Imlek adalah Hari Raya Umat Khonghucu, Bukan Hanya Tahun Baru

Rifan Aditya

Jum'at, 14 Januari 2022 | 11:11 WIB
Imlek adalah Hari Raya Umat Khonghucu, Bukan Hanya Tahun Baru
Imlek adalah Hari Raya Umat Khonghucu, Bukan Hanya Tahun Baru - Ilustrasi imlek, angpao, tahun baru china (elemen envato)

Suara.com - Apakah kalian sudah tahu kalau Imlek adalah hari raya umat Khonghucu? Jika belum, simak penjelasannya dalam artikel berikut ini.

Khonghucu sebagai agama yang diakui di Indonesia sebenarnya memiliki banyak hari raya dan salah satu di antaranya adalah Imlek. Penegasan bahwa Imlek adalah hari raya umat Khonghucu ini tertera dalam Keputusan Presiden yang saat itu ditandatangani oleh Abdurrahman Wahid (Gus Dur).

Keppres No.6/2000 yang dirilis pada 17 Januari 2000 oleh Gus Dur menyatakan pencabutan Instruksi Presiden No.14/1967 tentang pembatasan Agama, Kepercayaan dan Adat Istiadat Cina. Inpres tersebut dibuat oleh Presiden Soeharto.

Sebenarnya pada awal Indonesia merdeka, Presiden Soekarno juga telah menyatakan adanya Imlek. Hal itu tercantum dalam Penetapan Pemerintah tentang hari-hari raya umat beragama No.2/OEM-1946.

Pasal 4 Penetapan Pemerintah itu disebutkan ada 4 hari raya orang Tionghoa yaitu Tahun Baru Imlek, hari wafatnya Khonghucu ( tanggal 18 bulan 2 Imlek), Ceng Beng dan hari lahirnya Khonghucu (tanggal 27 bulan 2 Imlek).

Imlek pun kemudian ditetapkan pemerintah sebagai hari libur nasional lebih condong karena hari raya umat Khonghucu. Sebagaimana tercantum dalam Keppres Nomor 19 Tahun 2002 yang diterbitkan oleh Presiden Megawati Soekarnoputri.

Dilansir dari tionghoa.info, sebenarnya pengambilan keputusan mengenai Imlek sebagai hari raya agama ini sedikit berbau perpolitikan. Sebab, hari libur nasional umumnya ditetapkan berdasarkan hari raya agama seperti, Idul Fitri, Natal, Waisak dan Nyepi.

Imlek menjadi hari libur nasional bukan karena tahun baru etnis Tionghoa, juga agar mengantisipasi kecemburuan etnis lain di Indonesia. Sebab jumlah kelompok etnis di Indonesia sangat banyak dan tidak hanya Tionghoa.

Imlek sebagai Hari Raya Khonghucu

baca juga
Umat Tri Dharma bersembahyang menyambut Tahun Baru Imlek di Tempat Ibadah Tri Dharma (TITD) Hwie Ing Kiong, Kota Madiun, Jawa Timur, Jumat (12/2/2021). [ANTARA FOTO/Siswowidodo]
Umat Tri Dharma bersembahyang menyambut Tahun Baru Imlek di Tempat Ibadah Tri Dharma (TITD) Hwie Ing Kiong, Kota Madiun, Jawa Timur, Jumat (12/2/2021). [ANTARA FOTO/Siswowidodo]

Bagi pemeluk ajaran agama Khonghucu ketika Imlek tidak hanya dirayakan dengan berkumpul dengan keluarga atau bagi-bagi angpao saja. Tapi juga beribadah atau sembahyang di Klenteng.

Dilansir tridharma.or.id, bagi masyarakat Tionghoa yang masih memegang kepercayaan leluhur yaitu Agama Hua, Imlek bukanlah sebuah tradisi semata. Imlek menjadi hari besar yang lekat dengan unsur agama dan ritual.

Ritual agama saat Imlek ditandai dengan Sembahyang Toapekong Naik / Cao Kun Kong atau Dewa Dapur pada tanggal 24 bulan 12 penanggalan Imlek atau Cap Ji Gwee Ji Sih. Umat Konghucu melakukan persembahyangan kepada Dewa Dapur yang akan menghadap ke Giok Hong Siang Tee.

