Hari Pendidikan Internasional:Kampanyekan Makan Sehat Lewat Nutrisi Esok Hari

Iwan Supriyatna

Selasa, 25 Januari 2022 | 07:27 WIB
Hari Pendidikan Internasional:Kampanyekan Makan Sehat Lewat Nutrisi Esok Hari
Ilustrasi anak sekolah.

Suara.com - Diproklamasikan oleh Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa, Hari Pendidikan Internasional (24 Januari) berupaya menyoroti bahwa pendidikan adalah “hak asasi manusia, barang publik, dan tanggung jawab publik.”

Meskipun mata pelajaran seperti matematika dan sejarah tetap menjadi suatu keharusan dalam kurikulum, sekolah/universitas di Indonesia berinovasi dan menemukan cara untuk mengajar siswa mata pelajaran baru melalui penerapan program Nutrisi Esok Hari.

Gagasannya adalah untuk menyediakan menu berbasis nabati setidaknya satu hari seminggu di ruang makan dan kantin mereka serta mendidik siswa, guru, dan juru masak tentang bagaimana pilihan makanan kita memengaruhi dunia di sekitar kita dan pentingnya makan sehat.

"Lembaga pendidikan memainkan peran penting dalam membentuk generasi masa depan dan menunjukkan cara praktis bagi setiap orang untuk dapat bertindak lebih berkelanjutan," kata Among Prakosa, Manajer Kebijakan Pangan Nutrisi Esok Hari di Indonesia ditulis Selasa (25/1/2022).

Bentara Papua, organisasi yang berfokus pada mempromosikan tanaman pangan masyarakat adat sebagai komoditas berkelanjutan dan Sinergia Animal, LSM yang bekerja terutama di Amerika Latin dan Asia Tenggara, adalah organisasi yang mengoordinasi program yang menawarkan dukungan berupa saran dari ahli gizi, lokakarya dan acara kuliner gratis kepada lembaga publik atau swasta mana pun yang ingin menerapkan gagasan tersebut.

"Tujuan kami sederhana: kami ingin mendorong institusi untuk menyediakan makanan yang lebih ramah iklim dan lebih sehat kepada siswa dan staf mereka sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan PBB," jelas Prakosa.

Nutrisi Esok Hari diisi oleh para profesional khusus seperti ahli diet, ahli gizi, dan juru masak yang memberikan anjuran kepada institusi swasta dan publik tentang perencanaan, pelatihan, dan dukungan langsung untuk penerapan perubahan menu.

Di Indonesia, satu institusi telah mendaftar program Nutrisi Esok di tahun 2021 ini yang berkomitmen untuk menggantikan makanan hewani dengan menu makanan berbasis nabati. Beberapa contoh menu baru yang dihidangkan antara lain adalah opor sayur dan sate jamur.

“Makan lebih banyak makanan nabati adalah salah satu cara terbaik untuk membantu melindungi kesehatan seseorang dan planet ini. Semua ini sambil memperkenalkan rasa baru melalui makanan yang lezat dan seimbang sesuai dengan tradisi dan preferensi masing-masing negara, dan ini dibuktikan dengan ulasan positif dari para siswa.” ucapnya.

baca juga

Makan lebih banyak sayuran dan mengurangi konsumsi produk hewani juga berkontribusi pada kualitas hidup yang lebih baik dan dapat membantu mencegah masalah kronis umum seperti penyakit kardiovaskular, diabetes tipe 2, dan beberapa jenis kanker. Daging sapi dan daging ayam telah dikaitkan dengan kondisi yang sering terjadi seperti penyakit divertikular, polip usus besar atau penyakit kandung empedu, di samping penyakit lainnya.

Tidak hanya makan lebih banyak makanan nabati lebih sehat, tapi mengganti produk berbasis hewani dengan hidangan nabati juga secara signifikan mengurangi emisi gas rumah kaca, mencegah deforestasi, dan melestarikan serta melindungi sumber daya air.

"Ini sangat penting untuk membantu mengurangi perubahan iklim, salah satu tantangan terbesar yang kita hadapi saat ini," catat Prakosa.

