China Digemparkan Video Seorang Ibu Dirantai Lehernya dan Tinggal di Gubuk

Siswanto, BBC

Selasa, 01 Februari 2022 | 11:17 WIB
China Digemparkan Video Seorang Ibu Dirantai Lehernya dan Tinggal di Gubuk
BBC

Suara.com - Video seorang ibu delapan anak yang tinggal di sebuah gubuk dengan kondisi dirantai lehernya telah menggemparkan khalayak China.

Video tersebut diunggah ke jaringan media sosial Douyin dan direkam oleh seorang pria yang mengunjungi perempuan tersebut.

Sang pria tampak terkejut dengan apa yang dirinya saksikan. Setelah membawakan beberapa setel pakaian hangat, pria itu mengajukan beberapa pertanyaan ke sang perempuan. Namun, dia tidak bisa menjawab dengan jelas.

Video yang viral di China ini menimbulkan beragam pernyataan netizen. Beberapa di antara mereka mendesak aparat turun tangan dan membantu perempuan tersebut.

Banyak juga yang mendiskusikan topik penyiksaan perempuan dan hak-hak mereka yang terbatas di daerah pedesaan China. Ada pula yang mempertanyakan kondisi seperti apa yang dialami perempuan di Xuzhou, Provinsi Jiangsu tersebut sehingga dia bisa melahirkan delapan anak.

Baca juga:

Mereka mempertanyakan bagaimana kasus ini bisa luput dari perhatian aparat setempat mengingat China punya aturan keluarga berencana yang ketat.

Dalam video itu, perempuan tersebut terlihat kebingungan dan tidak bisa memahami pertanyaan-pertanyaan vlogger yang berkali-kali menanyakan apakah dia merasa kedinginan. Saat itu dia hanya memakai baju relatif tipis untuk musim dingin.

Sejak diunggah Jumat (28/01) lalu, video itu telah memantik diskusi mengenai perdagangan manusia di kawasan pedesaan China yang miskin--walau informasi rinci mengenai kasus ini terbilang minim.

baca juga

Aparat dikritik tak tanggap

Banyak warganet membandingkan film laris di China pada 2007 berjudul Blind Mountain, mengisahkan seorang perempuan yang diculik dan dijual sebagai budak.

Aparat menyampaikan pernyataan pada Jumat (28/01) yang membantah spekulasi mengenai penculikan. Mereka menyebut perempuan itu bermarga Yang dari Distrik Feng, Huankou.

Perempuan itu, menurut aparat, menikah dengan suaminya yang bernama Dong pada 1998 dan didiagnosa mengidap gangguan kesehatan mental. Keluarganya mengatakan kepada aparat setempat bahwa Ibu Yang kerap murka.

Akan tetapi, respons dari para pejabat semakin menambah amarah warganet yang mengritik aparat karena tidak tanggap terhadap kondisi penahanannya, penggunaan rantai pada lehernya, dan kesejahteraannya.

Baca juga:

Hujan kritik itu mendorong para pejabat untuk merilis pernyataan kedua pada Minggu (30/01), berisi informasi lebih lanjut mengenai sejarah keluarga Ibu Yang.

Aparat mengatakan kini sedang menyelidiki suaminya.

"Dong diduga telah melanggar hukum. Aparat keamanan telah meluncurkan penyelidikan," sebut pernyataan itu, sebagaimana dilaporkan media setempat.

Lebih lanjut, pernyataan tersebut menambahkan bahwa Ibu Yang kini sedang menjalani perawatan di rumah sakit dan anak-anaknya diasuh negara. Para pejabat mengatakan Ibu Yang baru-baru ini didiagnosa mengidap schizophrenia.

Bagaimanapun, amarah publik terhadap kasus ini tak kunjung mereda. Warganet mendesak aparat setempat memikul tanggung jawab.

"Perempuan tersebut adalah manusia, bukan barang. Setelah melahirkan delapan anak selama 20 tahun, dia baru ditemukan sekarang? Semua departemen pemerintah dan lembaga yudisial yang terlibat tidak ada yang tidak bersalah," tulis seorang warganet.

Diskusi daring mengenai kasus ini disensor sejak viral pada Jumat lalu. Aparat telah menghapus sejumlah unggahan yang membahas perdagangan manusia dan menyensor sebuah frasa, yaitu "Delapan Anak Xuzhou".

Namun, ada frasa yang dipertahankan, yaitu "Pernyataan Aparat mengenai Perempuan Delapan Anak dari Distrik Xuzhou Feng". Frasa itu dilihat lebih dari 190 juta kali dengan 56.000 komentar pada Senin (31/01). Sebagian besar diskusi bersikap kritis terhadap respons aparat setempat.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Terkini

Polda Metro Bantah Tangkap Botok di DPR, Sebut Hanya Dampingi Urus Izin Kegiatan

Polda Metro Bantah Tangkap Botok di DPR, Sebut Hanya Dampingi Urus Izin Kegiatan

News | Senin, 24 Agustus 2026 | 18:28 WIB

Tegas! Prabowo Minta 3 Tersangka Kasus Karhutla Riau Dipindahkan ke Jakarta

Tegas! Prabowo Minta 3 Tersangka Kasus Karhutla Riau Dipindahkan ke Jakarta

Video | Senin, 24 Agustus 2026 | 18:26 WIB

Pasca Gempa NTT, Gibran Siapkan Keringanan Kredit bagi Warga Terdampak

Pasca Gempa NTT, Gibran Siapkan Keringanan Kredit bagi Warga Terdampak

Video | Senin, 24 Agustus 2026 | 18:25 WIB

Ekonom Nilai Target Pajak Naik 12% di RAPBN 2027 Tak Realistis

Ekonom Nilai Target Pajak Naik 12% di RAPBN 2027 Tak Realistis

Bisnis | Senin, 24 Agustus 2026 | 18:23 WIB

Menhut dan Menteri LH Absen Rapat Karhutla, Istana Beri Penjelasan

Menhut dan Menteri LH Absen Rapat Karhutla, Istana Beri Penjelasan

News | Senin, 24 Agustus 2026 | 18:23 WIB

Tak Hanya Rekening, Akun Medsos Botok Juga Diblokir, Aksi Demo 27 Agustus Terancam Batal?

Tak Hanya Rekening, Akun Medsos Botok Juga Diblokir, Aksi Demo 27 Agustus Terancam Batal?

News | Senin, 24 Agustus 2026 | 18:22 WIB

6 Film Resident Evil Tayang di Netflix September 2026, Ini Daftarnya

6 Film Resident Evil Tayang di Netflix September 2026, Ini Daftarnya

Your Say | Senin, 24 Agustus 2026 | 18:20 WIB

Tunggu Regulasi Subsidi, Asosiasi Motor Listrik: Yang Terpenting Kepastian

Tunggu Regulasi Subsidi, Asosiasi Motor Listrik: Yang Terpenting Kepastian

Otomotif | Senin, 24 Agustus 2026 | 18:16 WIB

Kanker Paru Bukan Akhir Segalanya, Dukungan Jadi Kekuatan Pasien Jalani Pengobatan

Kanker Paru Bukan Akhir Segalanya, Dukungan Jadi Kekuatan Pasien Jalani Pengobatan

Health | Senin, 24 Agustus 2026 | 18:15 WIB

Andrew Kalaweit Soroti Karhutla Kalimantan: Hutan Tak Terbakar Sendiri

Andrew Kalaweit Soroti Karhutla Kalimantan: Hutan Tak Terbakar Sendiri

Your Say | Senin, 24 Agustus 2026 | 18:14 WIB

×