Sembahyang menyambut Imlek telah dimulai sehari sebelumnya. Mereka bersembahyang kepada Thian, Para Sin Beng, Dewa Dewi di Kelenteng. Lalu saat hari Imlek tiba, umat Konghucu mulai dengan melakukan persembahyangan di altar rumah dan meja abu leluhur. Setelah itu barulah mengucapkan selamat tahun baru Imlek kepada keluarga.

Ritual berikutnya adalah Cia Gwee Ce Sih. Empat hari setelah Imlek, umat Konghucu kembali melakukan sembahyang dengan maksud menyambut kembali kedatangan Cao Kun Kong (Dewa Dapur).

Pada hari kesembilan setelah tahun baru Imlek (Cia Gwee Ce Kauw), umat Konghucu bersembahyang untuk mengucap syukur kepada Thian Tikong dengan berharap agar dapat menjalani hidup lebih baik lagi di tahun yang baru.

Ritual ini ditutup pada hari ke 15 setelah Imlek yang biasa kita kenal dengan nama Cap Go Meh. Sembahyang saat itu bertujuan mengucapkan terimakasih kepada Dewa dan minta diberkati untuk memulai kehidupan baru.

Imlek sebagai Tahun Baru

Ilustrasi angpao, sejarah dan makna angpao dalam tradisi imlek (Freepik)
Ilustrasi angpao, sejarah dan makna angpao dalam tradisi imlek (Freepik)

Secara umum, Imlek memang dirayakan sebagai tahun baru masyarakat Tionghoa atau mereka yang memiliki keturunan Cina. Bahkan orang yang memeluk agama selain Konghucu sekalipun jika masih "berdarah" Tionghoa juga sering ikut merayakan Imlek.

Menurut Go Fee Mong Pengasuh Sekolah Minggu Khonghucu dalam tulisan yang diterbitkan di kemenag.go.id, Tahun Baru Imlek adalah Tahun Baru pada penanggalan petani (nongli/Kongzi li). Ya, imlek berkaitan erat dengan kehidupan petani dalam masyarakat Cina.

Sebenarnya, Imlek menjadi tanda peristiwa alam yang menunjukan perubahan cuaca dari musim dingin berganti menjadi musim semi. Sebagaimana dikatakan Oktavia Sanjaya dalam karyanya "Fungsi Dan Makna Penyambutan Hari Raya Imlek Pada Masyarakat Etnis Tionghoa".

Perubahan cuaca tersebut dimanfaatkan oleh petani china untuk bercocok tanam, sehingga petani dapat memiliki nilai ekonomi dari perubahan cuaca tersebut.

Dalam istilah internasional, Imlek juga disebut chinese new year atau lunar new year. Karena memang umumnya diakui sebagai tahun baru etnis Tionghoa, bukan Buddhist New Year ataupun Konghucu New Year.

Perlu kalian ketahui dalam dialek Hokkian, Imlek juga berarti kalender bulan. Istilah Imlek berasal dari kata "Im" yang bermakna bulan (lunar), sementara "Lek" artinya kalender.

Sedangkan dalam dialek Mandarin, Imlek disebut YINLI yang artinya tahun baru berdasarkan peredaran bulan mengelilingi bumi. Itulah sebabnya, ucapan "Selamat Imlek" saja tidak tepat yang seharusnya "Selamat Tahun Baru Imlek".

Imlek sebagai tahun baru China atau tahun baru etnis Tionghoa akan berkaitan dengan segala tradisi perayaan dan kemeriahan. Misalnya, berbagi angpao, menyiapkan kue keranjang, berkumpul dengan keluarga, tarian barongsai hingga kembang api.

