Pernikahan Sesama Jenis: Perjuangan Berat di Komunitas LGBT China

Siswanto | BBC | Suara.com

Sabtu, 15 Januari 2022 | 11:35 WIB
Pernikahan Sesama Jenis: Perjuangan Berat di Komunitas LGBT China
BBC

Suara.com - Pengesahan pernikahan sesama jenis di Taiwan menyebabkan nasib LGBT di China tampil ke permukaan. Namun kenapa aktivis di sana begitu skeptis?

Pada tanggal 17 Mei lalu Taiwan mengesahkan undang-undang yang melegalkan pernikahan sesama jenis.

Ini membuat Taiwan menjadi negara Asia pertama yang melakukannya, dan para advokat hak-hak LGBT berharap negara lain, termasuk China, untuk mengikuti langkah ini.

Namun perempuan dalam komunitas LGBT di China daratan menyatakan jalan menuju ke arah itu masih panjang.

'Memburuk'

Sekalipun pemerintah China tak lagi mengkriminalisasi homoseksualitas pada tahun 1997, tetapi komunitas LGBT masih menjadi subyek diskriminasi. Belakangan ini pihak berwenang tampak semakin bermusuhan terhadap kelompok marjinal ini.

Xiao Meili dikenal sebagai feminis dan aktivis LGBT di China. Ia berkata kepada BBC bahwa situasi yang dihadapi LGBT di China berbeda dengan Taiwan dan "semakin buruk".

Menurut aktivis LGBT di China, tahun lalu dua perempuan diserang oleh petugas keamanan yang berjaga di distrik seni 798 di Beijing, karena memakai pita berwarna pelangi.

Bagi warga Taiwan Liu Ting, 28, dan penduduk China Yang Xi, 31, pasangan yang tinggal di China daratan, legislasi pernikahan sejenis di Taiwan merupakan sesuatu yang manis sekaligus pahit.

Undang-undang itu hanya berlaku untuk warga Taiwan, dan hanya berlaku apabila negeri asal pasangannya juga mengakui pernikahan sejenis.

Pasangan ini pada tahun 2018 mendaftarkan sertifikat keluarga mereka sebagai pasangan sejenis di Kaohsiung, kota di selatan Taiwan yang menerima aplikasi ini sejak tahun 2015.

Namun sertifikat rumah tangga ini berbeda dengan pernikahan yang mengikat secara hukum yang memberi mereka hak, misalnya memberi izin untuk pembedahan medis.

Sekalipun Liu Ting merayakan perubahan hukum di Taiwan, ia tetap khawatir tentang masa depan mereka.

"Saya tambah khawatir dengan masalah pernikahan sesama jenis antar negara, khususnya karena hubungan antara China daratan dan Taiwan selalu tegang. Ketika kami meninggal nanti, hukum tak akan mengakui hubungan kami dan melindungi keluarga kami juga," katanya.

"Keluarga kami sangat tradisional, dan informasi tentang LGBT sangat terbatas. Biasanya homoseksualitas selalu dikaitkan dengan AIDS, maka mereka berusaha keras menentang hubungan kami," kata Yang Xi.

Namun sesudah tentangan itu, orangtua Liu Ting akhirnya bersedia bertemu Yang Xi.

Karena ketegangan antara Taiwan dan China daratan, sebagian besar hubungan antara Yang Xi dan Liu Ting selalu terpisah.

Sebagai warga China daratan, Yang hanya diizinkan tinggal di Taiwan 15 hari per kunjungan.

Dua dunia

Awal tahun ini Liu Ting pindah ke China untuk hidup dengan Yang Xi dan mereka harus menjalani hidup yang berbeda.

"Kelompok LGBT di Wuhan harus bertemu di gedung residensial," kata Yang Xi.

"Tetangga mengeluh dan memasang pengumuman di blok tempat tinggal kami mereka tak mau memakai elevator yang sama karena tahu kami gay," kata Yang Xi.

