Penonton MotoGP Mandalika Tambah Jadi 100.000 Orang, Ini Sebuah Pertaruhan

Siswanto | BBC | Suara.com

Selasa, 18 Januari 2022 | 09:10 WIB
Penonton MotoGP Mandalika Tambah Jadi 100.000 Orang, Ini Sebuah Pertaruhan
BBC

Suara.com - Keputusan pemerintah Indonesia menambah jumlah penonton MotoGP Indonesia 2022 di Sirkuit Internasional Mandalika, Lombok Tengah NTB menjadi 100.000 orang dikhawatirkan seorang ahli penyakit menular.

Kehadiran banyak orang di perhelatan itu disebut sebagai "sebuah pertaruhan" ketika virus Covid-19 varian Omicron tengah mengalami kenaikan.

Pemerintah, menurut Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno berjanji akan menerapkan sistem karantina dan protokol kesehatan yang ketat selama ajang itu digelar, pertengahan Maret nanti.

Upaya lainnya, pemerintah mengklaim tengah menggenjot vaksinasi bagi masyarakat di Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat, hingga Maret nanti, saat perhelatan itu digelar.

Namun demikian, pemerintah diingatkan pekerjaan yang tidak gampang, yaitu melokalisir kasus omicron di DKI Jakarta dan sekitarnya agar tidak menyebar ke wilayah lainnya.

Sejauh ini infeksi varian Omicron telah mencapai 748 kasus. Mayoritas kasus berada di DKI Jakarta, dan sebagian besar berasal dari pelaku perjalanan luar negeri.

Perhelatan MotoGP seri kedua 2022 akan digelar di Sirkuit Mandalika, Lombok, Nusa Tenggara Barat, pada 18-20 Maret nanti.

Baca juga:

'Demi masyarakat setempat, jumlah penonton dinaikkan'

Keputusan menambah jumlah penonton MotoGP Indonesia 2022, di Sirkuit Internasional Mandalika, di Nusa Tenggara Barat, itu ditegaskan kembali oleh Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno, dalam jumpa pers, Senin (17/01) siang.

Menurut Sandiaga, penambahan dari sekitar 63.000 menjadi 100.000 untuk menampung masyarakat setempat.

Hal itu juga dilandasi bahwa pada tahap awal ini "tiket sudah habis terjual semua".

"Karena kita ingin juga masyarakat setempat menjadi bagian yang tidak terpisahkan menjadi peminat perhelatan MotoGP ini," katanya dalam jumpa pers via zoom.

Pemerintah, menurut Sandiaga Uno, berjanji akan menerapkan sistem karantina dan protokol kesehatan yang ketat selama ajang itu digelar, pertengahan Maret nanti.

"Mengenai travel bubble dan karantinanya sedang difinalisasikan, antara Kemenkoperekonomian, Kementerian Kesehatan dan Satgas Covid-19," kata Sandiaga.

Travel bubble adalah ketika dua atau lebih negara yang berhasil mengontrol virus corona sepakat untuk menciptakan sebuah gelembung atau koridor perjalanan.

'Ini pertaruhan di tengah pandemi'

Meski demikian, keputusan penambahan jumlah penonton ini dipertanyakan, karena diambil di tengah kenaikan kasus virus Covid-19 varian Omicron.

Data mutakhir pemeritah menyebut saat ini kasus transmisi lokal lebih tinggi ketimbang kasus dari perjalanan dari luar negeri.

Baca juga:

Banyak kasus bermunculan di Pulau Jawa dan Bali, terutama Jakarta dan sekitarnya.

Menurut ahli penyakit menular, Masdalina Pane, Indonesia sudah beberapa kali menggelar acara berskala internasional selama pandemi.

Namun, menurutnya, kehadiran banyak orang dalam ajang balap motor di Mandalika bakal bermasalah.

"Kekhawatiran kita adalah ketika pelibatan masyarakat jauh lebih banyak pada kegiatan tersebut, sampai 100.000 penonton rencananya di Mandalika," kata Masdalina kepada BBC News Indonesia, Senin (17/01).

"Ini pertaruhan bagi kita untuk menyelenggarakan kegiatan pada saat terjadinya pandemi," tambahnya.

Pemerintah genjot vaksinasi di Lombok Tengah

Salah-satu upaya pengendalian penyebaran varian omicron di acara itu, pemerintah terus menggenjot vaksinasi bagi masyarakat di Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, mengatakan, pihaknya menargetkan vaksinasi dapat digelar hingga Maret, saat perhelatan itu digelar.

"Mataram sudah siap dengan vaksinasi dosis keduanya sudah 78%, Lombok Barat sudah 57,9%, Lombok Tengah%, Lombok Timur 57%, dan Lombok Utara 69%.

