Antisipasi Sesar Baru Pasca Gempa Pasaman Barat, BMKG: Perlu Dilakukan Penyesuaian Tata Ruang

Erick Tanjung

Selasa, 01 Maret 2022 | 18:36 WIB
Antisipasi Sesar Baru Pasca Gempa Pasaman Barat, BMKG: Perlu Dilakukan Penyesuaian Tata Ruang
Kepala BMKG Dwikorita Karnawati (BNPB)

Suara.com - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika atau BMKG meminta Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat melakukan penyesuaian tata ruang sebagai bagian dari mitigasi setelah ditemukannya sesar baru gempa di daerah itu. Hal itu disampaikan Kepala BMKG Dwikorita Karnawati saat memaparkan perkembangan pascagempa 6,1 Pasaman Barat, di ruangan VIP Bandara Internasional Minangkabau, Padang Pariaman, Selasa (1/3/2022).

"Dengan adanya temuan patahan baru yang selama ini tidak teridentifikasi, perlu dilakukan penyesuaian tata ruang untuk kebutuhan mitigasi ke depan," kata Dwikorita.

Menurutnya, setelah BMKG melakukan penelitian terungkap adanya patahan baru, sehingga perlu dilakukan penyesuaian tata ruang karena sebelumnya di wilayah itu dipandang aman.

"Namun ternyata telah ditemukan patahan Talamau di Pasaman Barat, berdasarkan hasil pemetaan baru perlu diwaspadai karena daerah tersebut masuk zona merah," ujarnya.

Artinya daerah itu berpotensi mengalami guncangan dengan tingkat intensitas yang cukup kuat hingga 8 MMI yang dapat merobohkan rumah.

"Oleh sebab itu penting menyiapkan bangunan yang aman gempa dan menyesuaikan tata ruang di zona tersebut," tuturnya.

Ia menilai, konstruksi pascagempa perlu menjadi perhatian di daerah itu dan menjadi poin penting bagi pemerintah setempat. Pada sisi lain, ia menyebutkan usai gempa berkekuatan 6,1 yang mengguncang Pasaman Barat hingga saat ini sudah lebih dari 161 kali terjadi gempa susulan.

"Namun kekuatan gempa susulan terus melemah dan yang terasa hanya enam kali," kata dia.

Oleh sebab itu, ia sudah menyampaikan rekomendasi pada hari ketiga persoalan gempa tidak terlalu mengkhawatirkan lagi karena potensinya semakin menurun.

baca juga

Sementara Kepala Pusat Seismologi BMKG Rahmat Triyono mengungkap, temuan patahan baru berdasarkan penelitian yang dilakukan di Kabupaten Pasaman Barat.

"Awalnya kami mengira pusat gempa berasal dari patahan yang terdekat di lokasi gempa yaitu patahan Angkola dan Sianok, setelah diteliti lebih lanjut ternyata itu berasal dari segmen baru," tutur dia.

Menurutnya, patahan baru tersebut mekanismenya sesar mendatar dan mengalami pergeseran ke kanan. "Untuk sementara segmen ini diberi nama Talamau," katanya.

Ia menduga segmen ini tersambung dengan Sianok akan tetapi perlu dilakukan penelitian lebih lanjut. Rahmat memaparkan, segmen Talamau memiliki potensi gempa hingga magnitudo 6,2, karena tidak terlalu panjang dibandingkan segmen lain. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Gempa Magnitudo 5,3 Guncang Meulaboh Aceh

Gempa Magnitudo 5,3 Guncang Meulaboh Aceh

Sumut | Selasa, 01 Maret 2022 | 18:34 WIB

Longsor di Rimbo Kejahatan Pasaman Barat Hambat Akses Penyaluran Bantuan Korban Gempa

Longsor di Rimbo Kejahatan Pasaman Barat Hambat Akses Penyaluran Bantuan Korban Gempa

Sumbar | Selasa, 01 Maret 2022 | 18:03 WIB

Gempa M 4,5 Serang Daratan Paser Dekat IKN Nusantara, BMKG Beri Peringatan: Hati-hati Gempa Bumi Susulan

Gempa M 4,5 Serang Daratan Paser Dekat IKN Nusantara, BMKG Beri Peringatan: Hati-hati Gempa Bumi Susulan

Kaltim | Selasa, 01 Maret 2022 | 17:05 WIB

Terkini

Kerap Jadi Alat Kriminalisasi, Perumus Kritik Penerapan Pasal UU Tipikor: Sudah Jauh Menyimpang!

Kerap Jadi Alat Kriminalisasi, Perumus Kritik Penerapan Pasal UU Tipikor: Sudah Jauh Menyimpang!

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 21:37 WIB

Segmen Derivatif Topang Kinerja PT Indokripto Koin Semesta Tbk di Tengah Koreksi Pasar Aset Kripto

Segmen Derivatif Topang Kinerja PT Indokripto Koin Semesta Tbk di Tengah Koreksi Pasar Aset Kripto

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 21:36 WIB

Detik-Detik Menegangkan! Ibu Hamil Melahirkan di Kereta, Dokter Spesialis Kandungan Turun Tangan

Detik-Detik Menegangkan! Ibu Hamil Melahirkan di Kereta, Dokter Spesialis Kandungan Turun Tangan

Jabar | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 21:24 WIB

Kenang Ani Yudhoyono Lewat Novel, SBY: Saya Sudah Move On

Kenang Ani Yudhoyono Lewat Novel, SBY: Saya Sudah Move On

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 21:24 WIB

Energi Liar Deus Slidetober 2026 Ditutup Aksi Memukau The Panturas

Energi Liar Deus Slidetober 2026 Ditutup Aksi Memukau The Panturas

Entertainment | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 21:15 WIB

5 Tanda Kasir Anda Butuh Alat Notifikasi Suara Pembayaran

5 Tanda Kasir Anda Butuh Alat Notifikasi Suara Pembayaran

Jakarta | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 21:06 WIB

Pulihkan Kerugian Korban, Panja DPR Masukkan Kejahatan Investasi Bodong ke RUU Perampasan Aset

Pulihkan Kerugian Korban, Panja DPR Masukkan Kejahatan Investasi Bodong ke RUU Perampasan Aset

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 21:01 WIB

Cekcok Transfer Uang Berujung Maut: Pemilik Kafe di Lampung Timur Tikam Pelanggan

Cekcok Transfer Uang Berujung Maut: Pemilik Kafe di Lampung Timur Tikam Pelanggan

Lampung | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 20:54 WIB

Ketua PP Siak Terlibat Kecelakaan: Renggut Nyawa Pelajar, Belum Ditetapkan Tersangka

Ketua PP Siak Terlibat Kecelakaan: Renggut Nyawa Pelajar, Belum Ditetapkan Tersangka

Riau | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 20:54 WIB

22,4 Juta Batang Rokok Ilegal Disita di Sumsel dan Sekitarnya, Mengapa Peredaran Sulit Diberantas?

22,4 Juta Batang Rokok Ilegal Disita di Sumsel dan Sekitarnya, Mengapa Peredaran Sulit Diberantas?

Sumsel | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 20:51 WIB

×