Pramono Anung Mau Sikat Terminal Bayangan, Wajibkan 26.500 Pemudik Lewat Jalur Resmi

Selasa, 03 Maret 2026 | 20:59 WIB
Pramono Anung Mau Sikat Terminal Bayangan, Wajibkan 26.500 Pemudik Lewat Jalur Resmi
Ilustrasi bus di terminal. (dok.Istimewa)
Baca 10 detik
  • Gubernur DKI Jakarta berkomitmen menertibkan terminal bayangan demi keamanan transportasi jelang mudik 2026.
  • Pemprov DKI mengimbau pemudik memanfaatkan terminal resmi, diperkirakan 26.500 orang akan berangkat.
  • Penertiban terminal ilegal bertujuan memastikan kelaikan kendaraan dan mengurangi potensi kemacetan lalu lintas.

Suara.com - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan komitmennya untuk menertibkan keberadaan terminal bayangan yang kian menjamur di berbagai sudut ibu kota.

Langkah tegas ini diambil demi menjamin ketertiban serta keamanan sistem transportasi menjelang musim mudik tahun 2026 yang semakin dekat.

"Untuk terminal-terminal bayangan yang lebih ramai, maka itu adalah hal yang akan kami tertibkan," ujar Pramono di kawasan Glodok, Jakarta Barat, Selasa (3/3/2026).

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta kini tengah memfokuskan pengawasan pada titik-titik transportasi ilegal yang sering memicu kesemrawutan lalu lintas.

Mantan Sekretaris Kabinet itu meminta agar seluruh calon pemudik bersikap kooperatif dengan memanfaatkan fasilitas terminal resmi yang telah disediakan.

"Kami meminta semuanya menggunakan terminal secara resmi, termasuk nanti yang akan mudik," tambah Pramono.

Kebijakan ini juga berkaitan dengan kesiapan armada transportasi untuk mengakomodasi puluhan ribu warga yang berencana pulang ke kampung halaman.

Pemprov DKI Jakarta memprediksi jumlah pemudik yang akan diberangkatkan melalui jalur koordinasi resmi mencapai angka yang cukup signifikan.

"Jakarta yang sudah memutuskan yang akan mudik 26.500 orang, kami akan menggunakan transportasi ataupun terminal yang resmi," tegas Pramono.

Baca Juga: Di Depan Anies Baswedan, Pramono Anung Pastikan Jembatan Penghubung JIS-Ancol Diresmikan Mei

Pemanfaatan lokasi ikonik seperti Monas sebagai terminal bayangan merupakan bentuk pengecualian khusus yang tetap berada di bawah pengawasan ketat otoritas terkait.

"Kecuali yang mendapatkan persetujuan atau izin dari Pemerintah DKI Jakarta seperti Monas begitu, itu bisa digunakan," terang Pramono.

Selain untuk menjaga ketertiban, penggunaan terminal resmi juga bertujuan untuk memastikan kelaikan kendaraan yang akan mengangkut para penumpang.

Penertiban ini diharapkan dapat mengurai potensi kemacetan parah yang seringkali disebabkan oleh aktivitas naik-turun penumpang di lokasi yang tidak semestinya.

Upaya sterilisasi terminal liar juga menjadi bagian dari strategi besar Pemprov DKI Jakarta dalam menyambut lonjakan arus mudik tahun ini agar tetap kondusif.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI