facebook

Kapal Pinisi dan Pelni Didatangkan ke Lombok untuk Atasi Kekurangan Hunian Wisatawan Jelang Balap MotoGP

Siswanto | Ummi Hadyah Saleh
Kapal Pinisi dan Pelni Didatangkan ke Lombok untuk Atasi Kekurangan Hunian Wisatawan Jelang  Balap MotoGP
Ilustrasi kapal pinisi. (Kemdikbud)

Pemerintah juga menyediakan bumi perkemahan (camping ground) dan glamping (kemah mewah).

Suara.com - Kapal-kapal pinisi dan kapal Pelni didatangkan pemerintah ke Nusa Tenggara Barat untuk dijadikan hotel terapung.

Apa yang dilakukan pemerintah untuk memenuhi kekurangan hunian dalam rangka persiapan balap internasional MotoGP di sirkuit Mandalika pada 18-20 Maret 2022.

Saat ini, kapasitas hotel yang tersedia di Lombok baru 16 ribu.

"Sehingga pemerintah akan menambah jumlah hunian sesuai dengan tiket yang dijual yakni kurang lebih 63.500 tiket dengan mendatangkan kapal-kapal pinisi dan kapal Pelni untuk dijadikan hotel terapung," kata Deputi I Kepala Staf Kepresidenan RI Febry Calvin Tetelepta, Selasa (18/1/2022).

Baca Juga: Penonton MotoGP Mandalika Tambah Jadi 100.000 Orang, Ini Sebuah Pertaruhan

Homestay yang dikelola warga serta pembangunan sarana hunian pariwisata khusus di kawasan Mandalika dan Tiga Gili, Lombok Utara, juga akan dimaksimalkan untuk memenuhi target.

Pemerintah juga menyediakan bumi perkemahan (camping ground) dan glamping (kemah mewah).

"Ini sebuah kebijakan yang sangat serius yang dipakai pemerintah untuk menjawab tingginya antusias para penonton dengan menyediakan hunian yang baik," kata Febry.

Pemerintah berharap permasalahan hunian bagi wisatawan atau penonton pada gelaran MotoGP Mandalika nanti teratasi.

Pemerintah pusat, BUMN, dan pemerintah provinsi sudah bekerja bersama sesuai arahan Presiden Joko Widodo.

Baca Juga: Jelang MotoGP Mandalika, Menparekraf Sandiaga Ungkap Jumlah Kamar Hotel Kurang 25 Ribu Kamar

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Komentar