Modus Penipu Curi Uang Via ponsel: Ajak Kencan hingga Tanamkan Rasa Takut

Siswanto | BBC | Suara.com

Kamis, 17 Februari 2022 | 10:06 WIB
Modus Penipu Curi Uang Via ponsel: Ajak Kencan hingga Tanamkan Rasa Takut
BBC

Suara.com - Para penjahat menggunakan "taktik psikologis" untuk menguras uang tunai korbannya di tengah meningkatnya angka penipuan, kata Bank Barclays.

Chief Behavioural Scientist Bank Barclays, Dr Pete Brooks, mengatakan mereka menggunakan trik khusus, termasuk menciptakan ilusi kelangkaan produk atau berpura-pura menjadi pihak berwenang untuk "memanipulasi korban secara sosial".

Dia mengatakan para penipu mengincar orang selama berminggu-minggu melalui aplikasi kencan dan dalam beberapa kasus membangun "hubungan emosional".

Dr Brooks menambahkan, mereka menyasar mangsanya dengan melihat bias dan sifat kepribadian orang.

Dia mengatakan kepada BBC meskipun jenis penipuan tidak berubah selama beberapa dekade, penjahat menjadi lebih canggih dan dapat menggunakan "lebih banyak saluran" untuk mengincar orang-orang.

Salah satunya dengan menggunakan aplikasi kencan. Dr Brooks mengatakan para penipu akan terhubung dengan orang yang cocok dengan mereka, membangun hubungan dalam periode waktu tertentu, dan kemudian mengeksploitasi sifat korbannya agar mereka mau mentransfer uang.

"Sebagian besar dari kita percaya begitu saja," kata Dr Brooks.

Baca juga:

Dr Brooks mengatakan "penipuan pembelian", di mana barang yang dibeli secara daring tidak ada atau tidak pernah sampai, adalah jenis yang paling umum.

Dia mengatakan kejahatan semacam itu melibatkan penipu yang menciptakan "kelangkaan yang menyebabkan 'nilai' dari barang yang mereka jual bisa memotivasi konsumen bertindak cepat, tanpa mempertimbangkan lebih jauh".

Misalnya, mengiklankan sesuatu dengan penawaran hanya satu kali, tambahnya, atau produk dengan harga atau edisi terbatas, atau "mendorong untuk membeli sesuatu yang 'harus' dibeli sekarang, meski Anda belum pernah melihat produknya dalam kehidupan nyata".

Barclays mengatakan jumlah rata-rata kerugian seseorang dari modus penipuan pembelian mencapai Rp18 juta.

Namun, penelitian menemukan penipuan yang menargetkan orang-orang yang berinvestasi mengakibatkan kerugian yang lebih banyak.

Angka penipuan meningkat sampai 17% dalam tiga bulan terakhir, sementara upaya menipu orang meningkat 70% dalam tiga bulan terakhir di 2021.

'Menanamkan rasa takut'

Penipuan dengan meniru identitas, kata Dr Brooks, melibatkan penjahat yang mengeksploitasi suatu sifat di lebih dari sepertiga orang Inggris yang disurvei. Para korban cenderung memenuhi permintaan jika mereka yakin itu berasal dari lembaga terkenal, seperti bank, polisi, atau NHS.

"Dalam situasi ini, para penipu akan memanfaatkan wewenang dari lembaga yang bersangkutan untuk menanamkan rasa takut pada korban mereka," katanya.

"Mungkin dengan mengatakan bahwa rekening bank mereka telah disusupi, mereka terlambat membayar, atau mereka akan didenda jika mereka tidak membayar dalam jumlah penuh. Secara psikologis, banyak dari kita akan mempercayainya begitu saja karena itu berasal dari lembaga terkemuka."

Sementara itu, penipuan investasi, kata Barclays, membuat korban kehilangan rata-rata Rp300 juta dalam tiga bulan terakhir di 2021.

Dr Brooks mengatakan para penipu itu "ahli dalam mengeksploitasi fakta bahwa orang ingin mengembangkan aset mereka, dan terkadang kita mengesampingkan melakukan pengecekan yang lebih mendalam demi mendapatkan peluang jumlah uang kembali yang tinggi".

Barclays mengatakan hal itu tergambar dalam penelitiannya. Tiga dari 10 orang mengakui bahwa mereka bersedia menginvestasikan uangnya pada penyedia investasi atau tabungan yang belum pernah mereka dengar, jika mereka pikir pengembaliannya akan lebih tinggi daripada penyedia investasi lainnya.

Barclays mengatakan panggilan telepon dari bank yang sebenarnya tidak akan pernah meminta pelanggan untuk membagikan nomor pin atau informasi keamanan mereka atau untuk mentransfer uang ke "rekening yang aman".

Bank memberikan saran: "selalu mempertanyakan apakah tawaran itu masuk akal dan jangan takut untuk curiga".

Namun, yang "mengkhawatirkan", hampir sepertiga dari 2.002 orang yang disurvei mengakui bahwa mereka "tidak akan tahu apa yang harus dilakukan jika mereka menjadi sasaran penipuan".

