Apa Perbedaan antara Covid-19, Demam Berdarah, Flu, dan Pilek?

Siswanto | BBC | Suara.com

Senin, 14 Februari 2022 | 18:42 WIB
Apa Perbedaan antara Covid-19, Demam Berdarah, Flu, dan Pilek?
BBC

Suara.com - Hujan yang turun selama musim kemarau memicu peningkatan kasus demam berdarah (DBD).

Demam, sakit kepala, nyeri tubuh, dan kelelahan adalah beberapa gejala penyakit ini.

Namun beberapa gejala itu juga sering dialami orang-orang yang terjangkit Covid-19, flu, atau bahkan pilek.

Lantas, bagaimana membedakan masing-masing penyakit tersebut?

Baca juga:

Beberapa tanda, salah satunya perubahan gejala, dapat memberi beberapa petunjuk. Meski begitu para ahli kesehatan memperingatkan bahwa hanya tes darah yang dapat menegakkan diagnosis.

Semua penyakit ini memiliki kesamaan, yaitu disebabkan oleh virus. Namun, virus yang menjadi pemicu berbeda-beda.

Covid-19 disebabkan SARS-CoV-2, dari termasuk dalam klaster virus corona. Sementara itu, flu dipicu virus yang tergolong keluarga influenza.

Lain lagi dengan pilek yang disebabkan rhinovirus, adenovirus dan parainfluenza. Adapun demam berdarah muncul akibat flavivirus.

Kasus Covid-19, flu dan pilek memiliki satu kesamaan, yaitu penularan yang terjadi melalui percikan cairan (droplet) pernapasan dari orang yang lebih dulu terinfeksi.

Ketiganya berbeda dengan demam berdarah yang ditularkan oleh nyamuk Aedes aegypti.

Perbedaan lainnya

Demam berdarah

Penyakit ini adalah infeksi virus yang ditularkan lewat gigitan nyamuk betina yang terinfeksi flavivirus. Nyamuk yang menjadi penyebab penyakit ini biasanya Aedes aegypti.

Nyamuk jenis ini juga bertanggung jawab atas penularan chikungunya, demam kuning dan virus Zika.

Virus ini memiliki empat serotipe atau variasi berbeda, yakni DENV-1, DENV-2, DENV-3, dan DENV-4. Masing-masing variasi ini berinteraksi secara berbeda dengan antibodi manusia. Artinya, seseorang memiliki empat peluang untuk terinfeksi.

Gejala klasik demam berdarah adalah demam tinggi yang muncul secara tiba-tiba pada awal infeksi.

Dalam kasus Covid-19, gejala demam tinggi ini belum tentu yang pertama kali dirasakan. Dalam banyak kasus, gejala ini bahkan mungkin tidak muncul sama sekali.

"Gejala pernapasan, yang cukup umum pada kasus Covid-19, jarang terjadi pada pasien demam berdarah," kata pakar infekologi sekaligus konsultan Brazilian Society of Infectology, Melissa Falco.

"Demam berdarah biasanya tidak menyebabkan gejala pernapasan seperti pilek, hidung tersumbat atau batuk," ujarnya kepada BBC News Brazil.

Para pakar menekankan bahwa dalam kasus gejala pernapasan, tenaga medis harus selalu mendiagnosis perbandingan antara Covid-19 dan flu yang disebabkan virus influenza A H3N2.

Pemeriksaan tersebut hanya dapat dilakukan secara aman melalui tes laboratorium yang spesifik.

Demam berdarah biasanya berlangsung selama empat sampai sepuluh hari. Walau begitu, dampaknya bisa bertahan hingga beberapa pekan.

Dampak penyakit ini terhadap seseorang bisa ringan atau berat (dengan atau tanpa tanda-tanda peringatan). Diagnosis dapat dibuat dengan pemeriksaan klinis dan dikonfirmasi melalui tes darah.

