Adik Prabowo Berencana Dirikan Pusat Suaka untuk Satwa Ini di Dekat IKN: Tamu Asing Bisa Lihat Aset Bangsa Indonesia

Aprilo Ade Wismoyo

Rabu, 09 Februari 2022 | 12:13 WIB
Adik Prabowo Berencana Dirikan Pusat Suaka untuk Satwa Ini di Dekat IKN: Tamu Asing Bisa Lihat Aset Bangsa Indonesia
Hashim djojohadikusumo saat mengunjungi Balai Kota DKI Jakarta, (13/12). (Suara.com/Bowo Raharjo)

Suara.com - Chief Executive Officer (CEO) Arsari Group, Hashim Djojohadikusumo mengatakan perusahaannya memiliki lahan yang dijadikan pusat suaka orang utan di dekat lokasi Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara baru.

Sehingga menurutnya, hal ini bisa menjadi kebanggaan Indonesia untuk dilihat tamu-tamu negara asing nantinya jika berkunjung ke Ibu Kota baru.

Melansir Wartaekonomi.co.id -- jaringan Suara.com, Hasyim menyebut pihaknya telah mendapat izin dari pemerintah pusat maupun daerah terkait rencana tersebut.

"Kami dapat izin dari Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah untuk mengelola sejumlah lahan untuk menjadi tempat penampungan orang utan yang sudah dewasa besar. Yang mungkin lama dipelihara di dalam kandang-kandang Pulau Jawa dan sebagainya," kata Hashim saat jumpa pers virtual pada Selasa, (8/2/2022).

Saat ini, Hashim mengatakan, pihaknya sudah menampung 4 orang utan besar. Namun, satu meninggal karena sakit, tiga sebentar lagi mungkin akan dilepaskan ke suatu tempat yang namanya Tanjung Buaya. Rencananya, Hashim ingin menampung kurang lebih 80 orang utan dewasa dari sejumlah kebun binatang yang dari Eropa.

Orang utan pakai kaca mata [Foto: Tangkapan layar TikTok]
Ilustrasi Orangutan [Foto: Tangkapan layar TikTok]

"Dari Eropa ada memiliki orang utan besar di dalam kandang-kandang kecil, mereka sudah kenal kita, mereka percaya bahwa program kita yang layak dan bagus untuk kesejahteraan orang utan. Rencana jangka panjang adalah untuk repatriasi, mereka akan kembalikan kurang lebih 80 orang utan ke daerah itu," jelas dia.

Tentu, Hashim berharap rencana menjadikan suaka orang utan ini sebagai tempat kebangaan Bangsa Indonesia. Menurut dia, rencana tersebut sudah dicanangkan jauh sebelum adanya proyek IKN Nusantara di Kalimantan Timur.

"Alhamdulillah, Puji Tuhan. Maka lahan Ibu Kota baru di sebelah pusat suaka orang utan kita. Nanti bisa dikunjungi oleh tamu negara, tamu asing, mereka bisa liat aset bangsa Indonesia yang luar biasa, antara lain orang utan," ungkapnya.

"Menurut saya, orang utan ini makhluk yang luar biasa. So, itu dekat dengan ibu kota negara baru. Tapi ingat, bahwa rencana ini sudah lama direncanakan jauh sebelum ada ibu kota baru," tambahnya.

baca juga

Selain itu, Hashim yang memiliki lahan seluas 173 ribu hektare. Dengan rincian berupa hak pengusahaan hutan (HPH) sekira 447 hektare, dan hak guna bangunan (HGB) seluas 266 ribu hektare ketika beli tahun 2007. Tahun 2013, ia melepaskan 93 ribu hektare untuk masyarakat setempat gratis dan dipakai seperlunya seizin dari kepala daerah.

"Saya sudah liat skema dan petanya, wilayah yang akan diambil jadi HPH ada sedikit atau tidak banyak dan itu berupa hutan penyangga. Hutan penyangga tetap dilestarikan sebagai hutan, dan terus terang saja itu sebenarnya adalah tujuan saya," ungkapnya.

Jadi, Hashim menegaskan, tujuannya menanam pohon dan bukan tebang pohon selama-lamanya. Bahkan, ia mengatakan jangka panjangnya akan menanami hutan secara tumpangsari. Misalnya, puluhan hingga ratusan jenis tanaman pohon akan kembali ditanam di hutan seutuhnya dan beragam. Sehingga, bukan hanya sawit, akasia dan pinus saja.

"Saya merawat dan saya menjaga sebagai tempat konservasi. Saya punya suatu rencana bikin kawasan konservasi satwa liar, seluas 19 ribu ha di dalam hutan, untuk sebagai hutan konservasi satwa liar," tandasnya.