Sekalipun bukti memperlihatkan sikap permusuhan terhadap LGBT, pemerintah China menyatakan kepada publik mereka mendukung perkembangan yang terjadi di Taiwan dengan pernikahan sesama jenis ini.

Perubahan sikap?

Ini terlihat pada koran pemerintah berbahasa Inggris Global Times di media sosial mereka menampilkan kehidupan sosial homoseksual di Beijing.

Mereka mempublikasi video tiga menit berisi wawancara dengan advokat setempat dan orang asing yang memuji budaya inklusif di ibukota China lengkap dengan gambar-gambar penampilan drag queen.

Namun sekalipun muncul pernyataan yang toleran dari media resmi pemerintah, tak ada tanda bahwa Pemerintah China berniat untuk mengubah hukum terkait pernikahan sesama jenis.

Laporan mengenai pengesahan pernikahan sesama jenis di Taiwan mendapat 500 juta view di Weibo. Kebanyakan pengguna memberi selamat kepada Taiwan untuk pencapaian itu dan mengusulkan agar China segera menyusul.

Seorang relawan untuk kelompok advokasi hak-hak LGBT di China, berkata kepada BBC:

"Sebagai pegiat, di mana ada ketidakadilan, di situlah terdapat medan peperangan. Saya punya kesempatan untuk memperjuangkan hak-hak di China dan tak akan menyia-nyiakan kesempatan ini".

Catatan redaksi: Terdapat nama yang dihapus demi alasan keamanan yang bersangkutan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Terlapor Dijadikan Mesin ATM, Sisi Lain Kasus Pernikahan Sesama Jenis di Malang

Terlapor Dijadikan Mesin ATM, Sisi Lain Kasus Pernikahan Sesama Jenis di Malang

Entertainment | Sabtu, 11 April 2026 | 10:12 WIB

Siapa Chiko Jeffrey Ingham? Viral Diduga Menikah Sesama Jenis Pakai Adat Jawa

Siapa Chiko Jeffrey Ingham? Viral Diduga Menikah Sesama Jenis Pakai Adat Jawa

Entertainment | Rabu, 09 Juli 2025 | 16:37 WIB

Heboh! Pernikahan Diduga Sesama Jenis di Sulsel, Kepala Desa Ungkap Fakta Ini

Heboh! Pernikahan Diduga Sesama Jenis di Sulsel, Kepala Desa Ungkap Fakta Ini

News | Selasa, 13 Mei 2025 | 12:12 WIB

Thailand Legalkan Pernikahan Sesama Jenis, Warin dan Aki Rayakan "Hidup Baru"

Thailand Legalkan Pernikahan Sesama Jenis, Warin dan Aki Rayakan "Hidup Baru"

Video | Kamis, 30 Januari 2025 | 11:05 WIB

Pernikahan Sesama Jenis Legal di Thailand, Bagaimana Aturan Adopsi dan Identitas Gender?

Pernikahan Sesama Jenis Legal di Thailand, Bagaimana Aturan Adopsi dan Identitas Gender?

News | Kamis, 23 Januari 2025 | 15:18 WIB

Thailand Resmi Legalkan Pernikahan Sesama Jenis, Ratusan Pasangan Langsung Daftar!

Thailand Resmi Legalkan Pernikahan Sesama Jenis, Ratusan Pasangan Langsung Daftar!

News | Kamis, 23 Januari 2025 | 13:20 WIB

Thailand Resmi Legalkan Pernikahan Sesama Jenis, Apa Saja Aturannya?

Thailand Resmi Legalkan Pernikahan Sesama Jenis, Apa Saja Aturannya?

News | Kamis, 23 Januari 2025 | 12:48 WIB

Cek Fakta: Kedatangan Paus Fransiskus ke Indonesia untuk Melegalkan Pernikahan Sesama Jenis, Benarkah?

Cek Fakta: Kedatangan Paus Fransiskus ke Indonesia untuk Melegalkan Pernikahan Sesama Jenis, Benarkah?

