Memahami NeoCov Itu Apa, Varian Baru atau Jenis Lain Covid-19? Cek Fakta-faktanya Berikut

Rifan Aditya | Suara.com

Senin, 31 Januari 2022 | 12:36 WIB
Memahami NeoCov Itu Apa, Varian Baru atau Jenis Lain Covid-19? Cek Fakta-faktanya Berikut
Memahami NeoCov Itu Apa, Varian Baru atau Jenis Lain Covid-19? Cek Fakta-faktanya Berikut - Ilustrasi Covid-19 (Foto oleh cottonbro dari Pexels)

Suara.com - Sebuah studi baru saja dirilis hasilnya oleh ilmuwan China, yang menyatakan penemuan virus NeoCov. Tentu saja kabar ini cukup menggemparkan, karena pandemi akibat Covid-19 saja belum usai. Tapi NeoCov itu apa?

Apakah NeoCov serupa dengan mutasi virus yang kini sedang melanda berbagai belahan dunia? Untuk tahu lebih banyak tentang NeoCov itu apa, Anda perlu menyimak informasi di artikel ini.

NeoCov Itu Apa?

NeoCov adalah ‘kerabat dekat’ dari virus penyebab infeksi saluran pernapasan Timur Tengah, MERS-Cov, yang beredar di antara kelelawar. Hingga saat ini, virus tersebut diketahui bersifat zoonosis, yang artinya virus ini bisa ditularkan antara hewan dan manusia.

Tentu saja alarm kewaspadaan harus segera dinaikkan kembali. Mengingat pola yang sama bisa terjadi dan berulang seperti pada virus Covid-19 yang meledak pada tahun 2019 lalu. 

Lebih sialnya lagi, diprediksi vaksin dan antibodi tubuh yang dimiliki manusia saat ini belum terlatih untuk menghadapi NeoCov tersebut. Jadi ada saja resiko besar yang mengintai dibalik temuan tersebut. 

Tak Semua Kabar Buruk

Meski memang terdengar seperti kabar buruk, sebenarnya tak semua berita baru yang muncul terkait NeoCov ini adalah berita negatif. Ada juga beberapa hal positif yang ditemukan oleh ilmuwan Wuhan, yang bisa membuat kita sedikit lega.

Fakta bahwa hingga saat ini belum ditemukan bukti atau indikasi virus tersebut menular ke manusia akan jadi poin pertama dari kabar gembira yang kami sebutkan. Meski demikian tentu ini tak kemudian membuat kewaspadaan Anda kendur, dan bersikap abai.

Protokol kesehatan tetap harus diterapkan dengan ketat sehingga resiko penularan virus dapat benar-benar ditekan. Dengan tingkat kewaspadaan yang tinggi, resiko penularan virus tersebut bisa ditekan seminimal mungkin.

Yang kedua, studi terus dilakukan pada temuan ini, dan fakta lain mengungkapkan virus NeoCov terbukti lemah kemampuannya dalam menginfeksi sel manusia. Sehingga kemampuan virus ini tak seganas Covid-19 yang terus bermutasi. Tapi tetap saja, resiko terbuka ketika kewaspadaan menurun.

Temuan terkait NeoCov memang jadi berita yang cukup besar. Meski demikian, rasanya masih terlalu buru-buru jika kita berkesimpulan NeoCov akan memiliki resiko sebesar Covid-19 yang sekarang ada.

Namun, memahami NeoCov itu apa tetap penting agar kewaspadaan bisa terus ditingkatkan. Selain itu, Anda tetap diharapkan untuk menjaga protokol kesehatan dengan baik.

