Kematian Anak Akibat Omicron di Sejumlah Negara Naik, Wapres Maruf Pastikan PTM Berjalan

Erick Tanjung | Ria Rizki Nirmala Sari | Suara.com

Kamis, 20 Januari 2022 | 16:29 WIB
Kematian Anak Akibat Omicron di Sejumlah Negara Naik, Wapres Maruf Pastikan PTM Berjalan
Wakil Presiden Maruf Amin (KIP-Setwapres).

Suara.com - Ahli epidemiologi menyarankan pemerintah untuk menyetop Pembelajaran Tatap Muka atau PTM 100 persen karena melihat kematian anak meningkat di sejumlah negara gara-gara penyebaran Covid-19 varian Omicron. Menanggapi itu, Wakil Presiden Maruf Amin mengungkapkan pemerintah bakal menyesuaikan soal pelaksanaan PTM mengikuti perkembangan penyebaran Covid-19.

Maruf menerangkan kalau kebijakan yang dilakukan pemerintah tentu akan dibuat sesuai dengan kondisi penyebaran Covid-19. Kalau misalkan kasusnya sedang tinggi, maka pemerintah akan memperketat segala aktivitas masyarakat termasuk PTM.

"Semua itu kan sesuai dengan tantangan yang kita hadapi, kalau terjadi kasus meninggi ya tentu akan kami perketat, kalau sudah turun baru kami longgarkan termasuk PTM," terang Maruf di Kantor Gubernur Banten, Kota Serang, Banten, Kamis (20/1/2022).

Lagipula menurutnya, kenaikan kasus Covid-19 itu akan terjadi di daerah yang berbeda. Sehingga untuk saat ini pemerintah masih akan menjalankan PTM 100 persen.

Di samping itu, pemerintah juga akan terus menjalankan vaksinasi khusus anak.

"Jadi sampai hari ini memang belum diubah peraturannya, belum diubah, tapi kalau ada sesuatu maka kemudian kita akan segera sesuaikan," ujarnya.

Omicron Serang Anak di Dunia, Ahli Epidemiolog Minta PTM Distop Hingga Awal Maret

Ahli Epidemiologi Griffith University Australia Dicky Budiman meminta kepada pemerintah untuk bisa mengkaji ulang soal PTM 100 persen disaat Covid-19 varian Omicron mulai merebak di Indonesia. Hal tersebut dipintanya karena melihat banyaknya anak-anak yang terpapar Omicron ketimbang saat gelombang varian Delta menyerang sebelumnya.

Dicky memberikan contoh di Afrika Selatan di mana jumlah kematian anak pasca merebaknya Omicron naik dua kali lipat. Itu dihitung mulai 4 Desember hingga Januari 2022.

"Biasanya sebelum Omicron kematian 35 anak sebulan. Setelah Omicron (jadi) 61 padahal ini belum selesai Januari," kata Dicky dalam diskusi bertajuk Omicron Ancam PTM 100 Persen? secara virtual, Selasa (18/1).

Dicky juga mengungkap kondisi serupa terjadi di Australia. Menurutnya tidak ada satupun kematian anak terjadi saat gelombang Delta menyerang.

Namun saat Omicron hadir, setiap harinya ada laporan soal kematian anak.

"Di Australia 2 tahun kami hampir pandemi ini tidak ada kematian anak, Delta yang disebut luar biasa tidak ada kematian anak. Tapi Omicron datang awal Desember banyak kematian anak setiap hari ada kematian anak," ujarnya.

Hal tersebut bisa terjadi karena menurut Dicky masih ada anak-anak yang belum bisa divaksinasi. Kemudian ruangan ICU di rumah sakit juga disebutnya meningkat karena banyak anak-anak yang terpapar.

