facebook

Soal Maruli Simanjuntak, Legislator PPP: Tak Bisa Disalahkan Publik Berasumsi Jabatan Jenderal Pertimbangan Politis

Iwan Supriyatna | Bagaskara Isdiansyah
Soal Maruli Simanjuntak, Legislator PPP: Tak Bisa Disalahkan Publik Berasumsi Jabatan Jenderal Pertimbangan Politis
Brigjen Maruli Simanjuntak.

DPR mengaku tak kaget jika menantu Menko Marves Luhut Binsar Panjaitan yakni Mayjen Maruli Simanjuntak ditunjuk menjadi Pangkostrad.

Suara.com - Anggota Komisi I DPR RI fraksi PPP Syaifullah Tamliha, mengaku tak kaget jika menantu Menko Marves Luhut Binsar Panjaitan yakni Mayjen Maruli Simanjuntak ditunjuk menjadi Pangkostrad. Tamliha memang sebelumnya sudah memprediksi.

"Sebagaimana yang saya bilang setelah Jenderal Dudung Abdurrachman menjadi Kasad, kursi Pangkostrad yang kosong akan diisi oleh salah satu Pangdam di Indonesia dan jagoan adalah Pangdam Udayana Mayjen TNI Maruli Simanjuntak yang merupakan menantu Pak LBP (Luhut Binsar Panjaitan)," kata Tamliha saat dihubungi, Sabtu (22/1/2022).

Ia mengatakan, dengan penunjukan tersebut memang dominan pertimbangan politik. Hal itu tidak bisa disalahkan jika masyarakat berpikir demikian.

"Tidak bisa menyalahkan jika publik kemudian berasumsi bahwa jabatan jenderal berbintang tiga dan empat pada lingkungan TNI adalah pertimbangan politik menjadi dominan," tuturnya.

Baca Juga: Profil Mayjen Maruli Simanjuntak, Menantu Luhut Binsar Pandjaitan yang Ditunjuk Jadi Pangkostrad

Selain itu, Tamliha juva menilai Maruli punya kedekatan tersendiri dengan Presiden Joko Widodo atau Jokowi. Mengingat Maruli pernah menjabat sebagai Komandan Paspampres.

"Beliau kan mantan Danpampres sehingga sudah terbiasa bergaul dengan Presiden Jokowi," tandasnya.

Ditunjuk Jadi Pangkostrad

Sebelumnya, Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa merotasi sejumlah perwira tinggi di lingkungan TNI. Salah satunya menunjuk Mayjen TNI Maruli Simanjuntak sebagai Panglima Kostrad (Panglima Kostrad).

Rotasi jabatan itu ditandatangani oleh Andika melalui Surat Keputusan Jabatan 328 Perwira Tinggi TNI melalui Keputusan nomor 66/I/2022 tanggal 21 Januari 2022 tentang Pemberhentian dari dan Pengangkatan Dalam Jabatan di Lingkungan TNI. Total ada 328 perwira tinggi yang mendapatkan jabatan baru.

Baca Juga: Jenderal Andika Perkasa Rotasi Perwira Tinggi TNI, Pangkostrad Dijabat Menantu Luhut Binsar Panjaitan

Sedangkan, 28 perwira tinggi di antaranya mendapatkan jabatan di satuan-satuan baru di TNI. Hal itu sebagaimana yang telah diamanatkan dalam Perpres no. 66 tahun 2019 tentang Susunan Organisasi TNI).

Komentar