ekspres Tertemper Mobil di Jember, Satu Orang Tewas Meninggal

KA Ijen Ekspres Tertemper Mobil di Jember, Satu Orang Tewas Meninggal

Jatim | Kamis, 17 September 2026 | 23:16 WIB

Warga dan Keluarga Penumpang KM Virgo Transport 8 di Tulungagung Gelar Doa Bersama

Warga dan Keluarga Penumpang KM Virgo Transport 8 di Tulungagung Gelar Doa Bersama

Jatim | Kamis, 17 September 2026 | 23:03 WIB

BBPOM Surabaya Sita 2.523 Obat Tradisional Ilegal di Bangkalan

BBPOM Surabaya Sita 2.523 Obat Tradisional Ilegal di Bangkalan

Jatim | Kamis, 17 September 2026 | 22:51 WIB

Cukup Pakai BRI Kartu Kredit Visa Contactless, Dapatkan Diskon 25% Produk Jus Buah Boost

Cukup Pakai BRI Kartu Kredit Visa Contactless, Dapatkan Diskon 25% Produk Jus Buah Boost

Lampung | Kamis, 17 September 2026 | 22:45 WIB

×