- Harga minyak dunia turun dua persen pada Rabu karena harapan pembukaan Selat Hormuz.
- Iran dan Oman membahas pengelolaan jalur pelayaran serta pembersihan ranjau di Selat Hormuz.
- Stok minyak mentah Amerika Serikat melonjak 4,2 juta barel per 21 Agustus melampaui proyeksi.
Suara.com - Harga minyak mentah dunia melanjutkan penurunan pada perdagangan Rabu (26/8/2026).
Penurunan hingga sekitar 2 persen ini dipicu oleh munculnya harapan baru terkait potensi pembukaan kembali Selat Hormuz, setelah Iran mengonfirmasi telah melanjutkan pembicaraan dengan Oman mengenai pengelolaan jalur pelayaran strategis tersebut.
Mengutip dari Reuters, berdasarkan data perdagangan hingga pukul 00.27 GMT, harga minyak mentah berjangka Brent merosot 1,78 dolar AS atau 2,0 persen menjadi 86,80 dolar AS per barel.
Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS melemah 1,49 dolar AS atau 1,8 persen ke level 80,87 dolar AS per barel.
Penurunan ini memperpanjang tren koreksi setelah kedua acuan harga tersebut terkoreksi lebih dari 3 persen pada hari Selasa.
"Pasar terus merespons perkembangan terkait navigasi di Selat Hormuz. Harapan akan kemajuan perundingan antara Iran dan Oman memicu aksi jual," ujar Analis Fujitomi Securities, Mitsuru Muraishi.
Meski demikian, Muraishi menambahkan bahwa ketidakpastian pasar yang masih tinggi memicu aksi beli saat harga murah (bargain buying), sehingga menahan penurunan harga lebih lanjut.
Kondisi ini diperkirakan membuat pergerakan harga minyak cenderung tertahan dalam rentang terbatas (range-bound) untuk sementara waktu.
Langkah Iran melanjutkan pembicaraan dengan Oman dilakukan di tengah meningkatnya tekanan ekonomi dari Presiden AS, Donald Trump.
Kedua negara membahas pembentukan koridor pelayaran sementara serta menyepakati pembersihan ranjau di Selat Hormuz, jalur yang memuat seperlima pasokan minyak dunia dan gas alam cair (LNG) sebelum konflik memanas sejak Februari lalu.
Seiring meredanya potensi eskalasi jangka pendek, Amerika Serikat mulai mengirimkan kembali personel diplomasinya ke beberapa kedutaan besar di Timur Tengah yang sebelumnya sempat dievakuasi.
Langkah ini diambil meski Washington pada Senin lalu memperluas sanksi ekonomi terhadap Teheran dengan ancaman hukuman bagi negara yang bertransaksi dengan Iran, walau penalti tersebut belum diberlakukan secara langsung.
Di sisi lain, potensi gangguan keamanan masih membayangi. Badan Operasi Perdagangan Maritim Inggris (UKMTO) melaporkan sebuah kapal tanker minyak rusak akibat tembakan proyektil tidak dikenal di lepas pantai Ash Shishah, Oman, pada Selasa.
Dari sisi pasokan, data American Petroleum Institute (API) mencatat stok minyak mentah AS melonjak sekitar 4,2 juta barel pada pekan yang berakhir 21 Agustus.
Angka tersebut jauh melampaui proyeksi analis yang memperkirakan kenaikan rata-rata sebesar 600.000 barel.
![Ilustrasi fasilitas minyak mentah di mana harga mulai melonjak kembali. [Pexels].](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/04/09/36136-harga-minyak-dunia-fasilitas-minyak-mentah.jpg)
Kepastian pasokan AS kini menanti rilis data resmi Badan Informasi Energi AS (EIA) yang dijadwalkan keluar pada Rabu malam waktu Indonesia.