Bikin Geram, Pria Ini Sengaja Cari Pasangan Kencan Positif COVID-19 Demi Asuransi Rp86,7 Juta

Reza Gunadha, Elvariza Opita

Selasa, 18 Januari 2022 | 15:54 WIB
Bikin Geram, Pria Ini Sengaja Cari Pasangan Kencan Positif COVID-19 Demi Asuransi Rp86,7 Juta
Ilustrasi kencan (pexels/Jep Gambardella).

Suara.com - Kisah pria di Thailand berikut ini bukan hanya menjadi viral melainkan juga memicu rasa geram. Bagaimana tidak? Pasalnya pria tersebut memasang pengumuman sengaja mencari pasangan kencan yang positif COVID-19 di aplikasi perpesanan LINE.

"(Saya) hanya mencari (pasangan kencan) yang terinfeksi (COVID-19). Bekerja mulai pukul 10 malam," tulis seseorang mewakili kliennya, dikutip Suara.com dari VICE pada Selasa (18/1/2022). Ia menambahkan bahwa sang klien menuntut wanita pasangan kencannya harus benar-benar positif COVID-19 dan mampu membuktikannya dengan tes antigen yang menunjukkan "dua garis".

Pria itu mengaku siap membayar THB3.000 hingga THB5.000 (setara Rp1,3 juta sampai Rp2,2 juta) untuk wanita yang berkenan menjadi pasangan kencannya, serta menyediakan THB600 (setara Rp260 ribu) untuk yang bisa membantu mencarikan yang diperlukannya. Ia juga memberi persyaratan penting seperti tidak ada hubungan seks, pesta narkoba dan minuman keras, serta hanya memerlukan "pertukaran napas" satu sama lain.

Tangkapan layar pengumuman tersebut lantas menjadi viral di Facebook dan seketika menuai bulan-bulanan warganet. Sempat dicurigai karena orientasi seksual, banyak yang kemudian meyakini pria tersebut hanya mengincar klaim kompensasi asuransi. Kecurigaan ini pun lantas dibenarkan lewat laporan oleh media setempat.

Sebagai informasi, perusahaan asuransi di Thailand menawarkan klaim kompensasi senilai THB200.000 (setara Rp86.775.181) untuk pasien yang terinfeksi COVID-19. Program ini, menurut laporan Nikkei, menyebabkan klaim asuransi atas COVID-19 di Thailand melonjak sampai 10 kali lipat, dimulai sejak awal pandemi hingga pertengahan 2021.

Ilustrasi asuransi (Elements Envato)
Ilustrasi asuransi (Elements Envato)

Program ini sedianya membantu meringankan beban keluarga pasien COVID-19. Namun sejumlah keluarga di Thailand malah memanfaatkannya untuk kepentingan pribadi, seperti yang sempat viral tahun lalu.

Mengutip VICE, sebuah keluarga di Thailand sempat mengunggah momen mereka bersenang-senang pasca mengklaim asuransi COVID-19. Upaya seperti ini pun ternyata tidak hanya sekali coba dilakukan oleh masyarakat Thailand.

"Bahkan ada wanita muda yang menjual inhaler di Facebook dan mengklaimnya mengandung virus Corona," ujar seorang pejabat senior di Komisi Asuransi Thailand (OIC) kepada Nikkei. "Pembeli bisa menggunakan inhaler itu agar terinfeksi (COVID-19) dan mengklaim kompensasi."

Kejadian semacam ini membuat Asosiasi Asuransi Umum Thailand langsung mengeluarkan peringatan keras. Termasuk siap menjatuhkan sanksi bagi yang dengan sengaja terinfeksi COVID-19 demi mendapat klaim asuransi.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kemenkes Gunakan Merek Vaksin Berbeda untuk Booster, Ini Penjelasan Kepala Badan POM RI

Kemenkes Gunakan Merek Vaksin Berbeda untuk Booster, Ini Penjelasan Kepala Badan POM RI

Health | Selasa, 18 Januari 2022 | 15:07 WIB

Dua Minggu Rumah Tercium Bau Petai Menyengat, Pas Diselidiki Penyebabnya Bikin Tepuk Jidat

Dua Minggu Rumah Tercium Bau Petai Menyengat, Pas Diselidiki Penyebabnya Bikin Tepuk Jidat

Lifestyle | Selasa, 18 Januari 2022 | 15:12 WIB

Heboh Kos-kosan Bayar Rp 100 Ribu Tiap Nginap 1 Jam, Publik Ramai Bujuk Segera Angkat Kaki

Heboh Kos-kosan Bayar Rp 100 Ribu Tiap Nginap 1 Jam, Publik Ramai Bujuk Segera Angkat Kaki

Hits | Selasa, 18 Januari 2022 | 15:10 WIB

Cari Nafkah dengan Ngamen Ular di Jalanan, Kondisi Tangan Bapak Ini Jadi Sorotan

Cari Nafkah dengan Ngamen Ular di Jalanan, Kondisi Tangan Bapak Ini Jadi Sorotan

News | Selasa, 18 Januari 2022 | 15:05 WIB

Beri Perhatian Penuh, Ayah Rawat Anak Perempuannya yang Sedang Hamil Tua Bikin Trenyuh

Beri Perhatian Penuh, Ayah Rawat Anak Perempuannya yang Sedang Hamil Tua Bikin Trenyuh

Hits | Selasa, 18 Januari 2022 | 15:10 WIB

Terkini

Bank BSN Perluas Solusi Keuangan Syariah Berbasis Emas

Bank BSN Perluas Solusi Keuangan Syariah Berbasis Emas

Foto | Minggu, 20 September 2026 | 05:00 WIB

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:45 WIB

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Bola | Sabtu, 19 September 2026 | 23:10 WIB

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:00 WIB

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jawa Tengah | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:35 WIB

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:29 WIB

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:15 WIB

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:05 WIB

×