  • Demam berdarah yang tidak parah dan tidak berpotensi bahaya ditandai dengan gejala umum seperti mual, demam, bercak kemerahan pada tubuh, muntah, sakit kepala, serta nyeri pada otot, persendian, dan sekitar mata.
  • Demam berdarah yang tidak parah tapi disertai peringatan fase setelah demam. Pada tahap ini satu atau beberapa gejala yang dianggap mengkhawatirkan dapat mulai terjadi, antara lain muntah yang terus-menerus dan pendarahan.
  • Demam berdarah berat ditandai adanya satu atau lebih manifestasi, yang dapat muncul tiba-tiba (pucat dan pingsan, berkeringat, dan penurunan tekanan darah).

Penderitanya juga bisa sulit bernapas karena ekstravasasi plasma (kebocoran cairan dari pembuluh darah), gangguan organ yang parah, seperti pada ginjal, hati, otak, dan jantung, pendarahan besar.

"Peristiwa kebocoran dan syok plasma berlangsung 24 hingga 48 jam, terjadi dengan cepat dan dapat menyebabkan kematian jika tidak ditangani dengan benar dalam 12 hingga 24 jam," kata Falcao.

Falcao berkata, istilah demam berdarah yang populer di beberapa negara sekarang tidak lagi digunakan karena kurangnya presisi dalam mengidentifikasi kasus serius menurut klasifikasi sebelumnya.

Istilah demam berdarah, kata Falcao, mengesampingkan banyak kasus parah karena jika merujuk terminologi itu, penderita demam berdarah yang parah harus mengalami pendarahan.

"Anggapan itu keliru," ujar Falcao.

Covid-19

Infeksi virus corona SARS-CoV-2 dapat terjadi dengan atau tanpa gejala, tergantung pada varian yang memicu infeksi. Covid-19 adalah nama penyakit yang disebabkan oleh virus ini.

Covid-19 dapat muncul dalam tiga bentuk: ringan, sedang, atau berat. Diagnosis dapat dibuat dengan pemeriksaan klinis dan tes laboratorium pada sampel yang diambil, terutama dari hidung.

Gejala yang paling umum pada awal pandemi pada tahun 2020 adalah batuk kering, demam, kelelahan, serta kehilangan indra penciuman dan perasa.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) juga mencantumkan gejala yang tidak umum dirasakan seperti sakit kepala, sakit tenggorokan, diare, mata merah, gatal, dan ruam.

Sementara itu gejala parah ditandai dengan kesulitan bernapas, kehilangan mobilitas atau bicara, nyeri di dada dan disorientasi yang menyebabkan sulitnya berpikir atau mengingat sesuatu.

Baca juga:

Sejauh ini sudah muncul lima variant of concern atau varian yang menyebabkan peningkatan penularan, yaitu Alfa, Beta, Gamma, Delta, dan Omicron.

Gejala utama varian Delta mirip dengan varian Alfa, seperti batuk, sakit kepala, sakit tenggorokan, sumbatan hidung, pilek, sakit perut, dan manifestasi kulit.

Dalam kasus varian Omicron, gejala paling umum yang diidentifikasi adalah sakit tenggorokan, kelelahan, pilek, bersin, sakit kepala, dan nyeri pada bagian tubuh tertentu.

Gejala berupa kehilangan penciuman dan rasa menjadi jarang ditemukan pada kasus yang disebabkan varian yang paling menular ini.

Batuk yang tiba-tiba muncul dan terus-menerus, sesak napas, dan demam tinggi tetap menjadi gejala yang signifikan, selain diare dan kedinginan.

Memburuknya gejala covid-19 biasanya tidak secepat pada kasus demam berdarah.

Namun varian Omicron yang dianggap kurang berbahaya dibandingkan varian lainnya dapat menyebabkan kematian.

Selain itu, penting untuk dicatat bahwa beberapa gejala tadi adalah yang paling umum terjadi, merujuk survei dan penelitian para ahli di seluruh dunia. Namun tidak berarti hanya gejala tersebut yang bisa muncul.