"Dengan menawarkan lebih banyak makanan nabati, institusi bekerja sama menciptakan model makanan baru untuk kebaikan umat manusia dan menjamin masa depan planet kita sembari menyediakan staf dan siswa mereka makanan yang dapat dinikmati semua orang," kata Prakosa.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Diklaim Mengancam Kesehatan, Ini 10 Makanan Penyebab Kolesterol yang Wajib Diwaspadai

Diklaim Mengancam Kesehatan, Ini 10 Makanan Penyebab Kolesterol yang Wajib Diwaspadai

Lifestyle | Kamis, 06 Januari 2022 | 18:59 WIB

Tips Ahli Gizi Mengatur Pola Makan Sehat Saat Libur Nataru

Tips Ahli Gizi Mengatur Pola Makan Sehat Saat Libur Nataru

Health | Selasa, 28 Desember 2021 | 12:55 WIB

3 Resep Camilan Manis yang Aman Dimakan saat Diet, Simpel dan Tetap Sehat

3 Resep Camilan Manis yang Aman Dimakan saat Diet, Simpel dan Tetap Sehat

Lifestyle | Senin, 27 Desember 2021 | 15:35 WIB

Terkini

Misteri Formasi Tak Lazim Drone Iran, Kesaksian Pilot F-15 Bikin Geger

Misteri Formasi Tak Lazim Drone Iran, Kesaksian Pilot F-15 Bikin Geger

News | Rabu, 24 Juni 2026 | 23:08 WIB

Wacana Ekspor Satu Pintu Dinilai Berpotensi Perkuat Posisi Indonesia di Tengah Persaingan Global

Wacana Ekspor Satu Pintu Dinilai Berpotensi Perkuat Posisi Indonesia di Tengah Persaingan Global

News | Rabu, 24 Juni 2026 | 23:01 WIB

Warga Sipiongot Senang Karena Jalan Diaspal Setelah Puluhan Tahun

Warga Sipiongot Senang Karena Jalan Diaspal Setelah Puluhan Tahun

News | Rabu, 24 Juni 2026 | 22:40 WIB

Skandal Korupsi Kuota Haji: KPK Cecar Eks Dirjen PHU Hilman Latief Soal Modus Bagi-bagi 50 Persen

Skandal Korupsi Kuota Haji: KPK Cecar Eks Dirjen PHU Hilman Latief Soal Modus Bagi-bagi 50 Persen

News | Rabu, 24 Juni 2026 | 21:32 WIB

Masuk RS Polri Gegara Sakit Saluran Pencernaan!  Penahanan Gus Yaqut Dibantarkan

Masuk RS Polri Gegara Sakit Saluran Pencernaan! Penahanan Gus Yaqut Dibantarkan

News | Rabu, 24 Juni 2026 | 21:19 WIB

Eks Plt Direktur PU Ditahan! Terima Suap BUMN dan Rekayasa Proyek Fiktif Rp16 Miliar

Eks Plt Direktur PU Ditahan! Terima Suap BUMN dan Rekayasa Proyek Fiktif Rp16 Miliar

News | Rabu, 24 Juni 2026 | 21:08 WIB

3 Tahun dalam Penyiksaan: Bagaimana Penyekapan YTR Bisa Luput dari Pantauan Sekitar?

3 Tahun dalam Penyiksaan: Bagaimana Penyekapan YTR Bisa Luput dari Pantauan Sekitar?

News | Rabu, 24 Juni 2026 | 20:51 WIB

Sasaran Turis Bali! 18 Kg Ganja Asal Amerika-Rusia Diselundupkan Lewat Trik Kompartemen Koper

Sasaran Turis Bali! 18 Kg Ganja Asal Amerika-Rusia Diselundupkan Lewat Trik Kompartemen Koper

News | Rabu, 24 Juni 2026 | 20:34 WIB

Ditanya Nyesal Ikut Pilpres 2024, Anies Balik Tanya Publik: NyeseI Tak Memilih Saya?

Ditanya Nyesal Ikut Pilpres 2024, Anies Balik Tanya Publik: NyeseI Tak Memilih Saya?

News | Rabu, 24 Juni 2026 | 20:09 WIB

Usut Dalang Pembagian Kuota Haji 50:50, Eks Dirjen PHU Kemenag Dicecar KPK

Usut Dalang Pembagian Kuota Haji 50:50, Eks Dirjen PHU Kemenag Dicecar KPK

News | Rabu, 24 Juni 2026 | 19:48 WIB