Kontributor : I Made Rendika Ardian

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Cegah Misinformasi Covid-19, Spotify Siap Beri Peringatan

Cegah Misinformasi Covid-19, Spotify Siap Beri Peringatan

Tekno | Senin, 31 Januari 2022 | 12:30 WIB

Ketua Satgas Covid-19 IDI: Kita Telah Masuk Gelombang Ketiga

Ketua Satgas Covid-19 IDI: Kita Telah Masuk Gelombang Ketiga

Health | Senin, 31 Januari 2022 | 12:05 WIB

Gawat! Giliran 3 Pemain PSS Sleman Positif Covid-19

Gawat! Giliran 3 Pemain PSS Sleman Positif Covid-19

Surakarta | Senin, 31 Januari 2022 | 11:57 WIB

Kasus Terus Bertambah! Pasien Covid-19 di RSDC Wisma Atlet Kini Capai 4.590 Orang, BOR 58 Persen

Kasus Terus Bertambah! Pasien Covid-19 di RSDC Wisma Atlet Kini Capai 4.590 Orang, BOR 58 Persen

News | Senin, 31 Januari 2022 | 11:43 WIB

Terkini

Lampu Hijau RUU BPIP: Surpres Sudah Terbit, Kapan Mulai Dibahas?

Lampu Hijau RUU BPIP: Surpres Sudah Terbit, Kapan Mulai Dibahas?

News | Senin, 13 April 2026 | 14:22 WIB

3 Cara AS Blokade Selat Hormuz, Nomor 2 Bisa Picu Rusia dan China Ikut Perang Terbuka

3 Cara AS Blokade Selat Hormuz, Nomor 2 Bisa Picu Rusia dan China Ikut Perang Terbuka

News | Senin, 13 April 2026 | 14:19 WIB

Rakitan Rasa Pabrik! Ki Bedil Maestro Senpi Ilegal Ternyata Jebolan Cipacing

Rakitan Rasa Pabrik! Ki Bedil Maestro Senpi Ilegal Ternyata Jebolan Cipacing

News | Senin, 13 April 2026 | 14:09 WIB

Respons Seskab Teddy, Arifki Sebut Fenomena Inflasi Pengamat Jadi Cermin Oposisi Mandul

Respons Seskab Teddy, Arifki Sebut Fenomena Inflasi Pengamat Jadi Cermin Oposisi Mandul

News | Senin, 13 April 2026 | 14:08 WIB

Alasan Tak Terduga Inggris Ogah Ikut Gerbong Trump Blokade Selat Hormuz

Alasan Tak Terduga Inggris Ogah Ikut Gerbong Trump Blokade Selat Hormuz

News | Senin, 13 April 2026 | 14:06 WIB

Iran Bongkar Taktik Licik AS di Islamabad, Kesepakatan Damai Gagal di Detik Terakhir

Iran Bongkar Taktik Licik AS di Islamabad, Kesepakatan Damai Gagal di Detik Terakhir

News | Senin, 13 April 2026 | 14:01 WIB

RDP DPR-BPIP Diwarnai Candaan, Willy Aditya Singgung Merger NasDem-Gerindra

RDP DPR-BPIP Diwarnai Candaan, Willy Aditya Singgung Merger NasDem-Gerindra

News | Senin, 13 April 2026 | 13:59 WIB

Perundingan Islamabad Buntu, Iran Siap Ladeni AS di Selat Hormuz

Perundingan Islamabad Buntu, Iran Siap Ladeni AS di Selat Hormuz

News | Senin, 13 April 2026 | 13:59 WIB

Akademisi Kritik Istilah Inflasi Pengamat dari Seskab Teddy, Sebut Pemerintah Mulai Antikritik

Akademisi Kritik Istilah Inflasi Pengamat dari Seskab Teddy, Sebut Pemerintah Mulai Antikritik

News | Senin, 13 April 2026 | 13:58 WIB

Gus Ipul: Pemerintah Kaji Tambahan Bansos untuk Jaga Daya Beli Masyaa

Gus Ipul: Pemerintah Kaji Tambahan Bansos untuk Jaga Daya Beli Masyaa

News | Senin, 13 April 2026 | 13:54 WIB