"Diharapkan Januari, Februari, Maret, vaksinasi dosis ketiganya bisa dilaksanakan," kata Airlangga

'Menjaga agar tetap terisolir di DKI Jakarta dan sekitarnya'

Saat ini yang tidak kalah penting, menurut epidemiolog Masdalina Pane, adalah melokalisir sirkulasi varian omicron di DKI Jakarta dan sekitarnya, agar tidak menyebar ke daerah lainnya.

"Kita lihat satu atau dua minggu ke depan, mudah-mudahan omicron ini masih bisa ditahan di DKI Jakarta, sehingga event-event ke depan itu bisa tetap dilakukan," katanya.

"Kita berharap terlokalisir di Jakarta dan sekitarnya saja sirkulasi itu, jangan sampai meluas ke daerah-daerah lain," tambah Masdalina.

Di sisi lain, menurutnya, daerah-daerah lain "harus bersiaga jika mereka mendapati ada satu kasus omicron".

Misalnya, membatasi warganya melakukan mobilitas dan melakukan berbagai upaya pengendalian.

Sejauh pengamatan Masdalina, pengendalian kasus Covid-19 varian omicron di Indonesia relatif "terkontrol", walaupun ada kenaikan kasus saat ini

Dia berargumen, meskipun kasus omicron bertambah, varian ini "belum bersirkulasi dengan sangat tinggi di masyarakat."

Indikasi lainnya, lanjutnya, walaupun peningkatan kasus aktif terjadi dan jumlah tempat tidur di Wisma Atlet yang terpakai meningkat, tetapi sebagian besar kasusnya ringan dan tanpa gejala.

"Dan kita belum menemukan ada kematian karena omicron, walaupun Thailand sudah melaporkan hari ini satu kasus kematian dengan omicron," ungkapnya.

Jadi, dia mengharapkan sirkulasi varian omicron ini terlokasir di DKI Jakarta saja. "Jangan sampai meluas ke daerah-daerah lain".

'Jakarta medan perang utama lawan omicron'

Pemerintah Indonesia memperkirakan penyebaran kasus Covid-19 varian Omicron akan mencapai puncaknya pada pertengahan Februari atau awal Maret nanti.

Sejumlah pejabat terkait mengklaim akan menyiapkan berbagai langkah mitigasi agar puncak kasus Omicron di Indonesia lebih landai dibandingkan dengan negara lain.

Per 15 Januari 2022, kasus konfirmasi varian Omicron mencapai 748 kasus. Sebagian besar kasus Omicron di Indonesia adalah pelaku perjalanan luar negeri (PPLN).

Secara kumulatif kasus PPLN paling banyak berasal dari Turki, Amerika Serikat, Malaysia, dan Uni Emirat Arab.

Dan melonjaknya kasus Covid-19 varian Omicron di Jakarta, membuat Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyatakan "Ibu Kota menjadi medan perang utama" dalam menghadapi omicron.

"Sekitar 90% transmisi lokal (varian Omicron) terjadi di Jakarta. Kita harus persiapkan khusus DKI Jakarta sebagai medan perang pertama menghadapi Omicron dan harus kita pastikan kita menang," katanya, Minggu (16/01).

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

RICMA Camp 2026 Hadirkan Inspiring Talk untuk Membentuk Pemimpin Amanah

RICMA Camp 2026 Hadirkan Inspiring Talk untuk Membentuk Pemimpin Amanah

Lifestyle | Minggu, 01 Maret 2026 | 11:10 WIB

Sandiaga Uno Mau Startup Muda RI Tembus Pasar Internasional

Sandiaga Uno Mau Startup Muda RI Tembus Pasar Internasional

Bisnis | Jum'at, 20 Februari 2026 | 14:02 WIB

Ekonomi Lagi Seret? Ini Cara Menuju Financial Freedom yang Bisa Kamu Coba!

Ekonomi Lagi Seret? Ini Cara Menuju Financial Freedom yang Bisa Kamu Coba!

Your Say | Sabtu, 15 November 2025 | 06:09 WIB

Sandiaga Uno Kini Ingin Fokus Bisnis: Peluang Saya Ada di Dunia Usaha!

Sandiaga Uno Kini Ingin Fokus Bisnis: Peluang Saya Ada di Dunia Usaha!

