Manusia Purba Neanderthal Tidak Punah karena Manusia Modern

Siswanto, BBC

Minggu, 13 Februari 2022 | 15:05 WIB
Manusia Purba Neanderthal Tidak Punah karena Manusia Modern
BBC

Suara.com - Temuan fosil terbaru menantang anggapan bahwa aksi brutal manusia modern menyebabkan kepunahan Neanderthal tak lama setelah tiba dari Afrika.

Penemuan tulang seorang anak dan peralatan batu di sebuah gua di Prancis selatan menunjukkan bahwa Homo sapiens sudah berada di Eropa barat sekitar 54.000 tahun yang lalu.

Temuan itu menunjukkan mereka hidup ribuan tahun lebih awal dari dugaan sebelumnya dan mengindikasikan bahwa kedua spesies manusia mungkin sempat hidup berdampingan untuk waktu yang lama.

Penelitiannya telah dipublikasikan di jurnal Science Advances.

Baca juga:

Fosil-fosil itu ditemukan di dalam sebuah gua yang dikenal sebagai Grotte Mandrin di Lembah Rhone, oleh tim pimpinan Profesor Ludovic Slimak dari Universitas Toulouse, Prancis. Ia tercengang ketika mengetahui bahwa mereka adalah bukti dari permukiman awal manusia modern.

"Sekarang kami dapat menunjukkan bahwa Homo sapiens tiba lebih awal 12.000 tahun dari yang kita perkirakan, dan populasi ini kemudian digantikan setelah itu oleh populasi Neanderthal lain. Dan ini secara harfiah menulis ulang semua buku sejarah kita."

Neanderthal diketahui telah muncul di Eropa sekitar 400.000 tahun yang lalu. Teori yang diyakini saat ini menduga mereka punah sekitar 40.000 tahun lalu, tidak lama setelah Homo sapiens tiba di benua tersebut dari Afrika.

Namun temuan terbaru ini menunjukkan bahwa spesies kita tiba jauh lebih awal dan bahwa kedua spesies bisa jadi sempat hidup berdampingan di Eropa selama lebih dari 10.000 tahun sebelum Neanderthal punah.

baca juga

Baca juga:

Menurut Prof. Chris Stringer dari Museum Sejarah Alam di London, ini menantang anggapan saat ini, yaitu bahwa spesies kita segera membuat Neanderthal punah.

"Manusia modern tidak mengambil alih dalam semalam," katanya kepada BBC News. "Kadang-kadang, Neanderthal unggul, kadang-kadang manusia modern yang unggul, jadi lebih seimbang."

Para arkeolog menemukan bukti fosil dari beberapa lapisan di lokasi penggalian.

Semakin dalam mereka menggali, semakin jauh mereka melihat ke masa lalu. Lapisan terendah menunjukkan sisa-sisa Neanderthal yang menghuni wilayah itu selama sekitar 20.000 tahun.

Namun, yang membuat mereka terkejut, tim menemukan gigi seorang anak manusia modern dalam lapisan yang berasal dari sekitar 54.000 tahun yang lalu, beserta beberapa peralatan batu yang dibuat dengan cara yang tidak ada hubungannya dengan Neanderthal.

Baca juga:

Bukti ini menunjukkan bahwa kelompok awal manusia modern tinggal di wilayah tersebut selama periode yang singkat, barangkali sekitar 2000 tahun. Setelahnya, lokasi tersebut tidak dihuni.

Kemudian Neanderthal kembali ke sana dan menetap selama ribuan tahun, sampai manusia modern kembali sekitar 44.000 tahun yang lalu.

"Ada pasang dan surut," kata Prof. Stringer. "Manusia modern muncul sebentar, kemudian ada gap ketika mungkin mereka punah karena iklim dan kemudian Neanderthal kembali ke sana lagi."

Temuan penting lainnya adalah kaitan peralatan batu dari lapisan yang sama dengan gigi si anak dengan manusia modern.

Peralatan yang dibuat dengan cara yang sama ditemukan di beberapa lokasi lain - di bukit Rhoney dan juga di Lebanon, namun sampai sekarang para ilmuwan tidak yakin spesies manusia mana yang membuatnya.

