Tak Kapok Meski Sudah Makan Korban, Rombongan Orang Kembali Lakukan Ritual di Pantai Payangan

Reza Gunadha | Fita Nofiana
Tak Kapok Meski Sudah Makan Korban, Rombongan Orang Kembali Lakukan Ritual di Pantai Payangan
rombongan ritual (instagram.com/indoflashlight/)

Tak hiraukan petugas, rombongan ini nekat lakukan ritual meski sudah ada korban.

Suara.com - Belum lama memakan korban nyawa, rombongan orang terlihat kembali melakukan ritual di Pantai Payangan Kecamatan Ambulu, Jember, Jawa Timur. Hal ini terlihat dalam video yang tersebar di media sosial.

Pada video yang dounggah oleh akun Instagram @indoflashlight, terlihat segerombolan orang tengah mengadakan ritual.

Tanpa kapok dengan kejadian sebelumnya, mereka mesukkan tubuh ke dalam laut hingga setinggi dada.

Pada video tersebut, rombongan ritual akirnya ditertibkan dan dilarang untuk melakukan ritual di Pantai Payangan. Namun peringatan petugas yag membawa pengeras suara tak digubris.

Baca Juga: Viral Video Sejumlah Orang di Jember Kembali Gelar Ritual di Pantai

"Meski sudah dilarang petugas warga nekat menggelar ritual. Petugas sampai harus memperingati mereka dari jarak dekat namun tidak diindahkan," tulis akun tersebut.

"Menurut informasi ritual semacam ini dilakukan untuk membersihkan jiwa. Namun dalam kondisi seperti ini tidak baik melakukan ritual yang dapat membahayakan jiwa. Terlepas dari kepercayaan masing-masing," imbuhnya.

Sebelumnya ritual serupa juga dilakukan di pantai tersebut. Ritual yang dilakukan pada Minggu (13/2/2022) lalu itu berujung maut, menewaskan 11 orang akibat terseret air laut.

Video kembalinya rombongan yang melakukan ritual di Pantai Payangan tersebut tenty mendapatkan berbagai respons dari warganet.

rombongan ritual (instagram.com/indoflashlight/)
rombongan ritual (instagram.com/indoflashlight/)

"Biarkan saja. Bikin susah orang lain saja. Basarnas udah bekerja maksimal," komentar warganet.

Baca Juga: Ritual Pantai Payangan dan Sikap MUI Jember

"Tolong lah kalau hilang lagi, enggak usah repot-repot dicari. Biar keluarganya sendiri yang nyari," imbuh warganet lain.