Terdapat puluhan gejala yang terkait dengan Covid-19, baik pada saat infeksi maupun yang muncul setelahnya atau yang disebut sebagai Covid berkepanjangan.

Gejalanya antara lain lesi kulit, rambut rontok, kebingungan mental dan kecemasan.

Efek berkepanjangan akibat Covid-19 ini mempengaruhi jutaan pasien di seluruh dunia. Mereka dapat mengalaminya selama beberapa pekan, berbulan-bulan, atau bahkan dalam hitungan tahun.

Flu

Penyakit ini disebabkan virus influenza yang memiliki keluarga besar dengan ratusan mutasi. Inilah alasan mengapa vaksin flu perlu diperbarui dan diberikan setiap tahun.

Flu dapat memicu gejala yang sangat mirip dengan Covid-19, tapi masa inkubasinya biasanya lebih pendek.

Dengan kata lain, gejalanya muncul dengan cepat (seringkali dalam semalam) dan memburuknya kondisi pengidapnya dapat terjadi secara tiba-tiba.

Dalam kasus Covid-19, masa inkubasi berlangsung lebih lama. Organisme dapat memakan waktu hingga lima hari untuk menunjukkan gejala.

Inilah yang menjelaskan apa yang disebut "negatif palsu", yaitu orang yang terinfeksi virus corona, tapi dinyatakan negatif setelah melakukan tes. Selain itu, meski tidak mengalami gejala, seseorang dengan Covid-19 dapat menginfeksi orang lain.

Gejala flu yang paling umum adalah batuk (biasanya kering), demam, sakit kepala, nyeri tubuh, malaise, dan kelelahan.

Flu juga dapat menyebabkan sakit tenggorokan, diare (terutama pada anak-anak), dan hidung meler atau tersumbat.

Kehilangan rasa dan penciuman bukanlah manifestasi umum pada kasus infeksi virus influenza, tidak seperti Covid-19.

Pilek

Pilek disebabkan virus rhinovirus, adenovirus, atau parainfluenza.

Berbeda dengan flu, gejala pilek biasanya ringan dan terjadi secara bertahap.

Sakit tenggorokan, pilek, dan hidung tersumbat adalah beberapa gejala yang paling umum.

Batuk ringan juga dapat memburuk, seperti demam (biasanya rendah), tetapi ini adalah gejala yang jarang terjadi.

Diare, sakit kepala, dan sesak napas juga jarang terjadi pada penderita pilek.

Pilek biasanya membaik dalam beberapa hari.

---

Artikel ini dibuat berbasis riset yang dilakukan Cristiane Martins untuk BBC News Brazil.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ironi Pelapor Mafia Tanah Jadi Tersangka Fitnah, Kini Minta Perlindungan LPSK

Ironi Pelapor Mafia Tanah Jadi Tersangka Fitnah, Kini Minta Perlindungan LPSK

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 23:57 WIB

Masjid Al Ikhlas PIK dan Al-Khairiyah Siap Gelar Salat Iduladha 1447 H, Catat Jadwalnya

Masjid Al Ikhlas PIK dan Al-Khairiyah Siap Gelar Salat Iduladha 1447 H, Catat Jadwalnya

