Kepuasan Terhadap Jokowi-Ma'ruf Disebut Meningkat, Demokrat: Jangan Terjebak, Urus Minyak Goreng Saja Tak Beres

Bangun Santoso, Bagaskara Isdiansyah

Selasa, 22 Februari 2022 | 11:40 WIB
Kepuasan Terhadap Jokowi-Ma'ruf Disebut Meningkat, Demokrat: Jangan Terjebak, Urus Minyak Goreng Saja Tak Beres
Kepala Badan Komunikasi Strategis DPP Partai Demokrat Herzaky Mahendra Putra saat menggelar konferensi pers di Kantor DPP Partai Demokrat, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (3/10/2021). [Suara.com/Alfian Winanto]

Suara.com - Partai Demokrat meminta kepada pemerintah Jokowi-Maruf agar tak telena dan berpuas diri jika ada penilaian peningkatan kepuasan dari publik. Masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan oleh pemerintah.

Hal itu disampaikan oleh Kepala Badan Komunikasi Strategis DPP Demokrat, Herzaky Mahendra Putra menanggapi adanya survei litbang Kompas yang menyatakan kepuasaan publik terhadap pemerintah Jokowi-Maruf sebesar 73,9 persen atau meningkat dari 66,4 persen pada Oktober 2021.

"Jangan terjebak. Ini potret persepsi publik. Bukan menunjukkan kinerja sebenarnya pemerintah. Masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan oleh Pemerintah. Kondisi pandemi belum membaik. Memang sempat melandai, tapi kini jumlah penderita covid-19 kembali meningkat drastis," kata Herzaky kepada wartawan, Selasa (22/2/2022).

Menurutnya, rakyat pun banyak yang masih susah dan ekonominya belum bangkit. Angka pengangguran dan kemiskinan belum banyak bergerak.

Herzaky lantas membandingkan dengan apa yang terjadi di era pemerintahan presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Ia mengungkapkan, sepuluh tahun pemerintahan SBY, penduduk miskin berhasil dikurangi sebanyak 8,42 juta jiwa atau 842 ribu per tahunnya. Sedangkan, menurutnya, lima tahun pertama Pemerintahan Joko Widodo, sebelum pandemi melanda, hanya mampu mengurangi 2,94 juta penduduk miskin, atau 588 ribu per tahun.

"SBY mewarisi 36,1 juta jiwa jumlah penduduk miskin di tahun 2004 dari pemerintahan sebelumnya. Setelah 10 tahun pemerintahan SBY, jumlah penduduk miskin tinggal 27,73 juta jiwa. Nah, pemerintahan Joko Widodo itu mewarisi jumlah penduduk miskin 27,73 juta jiwa dari SBY," tuturnya.

"Lima tahun pemerintahan Jokowi hanya mampu membuat turun ke 24,79 juta jiwa. Apalagi per September 2021 kemarin, jumlah orang miskin meningkat kembali ke 26,5 juta jiwa," sambungnya.

Herzaky mengatakan, dikesankan Pemerintahan Jokowi seakan-akan lebih sukses mengurangi orang miskin, karena di era Jokowi hanya berkisar 24-27 juta, lebih rendah dibandingkan era SBY yang berkisar 27-36 juta.

baca juga

Padahal, kata dia, era pemerintahan Jokowi kemiskinan bisa berkisar 24-27 juta itu, karena mewarisi 27 juta dari era SBY, yang berhasil menurunkannya ke 27 juta dari 36 juta jiwa peninggalan pemerintahan sebelumnya.

"SBY berhasil mengurangi pengangguran dari 10,25 juta jiwa di 2004, sebagai warisan dari pemerintahan sebelumnya, ke 7,24 juta jiwa di Agustus 2014. Pemerintahan Jokowi mewarisi pengangguran yang hanya 7,24 juta jiwa dari era SBY. Lalu, setelah 5 tahun pemerintahan Jokowi, angka pengangguran di 7,1 juta jiwa di Agustus 2019. Sekarang, dua tahun pandemi, pengangguran meningkat kembali ke angka 9,1 juta jiwa di Agustus 2021," tuturnya.

Lebih lanjut, Herzaky mengungkapkan, data yang ia pakai merupakan data dari Badan Pusat Statistik atau BPS. Menurutnya, bahaya jika kondisi pemerintah saat ini disebut baik-baik saja.

"Mengurus kelangkaan minyak goreng saja tidak beres-beres selama dua bulan ini. Harga tempe meningkat drastis. Bensin dan listrik naik terus sejak awal pemerintahan. Belum lagi indeks demokrasi dan korupsi yang sangat mengkhawatirkan," ungkapnya.