Sumber artikel cek disini
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Gerindra Ungkap Sosok yang Bakal Jadi Pasangan Prabowo di Pilpres 2024

Gerindra Ungkap Sosok yang Bakal Jadi Pasangan Prabowo di Pilpres 2024

News | Rabu, 09 Februari 2022 | 11:59 WIB

Jamsu Sumut Dukung Prabowo Subianto-Muhaimin Iskandar di Pilpres 2024

Jamsu Sumut Dukung Prabowo Subianto-Muhaimin Iskandar di Pilpres 2024

Sumut | Rabu, 09 Februari 2022 | 11:29 WIB

Anies Baswedan Didoakan Jadi Presiden, Pengamat: Sebatas Harapan

Anies Baswedan Didoakan Jadi Presiden, Pengamat: Sebatas Harapan

News | Rabu, 09 Februari 2022 | 11:24 WIB

Eks Menteri Era SBY Sindir Jokowi soal IKN: Patut Disebut Egois Tidak Pro Rakyat

Eks Menteri Era SBY Sindir Jokowi soal IKN: Patut Disebut Egois Tidak Pro Rakyat

News | Rabu, 09 Februari 2022 | 11:00 WIB

Prabowo Subianto Maju Lagi di Pilpres 2024, Sekjen Gerindra: Popularitas dan Elektabilitasnya Nomor Satu

Prabowo Subianto Maju Lagi di Pilpres 2024, Sekjen Gerindra: Popularitas dan Elektabilitasnya Nomor Satu

Sumbar | Rabu, 09 Februari 2022 | 11:15 WIB

Gerindra Pastikan Prabowo Subianto Maju Pilpres 2024, Hasil Survei Masih Teratas

Gerindra Pastikan Prabowo Subianto Maju Pilpres 2024, Hasil Survei Masih Teratas

Lampung | Rabu, 09 Februari 2022 | 10:17 WIB

Terkini

Bela Dandhy Laksono, Menteri HAM: Seseorang Tak Boleh Dihukum karena Daya Cipta dan Karsanya

Bela Dandhy Laksono, Menteri HAM: Seseorang Tak Boleh Dihukum karena Daya Cipta dan Karsanya

News | Minggu, 01 November 2026 | 11:03 WIB

Kenapa Raffi Ahmad Diboikot? Ini Kronologi Acara Sumpah Pemuda sampai Rans Carnival Sepi

Kenapa Raffi Ahmad Diboikot? Ini Kronologi Acara Sumpah Pemuda sampai Rans Carnival Sepi

News | Minggu, 01 November 2026 | 11:03 WIB

Tren Soft Life dan Isu Mental Health: Bisakah Hidup Tenang Tanpa Harus Kaya?

Tren Soft Life dan Isu Mental Health: Bisakah Hidup Tenang Tanpa Harus Kaya?

Your Say | Minggu, 01 November 2026 | 11:00 WIB

Cara Membersihkan Kacamata yang Baik dan Benar, Boleh Dicuci Pakai Air?

Cara Membersihkan Kacamata yang Baik dan Benar, Boleh Dicuci Pakai Air?

Lifestyle | Minggu, 01 November 2026 | 10:46 WIB

Pemerintah Didesak Perjuangkan Hak Kelola Warga atas Eks Konsesi SRL di Pulau Rangsang

Pemerintah Didesak Perjuangkan Hak Kelola Warga atas Eks Konsesi SRL di Pulau Rangsang

Riau | Minggu, 01 November 2026 | 10:33 WIB

Ulasan Novel Loversation: Belajar Menerima Diri dan Berdamai dengan Masa Lalu

Ulasan Novel Loversation: Belajar Menerima Diri dan Berdamai dengan Masa Lalu

Your Say | Minggu, 01 November 2026 | 10:30 WIB

Cara Menghapus Cache Aplikasi Android Tanpa Hapus Data Penting

Cara Menghapus Cache Aplikasi Android Tanpa Hapus Data Penting

Tekno | Minggu, 01 November 2026 | 10:24 WIB

Berapa Harga Tiket Masuk RANS Carnival Jogja? Viral Ditinggal Musisi hingga UMKM

Berapa Harga Tiket Masuk RANS Carnival Jogja? Viral Ditinggal Musisi hingga UMKM

Lifestyle | Minggu, 01 November 2026 | 10:16 WIB

Warisan Batik Pekalongan dalam Balutan Modern, Ini 24 Koleksi Terbaru Tieka Huza

Warisan Batik Pekalongan dalam Balutan Modern, Ini 24 Koleksi Terbaru Tieka Huza

Lifestyle | Minggu, 01 November 2026 | 10:05 WIB

Paradoks Bingar: Dunia Remaja, Bisbol, dan Pertandingan Melawan Ketakutan

Paradoks Bingar: Dunia Remaja, Bisbol, dan Pertandingan Melawan Ketakutan

Your Say | Minggu, 01 November 2026 | 10:00 WIB

×