Pesawat Terbesar di Dunia Antonov AN-225 Milik Ukraina Dihancurkan Rusia

Rifan Aditya | Suara.com

Rabu, 02 Maret 2022 | 21:24 WIB
Pesawat Terbesar di Dunia Antonov AN-225 Milik Ukraina Dihancurkan Rusia
Pesawat Terbesar di Dunia Antonov AN-225 Milik Ukraina Dihancurkan Rusia - Pesawat raksasa Antonov 225. (Wikipedia)

Suara.com - Pesawat terbesar di dunia, Antonov AN-225 milik Ukraina dihancurkan oleh militer Rusia dalam serangan di luar Kiev pada Minggu, 27 Februari 2022 atau pada hari keempat invasi Rusia ke Ukraina.

Pada saat invasi Rusia, pesawat terbesar di dunia tersebut tengah parkir di dekat ibu kota Kiev, Ukraina dan tengah menjalani perbaikan. 

“Rusia mungkin telah menghancurkan 'Mriya' kita. Tapi mereka tidak akan pernah bisa menghancurkan impian kita tentang negara Eropa yang kuat, bebas dan demokratis. Kita akan menang!”, cuitan Menteri Luar Negeri Ukraina Dmytro Kuleba.

Fakta tentang Antonov, Pesawat Terbesar di Dunia

Pesawat Antonov AN-225 diberi nama “Mriya” atau yang berarti “Mimpi” dalam bahasa Ukraina. Antonov-225 mampu mengangkut beban hingga 250 ton dengan kecepatan maksimal 850 kilometer per jam dan memiliki sayap terpanjang di dunia yakni 88,4 meter dan tinggi 18,1 meter. 

Produsen senjata, Ukroboronprom menyatakan bahwa biaya pemulihan pesawat Mriya tersebut dapat menelan angka lebih dari 3 miliar dollar AS atau sekitar Rp 43 triliun yang bisa memakan waktu 5 tahun perbaikan.

Pesawat terbesar di dunia ini merupakan program dari aeronautika Uni Soviet pada akhir masa Perang Dingin. Karena ukurannya yang sangat besar, pilot yang mengendarai pesawat ini membutuhkan pelatihan khusus untuk mengatasi tantangan manuver Antonov AN-225.

Antonov AN-225 melakukan penerbangan pertama pada tahun 1988. Saat terbang pertama kali, Antonov AN-225 ini langsung mencetak 106 rekor dunia penerbangan. Antonov AN-225 dapat terbang dengan Buran Orbiter dan ikut dalam Paris Air Show 1989. 

Namun setelah runtuhnya Uni Soviet, pesawat ini tidak diterbangkan dalam waktu yang lama. Antonov AN-225 tetap berada di penyimpanan hingga tahun 2000. Pada tahun 2001, pesawat ini kembali beroperasi sebagai pesawat angkut komersial yang dioperasikan bersama Air Foyle, Inggris. 

Hingga kemudian kembali dioperasikan oleh Antonov Airlines Ukraina untuk penerbangan kargo selama pandemi Covid-19 untuk mengangkut pasokan medis ke wilayah-wilayah yang terkena dampak.

Keunikan pesawat ini adalah kemampuan untuk melakukan “tarian gajah” atau istilah yang digunakan ketika roda hitung untuk membuat pemuatan kargo lebih mudah. 

Demikian adalah informasi mengenai pesawat terbesar di dunia milik Ukraina, Antonov AN-225 yang dihancurkan oleh Rusia. Semoga informasi di atas dapat menambah wawasan kamu seputar pesawat terbesar di dunia milik Ukraina ini.