Beberapa peneliti berspekulasi bahwa beberapa alat yang lebih kecil adalah ujung anak panah. Jika sudah dipastikan, itu akan menjadi penemuan yang cukup penting: sekelompok awal manusia modern menggunakan senjata canggih yaitu busur dan anak panah, yang mungkin menjadi penyebab kelompok itu awalnya mengambil alih dari Neanderthal 54.000 tahun yang lalu. Namun, jika memang itu yang terjadi, keunggulan itu hanya sementara, karena Neanderthal kemudian kembali lagi.

Jadi, bila spesies kita tidak langsung membuat Neanderthal punah, apa yang akhirnya memberi kita keunggulan?

Banyak ide telah diajukan oleh para saintis: kapasitas kita untuk menciptakan seni, bahasa, dan mungkin otak yang lebih baik. Namun Prof. Stringer percaya manusia modern unggul karena lebih terorganisasi.

"Kita lebih baik dalam membangun jejaring, grup sosial kita lebih besar, kita lebih baik dalam menyimpan pengetahuan dan membangun berdasarkan pengetahuan itu," ujarnya.

Gagasan bahwa manusia modern berinteraksi dalam waktu yang panjang dengan Neanderthal cocok dengan penemuan tahun 2010 bahwa manusia modern memiliki sedikit DNA Neanderthal, mengindikasikan terjadinya perkawinan antar spesies, menurut Prof. Stringer.

"Kita tidak tahu apakah perkawinan itu dilakukan secara damai. Bisa saja, ada perempuan dari kelompok lain yang diculik. Bahkan bisa juga adopsi bayi Neanderthal yang terlantar atau hilang karena kehilangan orang tuanya," katanya.

"Semua itu bisa terjadi. Jadi kita belum tahu cerita lengkapnya. Tetapi dengan lebih banyak data dan lebih banyak DNA, lebih banyak penemuan, kita akan semakin mendekati kebenaran tentang apa yang sebenarnya terjadi pada akhir zaman Neanderthal."

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kritik Gaya Komunikasi Prabowo, Pakar Sarankan Presiden Cari 'Pembisik' yang Berani Bicara Pahit

Kritik Gaya Komunikasi Prabowo, Pakar Sarankan Presiden Cari 'Pembisik' yang Berani Bicara Pahit

News | Selasa, 11 Agustus 2026 | 15:23 WIB

Siapa Saja Terima Uang Korupsi Haji? Ini Rincian Nama dan Nominalnya, Ada yang Capai Rp93 M

Siapa Saja Terima Uang Korupsi Haji? Ini Rincian Nama dan Nominalnya, Ada yang Capai Rp93 M

News | Selasa, 11 Agustus 2026 | 15:20 WIB

Dalam Kondisi Mabuk, Mahasiswa di Yogya Rusak Bendera dan Palang Pintu KA

Dalam Kondisi Mabuk, Mahasiswa di Yogya Rusak Bendera dan Palang Pintu KA

News | Selasa, 11 Agustus 2026 | 15:15 WIB

4 Sabun Cuci Muka Pria yang Bekerja Outdoor, Bantu Bersihkan Debu dan Minyak

4 Sabun Cuci Muka Pria yang Bekerja Outdoor, Bantu Bersihkan Debu dan Minyak

Lifestyle | Selasa, 11 Agustus 2026 | 15:14 WIB

Laki-Laki Tidak Boleh Nangis? Siapa Sih yang Buat Aturan Aneh Itu?

Laki-Laki Tidak Boleh Nangis? Siapa Sih yang Buat Aturan Aneh Itu?

