Sebelum Meninggal, Dokter Sebut Haji Lulung Sempat Alami Badai Irama Jantung

Dwi Bowo Raharjo, Bagaskara Isdiansyah

Selasa, 14 Desember 2021 | 13:46 WIB
Sebelum Meninggal, Dokter Sebut Haji Lulung Sempat Alami Badai Irama Jantung
Direktur Pelayanan Medik Keperawatan dan Penunjang, Dr. dr. Dicky Fahri menjelaskan, Lulung menjalani perawatan di RS Harapan Kita sejak 24 November 2021 sebagai pasien rujukan. (Suara.com/Bagaskara)

Suara.com - Ketua DPW PPP DKI Jakarta, Abraham Lunggana, atau yang akrab disapa Haji Lulung meninggal dunia di Rumah Harapan Kita, Jakarta Barat. Dokter menyebut sebelum hembuskan nafas terakhir Lulung sempat alami gangguan irama jantung atau badai irama.

Awalnya Direktur Pelayanan Medik Keperawatan dan Penunjang, Dr. dr. Dicky Fahri menjelaskan, Lulung menjalani perawatan di RS Harapan Kita sejak 24 November 2021 sebagai pasien rujukan.

RS Harapan Kita kemudian langsung membentuk tim untuk menangani penyakit yang diderita Lulung tersebut.

Adapun Head of ICCU & Emergency Rumah Sakit Harapan Kita, Dafsah A Juzar mengatakan bahwa Lulung mengalami akuttrombosis atau penyumbatan pembuluh darah pasca pemasangan ring di Jantungnya. Menurutnya aliran darah tidak berhasil kembali normal sehingga timbul komplikasi penurunan pompa jantung sejak di rumah sakit yang sebelumnya.

"Dan pada saat kami terima itu sudah hari ke 12 ya, itu pompa jantung sudah turun dan dalam keadaan shock pasien," kata Dokter Dafsah yang mendampingi perawatan Lulung.

Kemudian tim dokter memutuskan tangani kedaan Lulung dengan obat-obatan yang ada di Rumah Sakit. Hasilnya lumayan sempat ada perkembangan, 4 hari mengalami perbaikan.

Jenazah Haji Lulung tiba di rumah duka. (Suara.com/Arga)
Jenazah Haji Lulung tiba di rumah duka. (Suara.com/Arga)

"Namun setelah 4 hari perawatan timbul ganguan irama, badai irama yang awalnya bisa ditangan dengan obat anti irama, namun makin lama kita perlu istirahatin, mengambil alih pernafasan, mengurangi beban kerja jantung dengan alat bantu, itu sempat perbaikan empat hari, tapi kemudain badai irama timbul kembali, yang tidak bisa lagi diatasi dengan obat obatan," tuturnya.

Lebih lanjut, tim dokter kemudian merespons dengan mengambil tindakan ablasi atau prosedur medis untuk memperbaiki irama jantung. Tindakan tersebut memakan waktu 7 jam. Keadaan Lulung justru malah menurun hingga akhirnya menghembuskan nafas terakhir.

" Karena posisinya seperti itu ya satu satunya jalan walapun resiko tinggi perlu diablasi dan itu yang akhirnya diputuskan dilakukan. Proses ablasi berlangsung lama tujuh jam sehingga pasca tindakan itu keadaan kurang baik dan keadaan fisiologisnya tidak kembali sejak penindakan. Gitu aja sih," tandasnya.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Jenazah Haji Lulung Tiba Di Rumah Duka, Ratusan Warga Berkumpul

Jenazah Haji Lulung Tiba Di Rumah Duka, Ratusan Warga Berkumpul

News | Selasa, 14 Desember 2021 | 13:39 WIB

Haji Lulung Sempat Dirawat karena Serangan Jantung Sebelum Meninggal, Kenali Gejalanya

Haji Lulung Sempat Dirawat karena Serangan Jantung Sebelum Meninggal, Kenali Gejalanya

