facebook

Alasan Maju Jadi Calon Ketum PBNU, Gus Yahya: Menghidupkan Gus Dur

Erick Tanjung | Muhammad Yasir
Alasan Maju Jadi Calon Ketum PBNU, Gus Yahya: Menghidupkan Gus Dur
KH Yahya Cholil Staquf alias Gus Yahya di acara bedah buku Menghidupkan Gus Dur di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Minggu (19/12/2021).(Suara.com/Yasir)

"Menghidupkan Gus Dur," kata Gus Yahya.

Suara.com - KH Yahya Cholil Staquf alias Gus Yahya mengungkap alasannya mencalonkan diri sebagai Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama atau PBNU. Menurutnya, salah satu alasannya, yaitu ingin 'menghidupkan' kembali Gus Dur.

"Menghidupkan Gus Dur," kata Gus Yahya saat ditemui dalam acara bedah buku Menghidupkan Gus Dur di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Minggu (19/12/2021).

Gus Yahya berpendapat, kekinian ialah momentum yang tepat untuk menghadirkan atau menghidupkan kembali nilai-nilai Gus Dur di NU. Terlebih, kata dia, gagasan-gagasan Gus Dur yang pernah ditemukan sejak tempo lalu semakin relevan dengan kondisi terkini.

"Saya kira secara gampangan saja kita bisa lihat sekitar kita bagaimana masyarakat itu sangat sering mengekspresikan rasa rindu kepada Gus Dur," ujarnya.

Baca Juga: Tinjau Lokasi Muktamar ke-34 NU, Dandim 0410/KBL Tekankan Hal Ini

"Itu saya kira bukan hanya soal perasaan, tapi karena kita memang membutuhkan kehadiran Gus Dur sebagai idealisme, sebagai visi, sebagai cita-cita," imbuhnya.

Gus Yahya sendiri menyadari banyak pribadi-pribadi yang telah berusaha untuk mengimplementasikan gagasan Gus Dur.

"Tapi membangun suatu konstruksi organisasi yang bisa mesubstitusi kebutuhan akan kehadiran Gus Dur itu belum pernah dilakukan," pungkasnya.

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Komentar