Kemudian, Dicky juga mengungkapkan adanya potensi peningkatan pasien Covid-19 di rumah sakit dari anak-anak pada awal Februari karena penyebaran Omicron. Oleh karena itu, ia meminta kepada pemerintah untuk kembali mengkaji PTM 100 persen kembali.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Baru Ada Dua, Wapres Maruf Minta Tambah MPP di Banten: Gak Perlu Gedung Baru

Baru Ada Dua, Wapres Maruf Minta Tambah MPP di Banten: Gak Perlu Gedung Baru

News | Kamis, 20 Januari 2022 | 16:00 WIB

Warga Kampung Cibeulah Dialog dengan Wapres Maruf Amin Membahas Soal Relokasi Usai Gempa M 6,6

Warga Kampung Cibeulah Dialog dengan Wapres Maruf Amin Membahas Soal Relokasi Usai Gempa M 6,6

News | Kamis, 20 Januari 2022 | 11:39 WIB

Omicron Masuk Kota Bandung, Dinkes Duga Enam Warga Tertular dari Transmisi Lokal

Omicron Masuk Kota Bandung, Dinkes Duga Enam Warga Tertular dari Transmisi Lokal

Jabar | Kamis, 20 Januari 2022 | 06:00 WIB

Terkini

Istana Belum Terima Hasil Investigasi PBB Penyebab 3 TNI Gugur di Lebanon

Istana Belum Terima Hasil Investigasi PBB Penyebab 3 TNI Gugur di Lebanon

News | Rabu, 08 April 2026 | 21:00 WIB

Bupati Bekasi Ade Kuswara Klaim Tak Tahu Soal Pembakaran Rumah Saksi dalam Kasus Suap Ijon Proyek

Bupati Bekasi Ade Kuswara Klaim Tak Tahu Soal Pembakaran Rumah Saksi dalam Kasus Suap Ijon Proyek

News | Rabu, 08 April 2026 | 20:53 WIB

Tahan Kenaikan Ongkos Haji, Pemerintah Rogoh Kocek Negara Rp1,77 Triliun

Tahan Kenaikan Ongkos Haji, Pemerintah Rogoh Kocek Negara Rp1,77 Triliun

News | Rabu, 08 April 2026 | 20:48 WIB

Bukan Cuma AI, Petugas Dishub Jaksel Diduga Curangi Laporan JAKI Pakai Modus 'Timestamp'

Bukan Cuma AI, Petugas Dishub Jaksel Diduga Curangi Laporan JAKI Pakai Modus 'Timestamp'

News | Rabu, 08 April 2026 | 20:44 WIB

Kuasa Hukum Ungkap Kunjungan Gibran Saat Jenguk Andrie Yunus: Mendadak dan Tak Ada Komunikasi

Kuasa Hukum Ungkap Kunjungan Gibran Saat Jenguk Andrie Yunus: Mendadak dan Tak Ada Komunikasi

News | Rabu, 08 April 2026 | 20:01 WIB

Oposisi Israel Ngamuk! Sebut Netanyahu Gagal Total Usai Sepakati Gencatan Senjata dengan Iran

Oposisi Israel Ngamuk! Sebut Netanyahu Gagal Total Usai Sepakati Gencatan Senjata dengan Iran

News | Rabu, 08 April 2026 | 19:57 WIB

Tak Dibantu NATO saat Perang Iran, Trump Kembali Ingin Caplok Greenland

Tak Dibantu NATO saat Perang Iran, Trump Kembali Ingin Caplok Greenland

News | Rabu, 08 April 2026 | 19:46 WIB

Cerita Prabowo Keliling Banyak Negara untuk Amankan Suplai Minyak Indonesia

Cerita Prabowo Keliling Banyak Negara untuk Amankan Suplai Minyak Indonesia

News | Rabu, 08 April 2026 | 19:42 WIB

Prabowo: Kalau Terjadi Perang Dunia III, Indonesia Termasuk Negara Aman

Prabowo: Kalau Terjadi Perang Dunia III, Indonesia Termasuk Negara Aman

News | Rabu, 08 April 2026 | 19:36 WIB

Efisiensi Haji, Prabowo Perintahkan Bentuk Perusahaan Patungan Garuda IndonesiaSaudia Arabia

Efisiensi Haji, Prabowo Perintahkan Bentuk Perusahaan Patungan Garuda IndonesiaSaudia Arabia

News | Rabu, 08 April 2026 | 19:33 WIB