Health | Selasa, 14 Desember 2021 | 13:36 WIB

Politisi PPP Haji Lulung Meninggal Dunia di RS Harapan Kita Jakarta

Politisi PPP Haji Lulung Meninggal Dunia di RS Harapan Kita Jakarta

Kalbar | Selasa, 14 Desember 2021 | 13:13 WIB

Turut Berduka Haji Lulung Wafat, Ahok: Semoga Arwah Almahum Diterima di Sisi Allah

Turut Berduka Haji Lulung Wafat, Ahok: Semoga Arwah Almahum Diterima di Sisi Allah

News | Selasa, 14 Desember 2021 | 13:11 WIB

Terkini

Roy Suryo dan dr Tifa Sakit Usai Ditangkap Kasus Ijazah Jokowi, Gibran: Semoga Segera Sembuh!

Roy Suryo dan dr Tifa Sakit Usai Ditangkap Kasus Ijazah Jokowi, Gibran: Semoga Segera Sembuh!

News | Minggu, 21 Juni 2026 | 18:27 WIB

Bantah Cuma Galak ke Ojol, Dishub DKI: Mobil Pribadi Parkir Liar Banyak Kami Derek!

Bantah Cuma Galak ke Ojol, Dishub DKI: Mobil Pribadi Parkir Liar Banyak Kami Derek!

News | Minggu, 21 Juni 2026 | 17:48 WIB

Tanpa APBD! Pramono Anung Bangun Pedestrian Deck Dukuh Atas, Jamin Patung Sudirman Tak Digeser

Tanpa APBD! Pramono Anung Bangun Pedestrian Deck Dukuh Atas, Jamin Patung Sudirman Tak Digeser

News | Minggu, 21 Juni 2026 | 17:00 WIB

Buntut Kasus Sulis, Dishub DKI Janji Siapkan Parkir Khusus Ojol di Mal

Buntut Kasus Sulis, Dishub DKI Janji Siapkan Parkir Khusus Ojol di Mal

News | Minggu, 21 Juni 2026 | 16:45 WIB

Penyintas Bencana di Pidie Jaya Ubah Dana Stimulan Jadi Modal Usaha

Penyintas Bencana di Pidie Jaya Ubah Dana Stimulan Jadi Modal Usaha

News | Minggu, 21 Juni 2026 | 16:40 WIB

Mulai Besok! Eks Karyawan Hotel Sultan Wajib Lapor ke Posko GBK Demi Kepastian Nasib

Mulai Besok! Eks Karyawan Hotel Sultan Wajib Lapor ke Posko GBK Demi Kepastian Nasib

News | Minggu, 21 Juni 2026 | 15:58 WIB

'Efisiensi Tebang Pilih', Ekonom CELIOS: Dana Transfer Dipangkas Bikin Daerah Mandul!

'Efisiensi Tebang Pilih', Ekonom CELIOS: Dana Transfer Dipangkas Bikin Daerah Mandul!

News | Minggu, 21 Juni 2026 | 15:10 WIB

Predator Anak di Cakung DItangkap: Nekat Jebol Atap Rumah Demi Kabur usai Kepergok Warga

Predator Anak di Cakung DItangkap: Nekat Jebol Atap Rumah Demi Kabur usai Kepergok Warga

News | Minggu, 21 Juni 2026 | 14:15 WIB

Wasekjen PBNU: Usulan Perubahan Ketentuan AHWA Berasal dari Syuriyah PWNU Jateng

Wasekjen PBNU: Usulan Perubahan Ketentuan AHWA Berasal dari Syuriyah PWNU Jateng

News | Minggu, 21 Juni 2026 | 13:29 WIB

Wamendagri Ribka Tegaskan Hilirisasi Kakao Bukti Nyata Keberhasilan Dana Otsus Papua

Wamendagri Ribka Tegaskan Hilirisasi Kakao Bukti Nyata Keberhasilan Dana Otsus Papua

News | Minggu, 21 Juni 2026 | 13:21 WIB