Your Say | Jum'at, 14 November 2025 | 17:05 WIB

Sandiaga Uno Ajak Masyarakat Atasi Food Waste dengan Cara Sehat dan Bermakna

Sandiaga Uno Ajak Masyarakat Atasi Food Waste dengan Cara Sehat dan Bermakna

News | Selasa, 04 November 2025 | 21:31 WIB

Emiten Milik Sandiaga Uno SRTG Tekor Rp 2,43 Triliun di Kuartal III-2025

Emiten Milik Sandiaga Uno SRTG Tekor Rp 2,43 Triliun di Kuartal III-2025

Bisnis | Selasa, 04 November 2025 | 16:23 WIB

Pendidikan Widiyanti Putri vs Sandiaga Uno, Kinerja Jadi Menteri Pariwisata Dibandingkan

Pendidikan Widiyanti Putri vs Sandiaga Uno, Kinerja Jadi Menteri Pariwisata Dibandingkan

Lifestyle | Rabu, 17 September 2025 | 21:00 WIB

Indonesia Siap Unjuk Gigi di Medical Tourism, Sandiaga Uno: Terapkan 3P

Indonesia Siap Unjuk Gigi di Medical Tourism, Sandiaga Uno: Terapkan 3P

Health | Jum'at, 22 Agustus 2025 | 10:43 WIB

Sandiaga Bahas Fenomena 'Rojali': Dulu Zaman Saya Rombongan jadi Beli, Bukan Rombongan Jarang Beli

Sandiaga Bahas Fenomena 'Rojali': Dulu Zaman Saya Rombongan jadi Beli, Bukan Rombongan Jarang Beli

News | Jum'at, 08 Agustus 2025 | 12:08 WIB

Kwik Kian Gie Wafat, Mahfud MD: Patah Tumbuh, Hilang Berganti, Semoga Muncul Generasi Sebaik Beliau

Kwik Kian Gie Wafat, Mahfud MD: Patah Tumbuh, Hilang Berganti, Semoga Muncul Generasi Sebaik Beliau

News | Selasa, 29 Juli 2025 | 09:33 WIB

Terkini

Monas-HI Bebas Kendaraan Selama Malam Takbiran, Simak Rekayasa Lalu Lintasnya

Monas-HI Bebas Kendaraan Selama Malam Takbiran, Simak Rekayasa Lalu Lintasnya

News | Jum'at, 20 Maret 2026 | 12:00 WIB

Studi Ungkap Nasib Puntung Rokok di Tanah Setelah 10 Tahun: Bisakah Terurai?

Studi Ungkap Nasib Puntung Rokok di Tanah Setelah 10 Tahun: Bisakah Terurai?

News | Jum'at, 20 Maret 2026 | 11:21 WIB

50 Ribu Pemudik Tinggalkan Jakarta di H-1 Lebaran, Stasiun Mana yang Paling Padat?

50 Ribu Pemudik Tinggalkan Jakarta di H-1 Lebaran, Stasiun Mana yang Paling Padat?

News | Jum'at, 20 Maret 2026 | 11:00 WIB

Tradisi Lama, Salat Idulfitri di Gumuk Pasir Kretek Jadi Magnet Umat Muslim Jogja

Tradisi Lama, Salat Idulfitri di Gumuk Pasir Kretek Jadi Magnet Umat Muslim Jogja

News | Jum'at, 20 Maret 2026 | 10:46 WIB

Bukan Lagi Lokal! Begini Cara Muhammadiyah Tetapkan Hari Raya Islam Berlaku Sedunia

Bukan Lagi Lokal! Begini Cara Muhammadiyah Tetapkan Hari Raya Islam Berlaku Sedunia

News | Jum'at, 20 Maret 2026 | 10:38 WIB

PP Muhammadiyah: Lebaran Beda Itu Biasa, Jangan Pertajam Perbedaan

PP Muhammadiyah: Lebaran Beda Itu Biasa, Jangan Pertajam Perbedaan

News | Jum'at, 20 Maret 2026 | 10:05 WIB

Khotbah Idulfitri Haedar Nashir: Peradaban Modern di Ambang Kehancuran Akibat Ulah 'Predator' Dunia

Khotbah Idulfitri Haedar Nashir: Peradaban Modern di Ambang Kehancuran Akibat Ulah 'Predator' Dunia

News | Jum'at, 20 Maret 2026 | 09:18 WIB

Ketua Umum PP Muhammadiyah Minta Tak Pertajam Perbedaan Idulfitri, Imbau Tokoh Agama Jaga Kesejukan

Ketua Umum PP Muhammadiyah Minta Tak Pertajam Perbedaan Idulfitri, Imbau Tokoh Agama Jaga Kesejukan

News | Jum'at, 20 Maret 2026 | 08:59 WIB

Respons Dinamika Timur Tengah, Presiden Prabowo Pimpin Rapat Strategis Penghematan Energi

Respons Dinamika Timur Tengah, Presiden Prabowo Pimpin Rapat Strategis Penghematan Energi

News | Jum'at, 20 Maret 2026 | 08:36 WIB

Prabowo Pangkas Anggaran 'Akal-akalan' Rp308 Triliun: Jika Tak Dipotong, Ini ke Arah Korupsi

Prabowo Pangkas Anggaran 'Akal-akalan' Rp308 Triliun: Jika Tak Dipotong, Ini ke Arah Korupsi

News | Jum'at, 20 Maret 2026 | 08:25 WIB