Sekarang sudah jelas, bukan? Imlek adalah hari raya umat Khonghucu, di samping pula tahun baru untuk etnis Tionghoa atau orang yang memiliki keturunan Cina.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Nggak Usah Beli! Ini Resep Kue Keranjang Mudah Dijamin Anti Gagal

Nggak Usah Beli! Ini Resep Kue Keranjang Mudah Dijamin Anti Gagal

Kalbar | Jum'at, 14 Januari 2022 | 10:25 WIB

Dua Tahun Vakum, Gibran Pastikan 1.000 Lampion akan Menghiasi Kota Solo pada Perayaan Tahun Baru Imlek

Dua Tahun Vakum, Gibran Pastikan 1.000 Lampion akan Menghiasi Kota Solo pada Perayaan Tahun Baru Imlek

Surakarta | Kamis, 13 Januari 2022 | 17:23 WIB

Link Download Twibbon Imlek 2022 Terbaru, Gambarnya Lucu-lucu Banget

Link Download Twibbon Imlek 2022 Terbaru, Gambarnya Lucu-lucu Banget

Jakarta | Kamis, 13 Januari 2022 | 13:13 WIB

7 Makanan Khas Imlek yang Memiliki Makna dan Harapan, Mulai dari Kue Keranjang hingga Tangyuan

7 Makanan Khas Imlek yang Memiliki Makna dan Harapan, Mulai dari Kue Keranjang hingga Tangyuan

Your Say | Kamis, 13 Januari 2022 | 10:49 WIB

Terkini

Tak Cuma Tanggap Darurat, Pemerintah Jamin Pemulihan Gempa NTT Berlanjut ke Rekonstruksi

Tak Cuma Tanggap Darurat, Pemerintah Jamin Pemulihan Gempa NTT Berlanjut ke Rekonstruksi

News | Rabu, 26 Agustus 2026 | 08:49 WIB

Salat Istisqa untuk Minta Hujan Boleh Dilakukan Sendiri? Ini Penjelasan dan Tata Caranya

Salat Istisqa untuk Minta Hujan Boleh Dilakukan Sendiri? Ini Penjelasan dan Tata Caranya

Lifestyle | Rabu, 26 Agustus 2026 | 08:45 WIB

Harga Minyak Mentah Anjlok 2 Persen Terdorong Harapan Pembukaan Selat Hormuz

Harga Minyak Mentah Anjlok 2 Persen Terdorong Harapan Pembukaan Selat Hormuz

Bisnis | Rabu, 26 Agustus 2026 | 08:41 WIB

Pekanbaru Diguyur Hujan, tapi Masih Diselimuti Kabut Asap

Pekanbaru Diguyur Hujan, tapi Masih Diselimuti Kabut Asap

Riau | Rabu, 26 Agustus 2026 | 08:39 WIB

Modus Permen! Gummy Ganja Asal Inggris Dipesan Warga Bekasi 4 Kali Lewat Website

Modus Permen! Gummy Ganja Asal Inggris Dipesan Warga Bekasi 4 Kali Lewat Website

News | Rabu, 26 Agustus 2026 | 08:39 WIB

Mac Mini dan Mac Studio Dapat Chip Baru Apple, Harganya Tembus Rp323 Juta

Mac Mini dan Mac Studio Dapat Chip Baru Apple, Harganya Tembus Rp323 Juta

Tekno | Rabu, 26 Agustus 2026 | 08:33 WIB

Khotbah dari Bawah Mimbar: Dakwah Sederhana yang Diam-diam Sampai ke Hati

Khotbah dari Bawah Mimbar: Dakwah Sederhana yang Diam-diam Sampai ke Hati

Your Say | Rabu, 26 Agustus 2026 | 08:30 WIB

Rekening Diblokir Bukan Berarti Nasabah Bersalah, YLKI Ingatkan Bank Soal Hak Konsumen

Rekening Diblokir Bukan Berarti Nasabah Bersalah, YLKI Ingatkan Bank Soal Hak Konsumen

Bisnis | Rabu, 26 Agustus 2026 | 08:19 WIB

Korban Tewas Tembus 103 Jiwa! Prabowo Baru Tinjau Gempa NTT di Hari ke 11 Setelah Kejadian

Korban Tewas Tembus 103 Jiwa! Prabowo Baru Tinjau Gempa NTT di Hari ke 11 Setelah Kejadian

News | Rabu, 26 Agustus 2026 | 08:13 WIB

Produksi Meledak 758%, EMAS Tancap Gas Besarkan Tambang Pani

Produksi Meledak 758%, EMAS Tancap Gas Besarkan Tambang Pani

Bisnis | Rabu, 26 Agustus 2026 | 08:12 WIB

×