Kontributor : Muhammad Zuhdi Hidayat

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Via Telepon, Menlu China dan Ukraina Bicarakan Situasi di Tengah Invasi Rusia

Via Telepon, Menlu China dan Ukraina Bicarakan Situasi di Tengah Invasi Rusia

Jogja | Rabu, 02 Maret 2022 | 19:57 WIB

Restoran Rusia Sisihkan Hasil Penjulan untuk Bantu Aksi Kemanusiaan di Ukraina: Kami Hanya Ingin Perdamaian

Restoran Rusia Sisihkan Hasil Penjulan untuk Bantu Aksi Kemanusiaan di Ukraina: Kami Hanya Ingin Perdamaian

News | Rabu, 02 Maret 2022 | 19:44 WIB

Operasi Militer ke Ukraina Disebut Barbar, Dubes Rusia Kritik Standar Ganda Negara Barat

Operasi Militer ke Ukraina Disebut Barbar, Dubes Rusia Kritik Standar Ganda Negara Barat

Foto | Rabu, 02 Maret 2022 | 19:54 WIB

Mengenal Apa Itu Antonov-225? Pesawat Kargo Terbesar Dikabarkan Hancur Akibat Serangan Rusia

Mengenal Apa Itu Antonov-225? Pesawat Kargo Terbesar Dikabarkan Hancur Akibat Serangan Rusia

News | Selasa, 01 Maret 2022 | 09:01 WIB

Terkini

Jubir Buka Peluang JK Dialog soal Laporan Dugaan Penistaan Agama

Jubir Buka Peluang JK Dialog soal Laporan Dugaan Penistaan Agama

News | Senin, 13 April 2026 | 18:00 WIB

Tak Semua Penghijauan Berdampak Positif, Studi Ungkap Ancaman di Balik Penanaman Pohon Massal

Tak Semua Penghijauan Berdampak Positif, Studi Ungkap Ancaman di Balik Penanaman Pohon Massal

News | Senin, 13 April 2026 | 17:55 WIB

Jejak Gelap Aep Saepudin: Sosok Pendiam di Rancaekek yang Jadi Broker Senpi Ilegal Ki Bedil

Jejak Gelap Aep Saepudin: Sosok Pendiam di Rancaekek yang Jadi Broker Senpi Ilegal Ki Bedil

News | Senin, 13 April 2026 | 17:53 WIB

Esra Erkomay: Deteksi Dini Harus Jadi Budaya Agar Kanker di Indonesia Bukan Lagi Vonis Mati

Esra Erkomay: Deteksi Dini Harus Jadi Budaya Agar Kanker di Indonesia Bukan Lagi Vonis Mati

News | Senin, 13 April 2026 | 17:50 WIB

Pramono Sebut Parpol Bisa Beli Nama Halte, NasDem Langsung Incar Naming Rights Gondangdia

Pramono Sebut Parpol Bisa Beli Nama Halte, NasDem Langsung Incar Naming Rights Gondangdia

News | Senin, 13 April 2026 | 17:40 WIB

Nekat Foto di Jalur Maut Sitinjau Lauik, Rombongan Arteria Dahlan Bikin Polisi Kena Getahnya!

Nekat Foto di Jalur Maut Sitinjau Lauik, Rombongan Arteria Dahlan Bikin Polisi Kena Getahnya!

News | Senin, 13 April 2026 | 17:26 WIB

Operasi Imigrasi Sapu Bersih, 346 WNA Diciduk dalam 5 Hari

Operasi Imigrasi Sapu Bersih, 346 WNA Diciduk dalam 5 Hari

News | Senin, 13 April 2026 | 17:15 WIB

Tolak 'War Tiket Haji', Maman DPR: Ibadah Bukan Ajang Kompetisi Klik Internet!

Tolak 'War Tiket Haji', Maman DPR: Ibadah Bukan Ajang Kompetisi Klik Internet!

News | Senin, 13 April 2026 | 17:10 WIB

1,5 Tahun Menjabat, Kepercayaan Publik pada Prabowo Tembus 75,1 Persen, MBG Jadi Faktor Utama

1,5 Tahun Menjabat, Kepercayaan Publik pada Prabowo Tembus 75,1 Persen, MBG Jadi Faktor Utama

News | Senin, 13 April 2026 | 17:05 WIB

Kepuasan Publik ke Prabowo-Gibran Tembus 74,1 Persen, Program MBG Jadi Faktor Utama

Kepuasan Publik ke Prabowo-Gibran Tembus 74,1 Persen, Program MBG Jadi Faktor Utama

News | Senin, 13 April 2026 | 17:03 WIB