Your Say | Selasa, 11 Agustus 2026 | 15:12 WIB

Biar Nggak Monoton! 5 Yel-Yel 17 Agustus Singkat dan Kocak dari Lagu Viral TikTok

Biar Nggak Monoton! 5 Yel-Yel 17 Agustus Singkat dan Kocak dari Lagu Viral TikTok

Lifestyle | Selasa, 11 Agustus 2026 | 15:11 WIB

Cuma Rp8, KAI Beri Tarif Spesial LRT dan Commuter Line di 17 Agustus

Cuma Rp8, KAI Beri Tarif Spesial LRT dan Commuter Line di 17 Agustus

News | Selasa, 11 Agustus 2026 | 15:08 WIB

Gus Yaqut Tak Paham Dakwaan Kasus Kuota Haji, Sebut Tak Pernah Terima Rp 1.000 Pun

Gus Yaqut Tak Paham Dakwaan Kasus Kuota Haji, Sebut Tak Pernah Terima Rp 1.000 Pun

News | Selasa, 11 Agustus 2026 | 15:07 WIB

Pemerintah Beri Bukti Destry Damayanti Diterima Pasar, Rupiah Menguat

Pemerintah Beri Bukti Destry Damayanti Diterima Pasar, Rupiah Menguat

Bisnis | Selasa, 11 Agustus 2026 | 15:06 WIB

Gus Yaqut Tak Paham Dakwaan Kasus Kuota Haji, Sebut Tak Pernah Terima Rp 1.000 Pun

Gus Yaqut Tak Paham Dakwaan Kasus Kuota Haji, Sebut Tak Pernah Terima Rp 1.000 Pun

News | Selasa, 11 Agustus 2026 | 15:06 WIB

Terkini

Parigi Moutong Diguncang Gempa M 6,2 Tengah Malam, BMKG Minta Warga Waspada

Parigi Moutong Diguncang Gempa M 6,2 Tengah Malam, BMKG Minta Warga Waspada

News | Minggu, 16 Agustus 2026 | 02:04 WIB

Pengibaran Bendera Bulan Bintang Picu Bentrok di Masjid Raya Baiturrahman

Pengibaran Bendera Bulan Bintang Picu Bentrok di Masjid Raya Baiturrahman

Sumut | Minggu, 16 Agustus 2026 | 01:59 WIB

Air Laut Surut Lalu Masuk Permukiman, Warga Pasimarannu Panik Mengungsi Mandiri

Air Laut Surut Lalu Masuk Permukiman, Warga Pasimarannu Panik Mengungsi Mandiri

Sulsel | Minggu, 16 Agustus 2026 | 01:54 WIB

Soroti Manuver Politik di Kasus Eks Jampidsus, Sejumlah Akademisi Minta Prabowo Turun Tangan

Soroti Manuver Politik di Kasus Eks Jampidsus, Sejumlah Akademisi Minta Prabowo Turun Tangan

News | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 23:20 WIB

Dua Pidato di DPR Tunjukkan Arah Ekonomi Prabowo Semakin Jelas

Dua Pidato di DPR Tunjukkan Arah Ekonomi Prabowo Semakin Jelas

Bisnis | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 23:15 WIB

Gempa NTT, Selly Gantina Minta Pemerintah Segera Tembus Daerah Berdampak

Gempa NTT, Selly Gantina Minta Pemerintah Segera Tembus Daerah Berdampak

News | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 23:15 WIB

PTBA Kembali Hadirkan BIDIKSIBA, Buka Jalan Generasi Muda Menuju Pendidikan Tinggi

PTBA Kembali Hadirkan BIDIKSIBA, Buka Jalan Generasi Muda Menuju Pendidikan Tinggi

Sumsel | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 23:14 WIB

Spot 17-an Kekinian di Blok M: Dari Secret Gig sampai Tantangan Senyum!

Spot 17-an Kekinian di Blok M: Dari Secret Gig sampai Tantangan Senyum!

Lifestyle | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 23:07 WIB

Beras Fortifikasi Jadi Pelarian Produsen Akibat Melonjaknya Harga Gabah

Beras Fortifikasi Jadi Pelarian Produsen Akibat Melonjaknya Harga Gabah

Bisnis | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 23:00 WIB

Hendardi Singgung Manuver Hukum Eks Jampidsus, Dinilai Kelabui Publik Soal Substansi Perkara

Hendardi Singgung Manuver Hukum Eks Jampidsus, Dinilai Kelabui Publik Soal Substansi Perkara

News | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 22:59 WIB

×