News | Jum'at, 20 September 2024 | 04:10 WIB

Pernikahan Sesama Jenis di Thailand: Kisah Mereka yang Ingin Bahagia Sesuai Cara Sendiri

Pernikahan Sesama Jenis di Thailand: Kisah Mereka yang Ingin Bahagia Sesuai Cara Sendiri

Video | Minggu, 15 September 2024 | 10:00 WIB

Parlemen Thailand Setujui Pernikahan Sesama Jenis Dilegalkan

Parlemen Thailand Setujui Pernikahan Sesama Jenis Dilegalkan

Video | Rabu, 19 Juni 2024 | 08:00 WIB

Terkini

Prabowo Teken Perpres 27: Aplikator Cuma Boleh Potong 8 Persen, Ojol Berhak 92 Persen Pendapatan

Prabowo Teken Perpres 27: Aplikator Cuma Boleh Potong 8 Persen, Ojol Berhak 92 Persen Pendapatan

News | Jum'at, 01 Mei 2026 | 11:19 WIB

Aung San Suu Kyi Pindah ke Tahanan Rumah Saat Krisis Politik Myanmar

Aung San Suu Kyi Pindah ke Tahanan Rumah Saat Krisis Politik Myanmar

News | Jum'at, 01 Mei 2026 | 11:07 WIB

May Day 2026 di DPR: Massa Diwarnai Ibu-Ibu Bawa Anak, Ikut Suarakan Nasib Lahan Tergusur

May Day 2026 di DPR: Massa Diwarnai Ibu-Ibu Bawa Anak, Ikut Suarakan Nasib Lahan Tergusur

News | Jum'at, 01 Mei 2026 | 11:05 WIB

Jejak Sejarah Unhas, Kampus Pertama di Indonesia yang Kelola Dapur Makan Bergizi Gratis

Jejak Sejarah Unhas, Kampus Pertama di Indonesia yang Kelola Dapur Makan Bergizi Gratis

News | Jum'at, 01 Mei 2026 | 11:03 WIB

Demo May Day di DPR: Lalu Lintas Palmerah Ramai Lancar, Belum Terlihat Pergerakan Massa Buruh

Demo May Day di DPR: Lalu Lintas Palmerah Ramai Lancar, Belum Terlihat Pergerakan Massa Buruh

News | Jum'at, 01 Mei 2026 | 10:57 WIB

Soal Calon Pimpinan KPK: MK Putuskan Tak Perlu Mundur dari Jabatan

Soal Calon Pimpinan KPK: MK Putuskan Tak Perlu Mundur dari Jabatan

News | Jum'at, 01 Mei 2026 | 10:52 WIB

Masa Depan Kalian di Dasar Laut! Iran Ancam 'Tendang' Militer AS dari Timur Tengah

Masa Depan Kalian di Dasar Laut! Iran Ancam 'Tendang' Militer AS dari Timur Tengah

News | Jum'at, 01 Mei 2026 | 10:48 WIB

Harga Mati! Iran Siap Perang Demi Pertahankan Teknologi Nuklir dan Rudal Canggih

Harga Mati! Iran Siap Perang Demi Pertahankan Teknologi Nuklir dan Rudal Canggih

News | Jum'at, 01 Mei 2026 | 10:42 WIB

Buruh Kompak di Era Prabowo, Jumhur Puji Peran Krusial Sufmi Dasco Ahmad

Buruh Kompak di Era Prabowo, Jumhur Puji Peran Krusial Sufmi Dasco Ahmad

News | Jum'at, 01 Mei 2026 | 10:39 WIB

Inggris Naikkan Level Bahaya Terorisme Usai Penusukan Orang Yahudi di Golders Green

Inggris Naikkan Level Bahaya Terorisme Usai Penusukan Orang Yahudi di Golders Green

News | Jum'at, 01 Mei 2026 | 10:34 WIB