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ironi Pelapor Mafia Tanah Jadi Tersangka Fitnah, Kini Minta Perlindungan LPSK

Ironi Pelapor Mafia Tanah Jadi Tersangka Fitnah, Kini Minta Perlindungan LPSK

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 23:57 WIB

Masjid Al Ikhlas PIK dan Al-Khairiyah Siap Gelar Salat Iduladha 1447 H, Catat Jadwalnya

Masjid Al Ikhlas PIK dan Al-Khairiyah Siap Gelar Salat Iduladha 1447 H, Catat Jadwalnya

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 05:05 WIB

HIS PIK2 Tekankan Peran Orang Tua dan Guru Bentuk Karakter Anak Sejak Dini

HIS PIK2 Tekankan Peran Orang Tua dan Guru Bentuk Karakter Anak Sejak Dini

Lifestyle | Selasa, 26 Mei 2026 | 05:00 WIB

Bantah Main Mata, PMJ Tegaskan Kasus Andrie Yunus Tak Dihentikan Diam-diam

Bantah Main Mata, PMJ Tegaskan Kasus Andrie Yunus Tak Dihentikan Diam-diam

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 23:45 WIB

Rocky Gerung Sebut Eksaminasi Putusan Kerry Riza Uji Cara Berpikir Penegak Hukum

Rocky Gerung Sebut Eksaminasi Putusan Kerry Riza Uji Cara Berpikir Penegak Hukum

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 19:25 WIB

Eksaminasi Putusan Kerry Riza, Guru Besar UI Nilai Unsur Pidana Tak Terbukti

Eksaminasi Putusan Kerry Riza, Guru Besar UI Nilai Unsur Pidana Tak Terbukti

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 17:25 WIB

Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI

Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI

Health | Selasa, 26 Mei 2026 | 23:23 WIB

Dukung Putusan MK, Dasco Pastikan Syarat Keterwakilan Perempuan Masuk RUU Pemilu

Dukung Putusan MK, Dasco Pastikan Syarat Keterwakilan Perempuan Masuk RUU Pemilu

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 23:07 WIB

Harga BBM Subsidi Tak Naik, Kepercayaan Industri RI Langsung Melesat

Harga BBM Subsidi Tak Naik, Kepercayaan Industri RI Langsung Melesat

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 23:55 WIB

Di Tengah Lemahnya Rupiah, Kepercayaan Industri Naik ke Level 53,56

Di Tengah Lemahnya Rupiah, Kepercayaan Industri Naik ke Level 53,56

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 23:20 WIB

Terkini

Ironi Pelapor Mafia Tanah Jadi Tersangka Fitnah, Kini Minta Perlindungan LPSK

Ironi Pelapor Mafia Tanah Jadi Tersangka Fitnah, Kini Minta Perlindungan LPSK

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 23:57 WIB

Bantah Main Mata, PMJ Tegaskan Kasus Andrie Yunus Tak Dihentikan Diam-diam

Bantah Main Mata, PMJ Tegaskan Kasus Andrie Yunus Tak Dihentikan Diam-diam

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 23:45 WIB

Dukung Putusan MK, Dasco Pastikan Syarat Keterwakilan Perempuan Masuk RUU Pemilu

Dukung Putusan MK, Dasco Pastikan Syarat Keterwakilan Perempuan Masuk RUU Pemilu

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 23:07 WIB

Dasco Dukung Putusan MK soal Parpol Tanpa 30 persen Caleg Perempuan Bakal Gugur

Dasco Dukung Putusan MK soal Parpol Tanpa 30 persen Caleg Perempuan Bakal Gugur

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 22:49 WIB

Pemerataan Pendidikan, Anak-Anak di Daerah Terpencil Bogor Kini Punya Gedung Sekolah Dasar Baru

Pemerataan Pendidikan, Anak-Anak di Daerah Terpencil Bogor Kini Punya Gedung Sekolah Dasar Baru

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 22:24 WIB

Lawan Impunitas, Nasib Kasus Air Keras Andrie Yunus Ditentukan 2 Juni

Lawan Impunitas, Nasib Kasus Air Keras Andrie Yunus Ditentukan 2 Juni

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 22:10 WIB

Kementerian PANRB dan Kemenkes Perkuat SDM Kesehatan Dukung Program Prioritas Presiden

Kementerian PANRB dan Kemenkes Perkuat SDM Kesehatan Dukung Program Prioritas Presiden

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 21:42 WIB

Bocoran Der Spiegel: AS Berencana Pangkas Drastis Kontribusi Militer untuk NATO

Bocoran Der Spiegel: AS Berencana Pangkas Drastis Kontribusi Militer untuk NATO

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 21:41 WIB

Misteri CCTV 'Gaib' di Kasus Andrie Yunus: Muncul Saat Rilis, Lenyap di Meja Hijau

Misteri CCTV 'Gaib' di Kasus Andrie Yunus: Muncul Saat Rilis, Lenyap di Meja Hijau

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 21:35 WIB

Fleksibilitas Kerja ASN Perkuat Budaya Kerja Profesional dan Berbasis Kinerja

Fleksibilitas Kerja ASN Perkuat Budaya Kerja Profesional dan Berbasis Kinerja

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 21:29 WIB