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 05:05 WIB

HIS PIK2 Tekankan Peran Orang Tua dan Guru Bentuk Karakter Anak Sejak Dini

HIS PIK2 Tekankan Peran Orang Tua dan Guru Bentuk Karakter Anak Sejak Dini

Lifestyle | Selasa, 26 Mei 2026 | 05:00 WIB

Bantah Main Mata, PMJ Tegaskan Kasus Andrie Yunus Tak Dihentikan Diam-diam

Bantah Main Mata, PMJ Tegaskan Kasus Andrie Yunus Tak Dihentikan Diam-diam

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 23:45 WIB

Rocky Gerung Sebut Eksaminasi Putusan Kerry Riza Uji Cara Berpikir Penegak Hukum

Rocky Gerung Sebut Eksaminasi Putusan Kerry Riza Uji Cara Berpikir Penegak Hukum

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 19:25 WIB

Eksaminasi Putusan Kerry Riza, Guru Besar UI Nilai Unsur Pidana Tak Terbukti

Eksaminasi Putusan Kerry Riza, Guru Besar UI Nilai Unsur Pidana Tak Terbukti

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 17:25 WIB

Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI

Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI

Health | Selasa, 26 Mei 2026 | 23:23 WIB

Dukung Putusan MK, Dasco Pastikan Syarat Keterwakilan Perempuan Masuk RUU Pemilu

Dukung Putusan MK, Dasco Pastikan Syarat Keterwakilan Perempuan Masuk RUU Pemilu

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 23:07 WIB

Harga BBM Subsidi Tak Naik, Kepercayaan Industri RI Langsung Melesat

Harga BBM Subsidi Tak Naik, Kepercayaan Industri RI Langsung Melesat

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 23:55 WIB

Di Tengah Lemahnya Rupiah, Kepercayaan Industri Naik ke Level 53,56

Di Tengah Lemahnya Rupiah, Kepercayaan Industri Naik ke Level 53,56

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 23:20 WIB

Terkini

Ironi Pelapor Mafia Tanah Jadi Tersangka Fitnah, Kini Minta Perlindungan LPSK

Ironi Pelapor Mafia Tanah Jadi Tersangka Fitnah, Kini Minta Perlindungan LPSK

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 23:57 WIB

Bantah Main Mata, PMJ Tegaskan Kasus Andrie Yunus Tak Dihentikan Diam-diam

Bantah Main Mata, PMJ Tegaskan Kasus Andrie Yunus Tak Dihentikan Diam-diam

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 23:45 WIB

Dukung Putusan MK, Dasco Pastikan Syarat Keterwakilan Perempuan Masuk RUU Pemilu

Dukung Putusan MK, Dasco Pastikan Syarat Keterwakilan Perempuan Masuk RUU Pemilu

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 23:07 WIB

Dasco Dukung Putusan MK soal Parpol Tanpa 30 persen Caleg Perempuan Bakal Gugur

Dasco Dukung Putusan MK soal Parpol Tanpa 30 persen Caleg Perempuan Bakal Gugur

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 22:49 WIB

Pemerataan Pendidikan, Anak-Anak di Daerah Terpencil Bogor Kini Punya Gedung Sekolah Dasar Baru

Pemerataan Pendidikan, Anak-Anak di Daerah Terpencil Bogor Kini Punya Gedung Sekolah Dasar Baru

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 22:24 WIB

Lawan Impunitas, Nasib Kasus Air Keras Andrie Yunus Ditentukan 2 Juni

Lawan Impunitas, Nasib Kasus Air Keras Andrie Yunus Ditentukan 2 Juni

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 22:10 WIB

Kementerian PANRB dan Kemenkes Perkuat SDM Kesehatan Dukung Program Prioritas Presiden

Kementerian PANRB dan Kemenkes Perkuat SDM Kesehatan Dukung Program Prioritas Presiden

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 21:42 WIB

Bocoran Der Spiegel: AS Berencana Pangkas Drastis Kontribusi Militer untuk NATO

Bocoran Der Spiegel: AS Berencana Pangkas Drastis Kontribusi Militer untuk NATO

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 21:41 WIB

Misteri CCTV 'Gaib' di Kasus Andrie Yunus: Muncul Saat Rilis, Lenyap di Meja Hijau

Misteri CCTV 'Gaib' di Kasus Andrie Yunus: Muncul Saat Rilis, Lenyap di Meja Hijau

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 21:35 WIB

Fleksibilitas Kerja ASN Perkuat Budaya Kerja Profesional dan Berbasis Kinerja

Fleksibilitas Kerja ASN Perkuat Budaya Kerja Profesional dan Berbasis Kinerja

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 21:29 WIB