"Lebih baik Pemerintah fokus kerja bermanfaat untuk rakyat, bukan sibuk memoles cara menampilkan hasil kerjanya sehingga seakan-akan kondisi kita baik-baik saja. Masih ada waktu dua tahun," imbuhnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Jokowi Sebut Landmark Decision MA Berikan Efek Jera Bagi Koruptor dan Mafia Hukum

Jokowi Sebut Landmark Decision MA Berikan Efek Jera Bagi Koruptor dan Mafia Hukum

News | Selasa, 22 Februari 2022 | 11:34 WIB

Presiden Jokowi Tugaskan Wakil Menteri di Kementerian Perhubungan

Presiden Jokowi Tugaskan Wakil Menteri di Kementerian Perhubungan

Bisnis | Selasa, 22 Februari 2022 | 11:03 WIB

Istilah 'Kuda Hitam' Tuai Sorotan, Pengamat Sebut AHY Akan Lakukan Ini untuk Capai Kemenangan di 2024

Istilah 'Kuda Hitam' Tuai Sorotan, Pengamat Sebut AHY Akan Lakukan Ini untuk Capai Kemenangan di 2024

News | Selasa, 22 Februari 2022 | 11:02 WIB

Aturan Jaminan Hari Tua Bakal Direvisi, PAN: Permenaker JHT Harus Segera Dicabut

Aturan Jaminan Hari Tua Bakal Direvisi, PAN: Permenaker JHT Harus Segera Dicabut

News | Selasa, 22 Februari 2022 | 10:46 WIB

Jokowi Minta Aturan JHT Direvisi, Menaker: Presiden Sangat Memperhatikan Nasib Buruh

Jokowi Minta Aturan JHT Direvisi, Menaker: Presiden Sangat Memperhatikan Nasib Buruh

News | Selasa, 22 Februari 2022 | 10:05 WIB

Sosok Kepala Otorita IKN Segera Diungkap, Ridwan Kamil Ngaku Punya Firasat Begini

Sosok Kepala Otorita IKN Segera Diungkap, Ridwan Kamil Ngaku Punya Firasat Begini

News | Selasa, 22 Februari 2022 | 08:53 WIB

Pengamat: AHY Lebih Realistis Mending Tarung di Pilkada DKI Dibanding Pilpres

Pengamat: AHY Lebih Realistis Mending Tarung di Pilkada DKI Dibanding Pilpres

Jakarta | Selasa, 22 Februari 2022 | 08:05 WIB

Terkini

Dorong Mitigasi Bencana Jabar, Iwan Suryawan Minta Kalkulasi Anggaran Realistis dan Nyata

Dorong Mitigasi Bencana Jabar, Iwan Suryawan Minta Kalkulasi Anggaran Realistis dan Nyata

Jabar | Kamis, 01 Oktober 2026 | 00:57 WIB

Bantu UMKM Hadapi Biaya Operasional Membengkak, Toco Academy Bagikan Strategi Pecah Telur di Bogor

Bantu UMKM Hadapi Biaya Operasional Membengkak, Toco Academy Bagikan Strategi Pecah Telur di Bogor

Jabar | Kamis, 01 Oktober 2026 | 00:45 WIB

Mengenal Praktik Bisnis Hijau: Tren Gaya Hidup Berkelanjutan yang Kini Merambah Dunia Industri

Mengenal Praktik Bisnis Hijau: Tren Gaya Hidup Berkelanjutan yang Kini Merambah Dunia Industri

Lifestyle | Rabu, 30 September 2026 | 23:57 WIB

Kemenko PMK Dorong Penguatan Jejaring Alumni Beasiswa untuk Talenta Nasional

Kemenko PMK Dorong Penguatan Jejaring Alumni Beasiswa untuk Talenta Nasional

News | Rabu, 30 September 2026 | 23:12 WIB

Spin Off InfraCo Tahap 2 Rampung, Nilai Transaksi Rp 49,9 T

Spin Off InfraCo Tahap 2 Rampung, Nilai Transaksi Rp 49,9 T

Bisnis | Rabu, 30 September 2026 | 23:01 WIB

Kuliah Hukum di Era Digital, FH Unika Atma Jaya Raih Penghargaan

Kuliah Hukum di Era Digital, FH Unika Atma Jaya Raih Penghargaan

Lifestyle | Rabu, 30 September 2026 | 23:01 WIB

Kewajiban Sertifikasi Halal Makin Dekat, Industri Kosmetik dan Farmasi Siap Sambut Aturan Baru

Kewajiban Sertifikasi Halal Makin Dekat, Industri Kosmetik dan Farmasi Siap Sambut Aturan Baru

Lifestyle | Rabu, 30 September 2026 | 22:41 WIB

Ruang Bersama Indonesia Pertama di Palembang, Kilang Plaju Dukung Pemberdayaan Masyarakat

Ruang Bersama Indonesia Pertama di Palembang, Kilang Plaju Dukung Pemberdayaan Masyarakat

Sumsel | Rabu, 30 September 2026 | 22:34 WIB

Peringatan G30S di Medan, Masyarakat Sipil Soroti Pelanggaran HAM-MBG

Peringatan G30S di Medan, Masyarakat Sipil Soroti Pelanggaran HAM-MBG

Sumut | Rabu, 30 September 2026 | 22:20 WIB

JALA PRT Soroti Pengajuan JR UU PPRT, Minta Pemohon Pahami Proses Pembentukan UU

JALA PRT Soroti Pengajuan JR UU PPRT, Minta Pemohon Pahami Proses Pembentukan UU

News | Rabu, 30 September 2026 | 22:15 WIB

×